Connect with us

Hukrim

Kekerasan Seksual Anak Hantui Kabupaten Malang

Diterbitkan

,

Kekerasan Seksual Anak Hantui Kabupaten Malang
Ilustrasi kekerasan seksual kepada anak.

KABARMALANG.COM – Kekerasan seksual kepada anak Kabupaten Malang masih memprihatinkan. Sexual abuse mendominasi kasus anak di Kabupaten Malang.

Dua tahun terakhir, ada 41 kasus kekerasan seksual anak. Itu dari total 111 kasus kekerasan terhadap anak.
Tahun 2019, ada 31 kasus seksual. Itu dari total 85 kekerasan pada anak.

Tahun 2020 ada 10 kasus seksual. Total kasus kekerasan anak 2020, 26 kasus.

Faktor Penyebab Kekerasan Seksual

Ada faktor yang mendasari kasus kekerasan seksual Kabupaten Malang.

Pertama adalah faktor desain rumah. Sexual abuse terjadi karena desain rumah tidak ada sekat.

Dalam kasus desain rumah, pelaku merupakan orang tuanya sendiri.

“Tidak ada sekat antara kamar anak dan orang tua. Intense melihat anak yang sudah mulai remaja. Jadi ketika ibunya pergi, biasanya kekerasan seksual itu terjadi,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, Harry Setia Budi, Kamis (15/10).

Ada sebagian pelaku yang merupakan orang tua korban sendiri. Tapi, Harry enggan membuka data tersebut.

“Tidak bisa kami publish. Itu ranah pribadi. Aktor kekerasan ayah kandungnya sendiri memang ada,” kata dia.

Kedua adalah faktor peceraian. Faktor perceraian ini melibatkan orang tua tiri dan korban.

Orang tua tiri kerap kali meluapkan nafsunya kepada korban. Sexual abuse terjadi karena itu bukan anak kandung pelaku.

“Biasanya ini sudah ada sekat. Tapi karena tidak ada rasa memiliki anak sendiri. Ayah tiri kadang mengeksekusi anaknya. Ketika ibunya pergi ke pasar atau ke luar rumah. Biasanya ayah tiri ini pengangguran begitu. Dan, meluapkan beban hidupnya dengan menggauli orang terdekatnya,” imbuh Harry.

Ketiga adalah faktor media sosial. Media sosial adalah jembatan anak dan pelaku kekerasan seksual.

Dalam faktor media sosial, pelaku biasanya orang tidak dikenal.

“Jadi korban dan pelaku ini contohnya berkenalan di Facebook. Terus mereka kenalan dan biasanya langsung diajak pacaran. Di sana terdapat laporan kekerasan seksual,” imbuhnya.

Keempat adalah faktor ekonomi. Dalam faktor ini pelaku sexual abuse biasanya tetangga korban.

Tetangga biasanya adalah seorang pengangguran. Namun memiliki hasrat seksual tinggi.

“Karena tidak kunjung menikah. Malah mencari jalan pintas. Dengan melakukan kekerasan seksual pada tetangganya,” tutupnya.

Data 2019 dan 2020 menyebut ada lima jenis kekerasan. Itu selain sexual abuse.

Kelimanya adalah kekerasan fisik, psikis, eksploitasi, penelantaran, dan lainnya.

Tahun 2019 kekerasan fisik tercatat sebanyak 23 kali. Kekerasan psikis terjadi 14 kali.

Kekerasan eksploitasi tidak ada laporan. Kekerasan penelantaran terjadi 15 kali. Kasus lainnya terjadi 18 kali.

Tahun 2020, kekerasan fisik terjadi 4 kali. Kekerasan psikis terjadi 5 kali. Sexual abuse terjadi 10 kali.

Kekerasan eksploitasi tidak ada. Kekerasan penelantaran 3 kali dan lainnya 7 kali.(im/yds)

Hukrim

Satu Lagi Ormas Adukan Video Sandiwara Penembakan Gus Idris

Diterbitkan

,

Anggota LSM Lingga usai membuat pengaduan ke Mapolres Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Pengaduan terhadap video sandiwara penembakan Gus Idris tampaknya terus bermunculan. Hari ini, Sabtu (6/3) kembali ada laporan dari satu organisasi yang bernamakan LSM Lingga.

Ada sebanyak 5 orang yang melakukan pengaduan. Mereka juga datang ke ruang Satuan Intelkam Polres Malang.

Founder LSM Lingga, Muhammad Saiful Anwar membenarkan pengaduan itu. Menurutnya, dia mengadukan video tersebut karena menganggap itu penyesatan masyarakat.

“Masyarakat kita mayoritas dari pedesaan. Jadi tentu saja video itu menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (6/3).

Kabar Lainnya : Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris.

Atas dasar itu, Saiful berharap pihak kepolisian bisa menindak pelaku pembuatan video itu. Sebab jika ada pembiaran, maka hal itu akan semakin membuat opini liar di masyarakat.

“Seperti kita tahu, masyarakat di pedesaan masih banyak orang belum paham literasi media sosial. Jadi masih banyak yang tidak paham kalau itu benar atau tidak,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa fokusnya adalah untuk melakukan pengaduan itu. Karena ada unsur kesengajaan dalam proses pembuatan video sandiwara itu.

“Ironisnya itu produksi orang yang selama ini mengaku ulama. Nah, inilah yang kita nilai menyesatkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemuda Millenial Malang Selatan sudah mengadukan Gus Idris ke polisi. Isi pengaduannya pun sama. Yakni video penembakan Gus Idris dinilai menyesatkan.(Im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris

Diterbitkan

,

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris
Fordamas saat membuat pengaduan ke Polres Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Organisasi Forum Pemuda Millenial Malang Selatan membuat pengaduan ke Polres Malang. Jumat (5/3) siang, mereka mengadukan Gus Idris.

Karena, video penembakan Gus Idris meresahkan. Beberapa waktu lalu, Gus Idris memang mengunggah konten. Dia menampilkan diri tertembak. Ternyata, itu hanya sandiwara.

Presidium Forum Pemuda Millenial Malang Selatan, Fahmi Aziz membenarkan. Dia membuat pengaduan itu karena video Gus Idris cs meresahkan. Video itu juga mengakibatkan simpang siur di tengah masyarakat.

“Video itu kan menayangkan seolah-olah Gus Idris tertembak. Pelakunya orang tidak dikenal. Tetapi kemudian setelah klarifikasi dia mengaku video itu tidak benar. Itu kan berarti prank,” ungkapnya usai membuat pengaduan di Mapolres Malang.

Fahmi menilai pembuatan video semacam itu tidak mendidik masyarakat. Kasus video prank seperti ini memang acapkali terjadi di dunia YouTube.

Kabar Lainnya : Geger Video Gus Idris Tertembak, Eh, Ternyata Akting Konten YouTube.

“Kami berharap, kepolisian bisa menyelidiki. Jika ada unsur pidana maka supaya segera ada penindakan,” pungkasnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan adanya aduan. Dia juga sudah menerima pengaduan dari Fordamas terkait Gus Idris.

“Mereka menyatakan keberatan. Sebab, video itu sempat membuat keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Hendri mengaku akan melakukan penyelidikan. Penyidiknya sedang mencari fakta-fakta baru atas video Gus Idris.

“Kemungkinan ada orang-orang baru yang akan kami periksa. Yakni, orang-orang yang saat itu ada di tempat kejadian. Sementara ini, ada 6 orang yang kami periksa,” katanya.

 

Kabar Lainnya : Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris.

Selanjutnya Hendri memaparkan hasil penyelidikannya yang terbaru. Dalam video, Gus Idris mengeluarkan darah.

Darah itu merupakan efek kapsul. Sebelumnya syuting, Gus Idris meminum kapsul itu. Gus Idris membelinya secara online.

“Kapsul itu menimbulkan efek keluar darah dari tubuh,” jelasnya.

Polisi pun menyelidiki akun yang pertama share video Gus Idris. Polres Malang bekerja sama dengan Cyber Crime Polda Jatim.

“Yang pasti, lokasi pengambilan video di Kecamatan Pacet, Mojokerto,” tutup Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Akun Palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji Bertebaran

Diterbitkan

,

Akun Palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji Bertebaran

 

KABARMALANG.COM – Akun palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji bertebaran. Ini bukan kali pertama fenomena ini terjadi.

Sutiaji pun mengamininya. Dia memastikan tidak memiliki media sosial Facebook.

Selama ini dia aktif Instagram. Sehingga, akun Facebook itu pasti palsu.

Kabar Lainnya : Palsukan FB Wali Kota Sutiaji, Mencoba Lakukan Tipu-Tipu.

“Saya sudah lama tidak menggunakan Facebook. Sudah kurang lebih tiga tahunan. Ini tiba-tiba ada yang menggunakan akun Facebook tersebut. Padahal sudah off,” ujar Sutiaji, Kamis malam (4/3).

Sutiaji menegaskan akun tersebut bukan miliknya. Sehingga, segala isi Facebook tersebut bukan darinya.

“Jelas merugikan saya pribadi, keluarga dan juga kota Malang. Karena, akunnya memberi persepsi itu adalah saya padahal bukan, “masygulnya.

Sutiaji juga meminta Diskominfo untuk klarifikasi. Serta, melakukan penegasan bahwa akun Facebook tersebut palsu.

Nurwidianto, Kadiskominfo Kota Malang membenarkan. Dia memastikan adanya pemalsuan Facebook Sutiaji.

“Belum sampai melangkah pada proses hukum. Meskipun tidak menutup ruang ke sana,” ujar Wiwid, sapaannya.

Meski demikian, Wiwid tidak langsung masuk ke ranah hukum. Dia terlebih dahulu ingin membangun kesadaran literasi medsos.

Karena, Sutiaji juga memberi pesan agar ada peningkatan awareness. Serta, kesadaran dalam berselancar di dunia maya.

Dia juga meminta netizen bijak dan berhati-hati saat bermedsos. Retas memang sudah lazim dalam dunia maya.

Tetapi, warga tidak akan pernah tahu akun seseorang kena retas. Sehingga, ada potensi oknum akan memanfaatkan naluri netizen sosmed. Sekaligus memainkan emosi warganet.

“Situasi ini-lah yang sungguh membahayakan dan berpotensi fitnah. Misalnya muncul ujaran kebencian hingga perpecahan, “urai Wiwid.

Dia mengingatkan proses hukum bisa kena siapa saja. Terutama yang berikhtikad tidak baik dengan modus pemalsuan akun.

Kabar Lainnya : Akun FB Walikota Batu Diretas, Pelaku Minta Dana Bansos.

Lebih-lebih meretas sosmed orang lain. Contohnya sudah jelas. Yakni, memakai nama Sutiaji, tetapi sebenarnya hanya akun palsu.

“Sekali lagi saya informasikan dan saya tegaskan. Ini akun palsu. Bukan juga Facebook milik Wali kota Malang Sutiaji,” imbuh pria yang merangkap Plt Kabag Humas Pemkot Malang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com