Connect with us

Pemerintahan

Sewa Kios Stadion Kanjuruhan Bermasalah, Dispora Mediasi Pedagang

Diterbitkan

,

Sewa Kios Stadion Kanjuruhan Bermasalah, Dispora Mediasi Pedagang
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang dan pedagang kios saat mediasi di ruang ganti pemain, Stadion Kanjuruhan. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sewa menyewa kios Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang bermasalah. Dispora Kabupaten Malang pun harus turun tangan menangani ini.

Jumat siang (22/1), OPD tersebut mengumpulkan para pedagang kios. Mereka mediasi untuk membahas sewa kios Stadion Kanjuruhan bermasalah.

Mediasi tergelar di ruang ganti pemain Stadion Kanjuruhan. Puluhan pedagang tampak hadir di situ.

Awalnya, sewa kios Stadion Kanjuruhan bermasalah karena tarikan tambahan. Para pedagang pun berkeluh kesah.

Karena, itu pembebanan uang di luar biaya sewa. Salah satunya adalah tarikan tambahan sewa teras kios.

“Kami keberatan kalau teras kios kami di suruh membayar lagi,” ungkap salah satu pedagang dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, pengelola memanggil pedagang satu per satu. Lalu, setiap pedagang harus memikul biaya Rp 5 juta.

“Orang kantor pernah memanggil saya (pengelola Stadion; red). Minta uang seikhlasnya,” ungkap salah satu pedagang.

Menurutnya, pembebanan biaya karena OPD terkena denda. Sebab, Inspektorat mendapati ada temuan dalam keuangan OPD ini.

Selain itu, pedagang pengguna teras memikul biaya sewa terpisah. Ini berbeda dengan biaya sewa kios sebelumnya.

“Masa kami suruh sewa teras kios juga. Biasanya kalau menyewa kios terasnya pun juga ikut tersewa,” tukasnya.

Karena itu, pedagang keberatan dan melakukan protes. Sebab, pedagang tidak mengetahui penyebab adanya temuan itu.

Baca Juga : Wajah Baru Pasar Besar Batu, Pedagang Keluhkan Luas Kios.

Kadispora Kabupaten Malang, Atsalis Suprayitno hadir dalam mediasi itu. Dia menepis anggapan telah mengetahui sewa tambahan pedagang.

Dia juga mengaku tidak memerintahkan bawahannya meminta tambahan sewa.

“Tidak, saya tidak pernah memerintahkan permintaan pembebanan biaya tambahan. Tida juga uang sewa untuk teras,” ungkap Atsalis.

Menurutnya, sewa kios Stadion Kanjuruhan tidak bermasalah. Karena, sewanya sesuai aturan persewaan kios.

Atsalis membenarkan ada temuan Inspektorat Rp 75 juta. Tetapi, nilai itu belum masuk kasda. Karena ada pedagang yang masih menunggak uang sewa.

Sekaligus, ada pedagang menggunakan sisi samping kiri-kanan kios.

“Kalau menggunakan samping kiri-kanan kios pastinya kena biaya tambahan,” tuturnya.

Sedangkan, sewa teras kios tidak ada aturannya. Perda Kabupaten Malang juga tidak mengatur ini.

“Kalau sewa tempat, pasti teras dan pelatarannya tersewa juga. Jadi saya tidak paham kalau itu juga menjadi temuan,” ujarnya.

Sehingga, Atsalis mengaku akan berkomunikasi dengan inspektorat. Yakni, terkait aturan persewaan teras kios tersebut.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang

Diterbitkan

,

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang
Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang gencar sosialisasi vaksinasi tahap 2. Pesan kesehatan terus tergaung di tengah masyarakat.

Sosialisasi vaksinasi tahap 2 sudah berjalan sejak awal 2021. Tetapi, pelaksanaan suntik vaksinnya sendiri mulai akhir Februari lalu.

Hingga kini vaksinasi masih berlangsung. Dengan sasaran para petugas layanan publik.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang membenarkan. Dia bergerak bersama Diskominfo Kota Malang.

“Kita melaksanakan promosi kesehatan yang gencar. Juga bekerja sama dengan Kominfo. Kami melaksanakan edukasi masyarakat mengikuti vaksinasi covid-19,” ujar Hanun, kepada Kabarmalang.com, Rabu (3/3).

Kabar Lainnya : Pemkab Malang Ingin Libatkan Influencer dalam Vaksinasi Covid-19.

Dinas Kesehatan dan Diskominfo gencar melakukan sosialisasi. Yakni melalui media online dan platform media sosial masing-masing.

Hanun menuturkan, pekan depan akan keliling. Dia mengagendakan sosialisasi hingga April 2021. OPD kesehatan ini akan keliling  ke tiap posyandu. Dengan tujuan untuk sosialisasi vaksinasi tahap 2.

“Kita akan mensosialisasikan kepada posyandu-posyandu. Kami ingin mengajak masyarakat. Supaya, mau datang ke tempat-tempat vaksinasi  covid-19 ini,” ujarnya.

Karena, pedagang pasar, lansia dan sebagainya harus tercover semua. “Kita libatkan kader posyandu untuk mensukseskan sosialisasinya,” tambahnya.

Memang, ada muncul pro dan  kontra terkait vaksinasi. Tetapi, OPD kesehatan Kota Malang terus mengedukasi masyarakat.

Supaya, mau menghadiri layanan vaksinasi. Sehingga, masyarakat bisa sehat.

“Karena vaksinasi secara total bisa memunculkan herd imunity. Minimal bisa terbentuk 70 persen,” terangnya.

Menurutnya reaksi vaksin hampir sama dengan imunisasi bayi. Asalkan tidak ada keluhan. Badan dalam kondisi sehat jadi syarat utama.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat. Jangan takut akan vaksinasi covid-19 ini. Selain itu, vaksin ini gratis, pemerintah yang menanggung,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat.

“Takut memang wajar tapi jangan berlebihan. Asalkan badan kita mantap dan sehat. Insyallah tidak ada reaksi,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Klaster Bhakti Luhur Ada Difabel, Sutiaji Minta Penanganan Khusus

Diterbitkan

,

Klaster Bhakti Luhur Ada Difabel, Sutiaji Minta Penanganan Khusus
Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau Yayasan Panti Asuhan Bhakti Luhur Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau klaster Panti Asuhan Bhakti Luhur, Rabu (3/3). Sebelumnya, Senin (1/3) lalu, 170 penghuninya positif tes swab antigen.

Dari 170 orang positif tersebut ada 85 pengasuh. Kemudian, 85 anak berkebutuhan khusus atau difabel.

Selanjutnya, 154 penghuni menjalani isolasi mandiri dalam panti asuhan. Sementara, 16 orang lainnya masuk RS Lapangan Idjen Boulevard.

Sutiaji berkomunikasi dengan pengurus Yayasan Panti Asuhan Bhakti Luhur. Dia juga meninjau sarana pra sarana isoman di panti asuhan tersebut.

Kabar Lainnya : Omah Difabel, Rumah Berdaya Ekonomi Difabel.

Sutiaji memastikan proses isoman sudah sesuai SOP protokol covid-19. Begitu juga dengan sarana pra sarana yang tersedia.

“Ada lapangannya, ada cara memberikan asupan makan juga. Insyaallah Dokter Totok yang bertanggung jawab. Terutama berkaitan dengan penghuni panti asuhan,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di Bhakti Luhur, Rabu (3/3).

Menurutnya, isolasi mandiri anak berkebutuhan khusus perlu treatment spesial. Sehingga tidak semua difabel ke RS Lapangan.

“karena ada yang harus mapah (red:menuntun). Maksudnya harus pakai kursi roda dan seterusnya,” terang orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

“Itu butuh keahlian tersendiri. Pengasuhnya di sini yang lebih mengerti. Cuma tetap pakai protokol covid-19,” tambahnya.

Kadinkes Kota Malang, Husnul Muarif sepaham. Penanganan isoman untuk difabel memang butuh pendampingan pengasuh.

“Kenapa mereka (difabel) tidak keluar, karena berkebutuhan khusus. Jangan samakan dengan yang lain. Salah satu contoh, ini harus ada pendampingan pengasuh,” terang Husnul.

Kabar Lainnya : Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang Ketularan Massal, 170 Positif.

“Contoh di sini (klaster Bhakti Luhur) saja ada yang teriak. Tentu akan mengganggu suasana jika ke RS Lapangan atau safe house,” tambahnya.

Husnul mengatakan bahwa difabel tidak bisa sendirian. Misalnya ke kamar mandi saja harus ada yang mengantar. Ada yang pakai kursi roda juga. Karena itu harus ada pendampingan setiap saat.

“Tanpa aktivitas pun itu harus pendampingan, saat difabel santai sekalipun. Karena anak difabel pencetusnya tidak bisa terprediksi. Tiba-tiba dia bisa menjerit atau hiperaktif,” tutup Husnul.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Kodim 0833 Genapkan Vaksinasi Anggotanya, 35 Orang Suntik Vaksin

Diterbitkan

,

Kodim 0833 Genapkan Vaksinasi Anggotanya, 35 Orang Suntik Vaksin
Sebanyak 35 anggota Kodim 0833 Kota Malang terdaftar vaksinasi hari ini (3/3). 30 di antaranya bisa suntik vaksin. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kodim 0833 Kota Malang menggenapkan vaksinasi untuk anggotanya. Selasa kemarin (2/3) ada 93 anggota Kodim menjalani vaksinasi.

Rabu ini (3/3) ada 35 personel Kodim mengikuti vaksinasi. Sesuai standar, mereka menggunakan vaksin Sinovac untuk tahap pertama.

Vaksinasi 35 anggota Kodim terhelat di Denkesyah 05.04.03. Yakni di Jalan Panglima sudirman Kesatrian, Blimbing.

“Vaksinasi kepada personel Kodim 0833 adalah program pemerintah. Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19,” ujar Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona, Rabu (3/3).

Seluruh peserta vaksinasi harus melalui beberapa tahapan dan mekanisme. Pertama, pemeriksaan kesehatan awal kepada penerima vaksin covid-19.

Kemudian, memastikan kondisi tubuh pasien siap menerima vaksin covid-19. Selanjutnya, proses penyuntikan vaksin covid-19 oleh tim medis.

Pelaksanaan vaksinasi mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Vaksinasi hari ini mendaftarkan 35 orang.

Tetapi, hanya 30 yang bisa mengikuti vaksinasi.

Kabar Lainnya : 93 Anggota Kodim 0833 Kota Malang Jalani Vaksinasi.

Sedangkan 5 sisanya harus tertunda. Lantaran tekanan darahnya tinggi saat petugas mengukur tensi.

“Vaksinasi ke-2 terlaksana tanggal 16 Maret 2021,” tutup Ferdian.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com