Connect with us

Kabar Batu

Wajah Baru Pasar Besar Batu, Pedagang Keluhkan Luas Kios

Diterbitkan

||

Walikota Batu Dewanti Rumpoko

 

KABARMALANG.COM – Meski DED (Detailed Engineering Design) Revitalisasi Pasar Besar Batu telah disosialisasikan pada Senin kemarin (14/09), hingga saat ini Pemkot Batu masih menampung keluhan pedagang tentang luas kios.

Hal ini diungkapkan langsung Walikota Batu Dewanti Rumpoko ketika dikonfirmasi oleh Kabarmalang.com pada Rabu siang (16/09/2020) di Balaikota Among Tani.

“Keluhannya masih tentang luas kios. Tiap pedagang mendapatkan luas dengan kisaran 2×2 meter sampai 2×3 meter,” ungkapnya.

Dewanti menerangkan untuk sementara solusinya untuk pedagang yang memiliki SK (Surat Kepemilikan) 2 atau 3 lembar maka luas bedak bisa ditambahkan yang seharusnya 2×2 bisa jadi 2×4 meter serta tergantung dari suratnya.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Bude tersebut menegaskan luas pasar besar batu nantinya diperkirakan sekitar 43.497 meter dan memiliki tiga bagian.

Tiga bagian tersebut diantaranya lantai pertama diisi pedagang los daging, kios bunga, kios tukang, kios rombeng, kios kelontong, los sayur, kios dan los buah. Lalu di lantai 2 akan ada kios emas, pakaian, bank, KUD, pracang, dan kios palen serta di lantai tiga nantinya akan digunakan cafe, PKL, dan co working space.

Terpisah, Kepala Diskoumdag (Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan) Kota Batu Eko Suhartono berharap semua proses dan tahapan bisa berjalan lancar. Saat ini pihaknya terus mematangkan visi misi bersama pedagang termasuk pendataan sebagai bahan DED.

“Kami terbuka, kita bakal terus melakukan sosialisasi dan komunikasi kontinyu agar semua bisa dilalui sesuai jadwal yang ditentukan oleh pusat,” tandasnya. (arl/fir)

 

Kabar Batu

Pemekaran Giripurno, Dewan: Desa Harus Tahu dan Ada Musdes

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana Hiring Komisi A dengan Desa Giripurno

 

KABARMALANG.COM – Wacana Pemekaran Desa Giripurno pasca melakukan hiring dengan DPRD Kota Batu. Terkait hal ini, Ketua Komisi A Dewi Kartika mengatakan dari pihak desa harus tahu dan juga harus ada musyawarah yang dilakukan desa.

“Jadi memang harus menyesuaikan dahulu. Pihak desa harus tahu dan harus ada Musdes (Musyawarah Desa),” ungkapnya, Kamis (24/09/2020) kepada Kabarmalang.com.

Dewi Kartika menambahkan walaupun dari segi sarpras dan syarat pemekaran desa sudah memenuhi, namun tidak bisa dilakukan serta merta tanpa sepengetahuan pemdes.

Sementara itu, Kepala Desa Giripurno Suntoro melalui Sekdes Ali Wibowo menerangkan bahwa sebenarnya pemdes tidak menolak dengan adanya pemekaran tersebut. Hanya saja ia menyayangkan terbentuknya pokja tanpa melibatkan Pemdes Giripurno.

“Lagipula untuk melakukan pemekaran desa juga harus ada rembug dengan kasepuhan, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat yang lain,” tegasnya.

Oleh sebab itu ia juga tidak menolak jika pokja mau melakukan koordinasi dengan pemdes karena tanpa adanya musdes maka pemekaran desa tidak akan bisa terjadi. “terlebih prosesnya juga masih panjang,” tutupnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dirasa Belum Berperan, GEBRAK Gelar Aksi di Among Tani

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana Aksi Demonstrasi

 

KABARMALANG.COM – Warga Desa Pasanggrahan mendatangi Balaikota Among Tani. Mereka datang untuk menuntut adanya tindakan aktif dari Pemkot Batu dalam memberikan peranan terhadap Wahana Wisata Alaska (Alas Kasinan).

Aksi ini diprakarsai oleh warga yang tergabung dalam GEBRAK (Gerakan Bersama Rakyat Kasinan) agar Walikota Batu tidak mengeluarkan izin apapun terhadap adanya pembangunan di salah satu kantong air di Desa Pesanggrahan tersebut.

“Terlebih Hutan Lindung Kasinan sebagai salah satu wilayah penting tersebut sangat jelas termaktub dalam Peraturan Daerah Kota Batu nomor 7 tahun 2011, Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah,” ungkap Abdul Muthalib salah satu pengurus hippam dan koordinator GEBRAK.

Menurutnya, berdasarkan perda tersebut, menetapkan Hutan Lindung Kasinan sebagai kawasan hutan lindung dan resapan air. Pada perda itu ditegaskan bahwa hutan lindung merupakan kawasan yang memiliki fungsi penting terhadap kelestarian alam sehingga tidak bisa dialih fungsikan.

Tak hanya itu saja, GEBRAK juga menuntut Walikota untuk mengeluarkan surat pelarangan dalam melakukan aktifitas di Alas Kasinan secara permanen sebagai bentuk penolakan secara tegas agar Alas Kasinan tidak dijadikan tempat wisata.

Abdul Muthalib juga menguatkan bahwa dalam perda tersebut, dipaparkan bahwa Hutan Lindung Kasinan yang memiliki sumber mata air ini secara spesifik diperuntukkan melayani Desa Pesanggrahan.

Pantauan Kabarmalang.com, Walikota Batu Dewanti Rumpoko akhirnya turun kedalam kerumunan aksi tersebut dan menegaskan bahwa dirinya cukup kecewa dengan tindakan yang telah dilakukan ini.

“Caranya tidak seperti ini. Warga Pesanggrahan ayo bicara kedalam,” ungkapnya menggunakan mega phone.

Hingga berita ini diturunkan, wanita yang akrab disapa Bude tersebut belum bisa dikonfirmasi. Selain itu, juga turun surat kerjasama dari Perhutani untuk menutup pembangunan wahanan wisata alaska. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Ice Age, Spot Favorite dan Instagramable Jatimpark 3

Diterbitkan

||

Oleh

Ice Age, Spot Favorite dan Instagramable Jatimpark 3

 

KABARMALANG.COM – Dari sekian banyaknya spot di Jatimpark 3, Ice Age yang berletak di Dinopark terbukti menjadi salah satu tempat yang jadi favorit wisatawan.

Bukan hanya miniatur dan replika es saja, namun suasana dan udara dingin di spot ice age itu juga begitu mendukung. Sehingga, bisa membuat wisatawan yang berkunjung merasakan kehidupan pada zaman es.

“Paling lama memang disini. Soalnya tempat ini yang paling familiar,” ungkap Dirga Wahyu Pratama salah satu pengunjung Jatimpark 3. Terlebih ketika saat liburan, spot Ice Age sering penuh dengan anak-anak.

Lebih lanjut, Dirga menerangkan bahwa dalam spot ice banyak mengajarkan wisatawan yang datang dengan dunia es. Terlebih ekspektasi anak-anak yang cukup familiar dengan animasi ice age bisa terpenuhi untuk berinteraksi langsung dengan cyber tooth, berang-berang, dan bahkan mamoth.

Terpisah Assisstent Operasional Manager Dinopark Andi Wahyu Dwi Kurniawan membenarkan bahwa spot Ice Age merupakan spot paling favorit. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan pada spot tersebut berkisar 500 pengunjung setiap harinya.

“Mungkin salah satu yang membuat jadi favorit karena film Ice Age juga sudah familiar sehingga ketika sampai pada spot Ice Age Dinopark maka wisatawan tinggal mengaplikasikan,” terangnya.

Andi juga menambahkan bahwa di spot Ice Age juga memberikan edukasi bahwa pinguin dan kingkong merupakan salah satu hewan purba yang masih eksis hingga saat ini. (arl/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com