Connect with us

Peristiwa

Warga Tirtoyudo Gantung Diri, Diduga Alami Depresi

Diterbitkan

,

Jajaran Polsek Tirtoyudo saat mengevakuasi korban. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang kakek gantung diri di Dusun Sukorejo, Tirtoyudo Rabu (20/1). Pagi buta, Ngadimin, 89, terlihat warga, tergantung di pohon.

Korban tergantung di pohon cengkeh belakang rumahnya. Tetangga korban memergoki jenazahnya sekitar pukul 02.30 WIB.

Yaitu, Rahadi dan Dian yang berbelanja ke pasar. Kapolsek Tirtoyudo, AKP Lukman Hudin mengiyakan.

Dugaannya, korban nekat melakukan bunuh diri karena depresi. Sebab, korban sedang menderita penyakit.

Baca Juga : Dibunuh Teman, Kakek Tirtoyudo Dibuang ke Sungai.

“Sebelumnya korban pernah perawatan di RSI Gondanglegi. Keluhannya seperti orang bingung. Tetapi, setelah diagnose tidak ketemu penyakitnya. Sehingga anjuran dokter untuknya adalah pulang,” ungkapnya, Rabu siang (20/1).

Selanjutnya, Lukman menegaskan kondisi tubuh korban. Tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan pada tubuh Ngadimin.

“Sarana untuk bunuh diri adalah tampar biru. Serta, kain berwarna putih,” tuturnya.

Baca Juga : Mantan Narapidana Pencabulan Tewas Gantung Diri.

Petugas medis setempat sudah memeriksa tubuh korban. Serta, hendak membawa korban otopsi di KM RSSA. Tetapi, keluarga tidak berkenan.

“Keluarga membuat surat pernyataan menerima. Keluarga korban menganggap bahwa kejadian ini adalah musibah,” tandas Lukman.(im/yds)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Video Gantung Diri Ternyata Di Jabung, Korban Pria Sebatang Kara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Kios Helm Stasiun Kota Baru Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Diterbitkan

,

Kios Helm Stasiun Kota Baru Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Kebakaran di kios helm deretan Stasiun Kota Baru Jalan Trunojoyo Kota Malang. (Foto : Tangkapan layar)

 

KABARMALANG.COM – Kios helm Jalan Trunojoyo Kota Malang terbakar, Sabtu (27/2). Kerugian akibat kebakaran di deretan Stasiun Kota Baru mencapai puluhan juta rupiah.

Kios helm yang terbakar, tepat di seberang RM Ocean Garden. Enam unit Damkar berjibaku sejak pagi, 06.30 WIB.

Dalam kebakaran, terlihat dua kios 6 x 3 meter hangus. Dua kios helm itu milik Sulikha dan Rifai.

Kabar Lainnya : Kebakaran Pakisaji, Satu Lansia Tewas Tertimpa Balok Atap

Sementara, kios sebelah utaranya hanya terdampak. Tetapi, tidak sampai ikut terbakar.

Saksi mata, Wigyan Praptanyo, 51 membenarkan. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

“Awalnya saya mendengar ada suara ledakan. Saat itu posisi pintunya tertutup, saya kira itu pencuri,” ucap satpam RM Ocean Garden itu.

Kabar Lainnya : Awas Bahaya Kebakaran Walau Malang Raya Sering Kehujanan

Karena curiga, Wigyan berusaha melihat asal suara tersebut. Tetapi pintu kios tertutup. Sehingga, dia berupaya mengintip ke dalam bedak tersebut.

“Sumber suara dari bedak milik Sulikha. Saya berusaha mengintip lewat lobang. Ternyata di dalam sudah ada api yang menyala,” ujar Wigyan.

Sisa puing helm-helm yang terbakar di kios deretan Stasiun Kota Baru Jalan Trunojoyo Kota Malang. (Foto : Istimewa)

Melihat kios terbakar, Wigyan pun panik. Dia juga berteriak minta tolong ke warga yang lewat. Supaya, segera menghubungi pemadam kebakaran.

“Saya juga menyuruh anak-anak saya menghubungi pemilik bedak helm,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Human Error Mayoritas Penyebab Kebakaran.

Tidak lama kemudian, petugas Damkar Pemkot Malang merapat. Mereka pun langsung berupaya memadamkan kios yang terbakar.

“Petugas Damkar awalnya datang tiga unit. Pemilik bedak juga datang. Selang waktu tidak lama datang lagi,” jelasnya.

Akibat kebakaran tersebut, seketika jalan Trunojoyo macet total. Dugaannya, kobaran api berasal dari arus pendek listrik. Kios terbakar baru padam sekitar pukul 07.40 WIB.

Belum terdeteksi berapa kerugian materil korban. Namun, estimasi setidaknya mencapai puluhan juta rupiah.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Pujon Kembali Longsor, Jalan Malang-Kediri Buka Tutup

Diterbitkan

,

Pujon Kembali Longsor, Jalan Malang-Kediri Buka Tutup
Situasi perlintasan Malang-Kediri di Dusun Lebak Sari, Rt 32, Rw 14, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon usai terjadi longsor. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bencana longsor kembali terjadi di kawasan Pujon. Kali ini berlokasi di kawasan Dusun Lebak Sari, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon.

Tebing penyangga jalur Malang-Kediri longsor. Plengsengan itu setinggi 4 meter dan selebar 8 meter.

Sementara, longsor terjadi Kamis (25/2) malam pukul 22.15 WIB. Sebelumnya, hujan deras mengguyur kawasan itu. Akibatnya separuh jalan juga retak akibat longsor tersebut.

“Alhasil, hanya separuh jalan yang berfungsi untuk perlintasan. Kendaraan lewat secara bregantian. Separuhnya kami tutup dengan police line,” ungkap plt Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Jum’at (26/2).

Saat ini, tim gabungan sudah berada di lokasi. Yakni BPBD, PMI dan Muspika Pujon. Petugas juga sedang mengamankan perlintasan kendaraan.

Pujon kembali longsor menjadi peristiwa kesekian kali di Malang barat. Tetapi, kali ini tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” tutur Sadono.

Menurut Sadono, longsor terjadi akibat hujan intensitas tinggi. Sehingga tanah melunak.

“Kami sedang memantau pembenahan jalan yang retak. Tetapi, masih melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat,” tutup Sadono.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Malang sudah mengimbau masyarakat waspada. Terutama, pengendara yang hendak melalui jalur Malang-Kediri.

Kabar Lainnya : Hati-Hati! Longsor Di Pujon Masih Berpotensi Terjadi Kembali.

Pasalnya, tebing di kawasan Pujon masih berpotensi longsor. Apalagi, debit air masih cukup tinggi saat penghujan.

Selain itu, kemiringan tebing di Pujon juga cukup rawan. BMKG juga sudah mewanti-wanti masyarakat.

Curah hujan tinggi berpotensi bencana. Baik itu longsor, banjir dan pohon tumbang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Sex Toys Sitaan Dimusnahkan Bea Cukai Malang, Negara Rugi 4,8 Miliar

Diterbitkan

,

Sex Toys Sitaan Dimusnahkan Bea Cukai Malang, Negara Rugi 4,8 Miliar
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Cukai Malang memusnahkan ribuan rokok beserta barang ilegal hasil penindakan yang didapat sepanjang tahun 2020. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bea Cukai Malang memusnahkan puluhan sex toys, Jumat (26/2). Pemusnahan ini berbarengan dengan ribuan barang ilegal lainnya.

Sex toys ini termasuk sitaan sepanjang tahun 2020. Selain itu, sitaan lainnya adalah tembakau berjumlah 975.028 batang. Kemudian hasil pengolahan tembakau lainnya sebanyak 96 botol.

Bea Cukai Malang memusnahkan semua barang ilegal itu. Lokasi pemusnahan di PT Alam Sinar, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Bea Cukai Malang juga menetapkan 3 orang tersangka. Itu tangkapan sepanjang tahun 2020.

“Lainnya masih dalam proses di pengadilan dan kejaksaan. Keseluruhan merupakan pelaku rokok ilegal,” ungkap Kepala KPP Bea Cukai TMC Malang, Latif Helmi usai pemusnahan barang ilegal.

Selain tembakau ilegal, ada sejumlah barang kiriman pos lainnya. Yaitu anak panah, senjata dan onderdil senjata api.

Total barang berjumlah 35 item. Bea Cukai Malang juga memusnahkan semua barang itu.

“Kerugian negara dari barang ilegal mencapai Rp 306 juta,” tuturnya. Sedangkan kerugian negara sepanjang tahun 2020 Rp 4,8 miliar.

“Selama 2020, kami telah memusnahkan 6 juta batang rokok. Kemudian 12.546 bungkus rokok. BKC HTPL sebanyak 106 botol. BKC MMEA sejumlah 12.546 liter. Kemudian barang kiriman pos sebanyak 162 item barang,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Bea Cukai Malang Musnahkan Puluhan Sex Toys.

Puluhan sex toys sitaan Bea Cukai Malang yang dimusnahkan, Jumat (26/2).

Bea Cukai Malang berkomitmen melaksanakan fungsi community protector. Bea Cukai juga berupaya melindungi warga dari barang ilegal.

“Kami memberikan perlindungan dari barang-barang terlarang. Karena jika tidak terkendali, maka akan mengganggu kesehatan. Berbahaya juga untuk keamanan dan moralitas,” jelas Latif.

Terakhir, Latif menerangkan seluruh barang bukti berasal dari Malang. Pemesan sex toys juga berasal dari Malang.

“Kami pun tak sembarangan menetapkan tersangka. Ada tiga syarat. Yakni kepastian, kemanfaatan dan keadilan hukum terpenuhi. Maka akan kami proses,” tutup Latif.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com