Peristiwa
Police Line Terpasang di Griya Sulfat Inside, Kepala PU : Itu Tanah Urugan

KABARMALANG.COM – Police line terpasang di Griya Sulfat Inside. Pos darurat juga berdiri di perumahan kawasan Bunulrejo itu.
Karena, Basarnas dan personel gabungan masih mencari korban. Yakni, Roland Sumarna, 40. Dia penghuni kavling nomor 10.
Pantauan Kabarmalang.com, police line terpasang di gerbang. Sehingga, Griya Sulfat Inside tidak terakses.
Police line lainnya terpasang di sekitar TKP. Tepatnya, area longsor yang membuat Roland hilang. Yakni, carport depan rumah korban.
Jumlah rumah di perumahan itu, 8 unit. Total rumah yang terhuni baru 4 unit.
Tetapi, harusnya ada 10 unit di perumahan itu. Hanya saja, dua masih dalam masa pembangunan.
Total warga yang terdampak sekitar 14 orang. Baca Juga : Satu Rumah Longsor di Griya Sulfat Inside, Izin Pengembang Dikorek.
Hadi Santoso, Kepala DPUPRPKP Kota Malang ikut berpendapat. Menurutnya, tanah perumahan yang di-police line adalah tanah urugan. Alias bukan tanah yang asli di situ.
“Coba lihat bekas longsor. Itu bukan tanah asli. Itu tanah urugan,” jelas Soni, sapaannya, kepada wartawan, di Bandulan, Selasa (19/1).
Lalu, terkait perizinan, Soni juga berkomentar. Dia menuturkan izin perumahan tersebut sudah pernah terbit 2015.
“Nanti kami akan ukur lagi pelanggarannya seberapa jauh. Karena dari bibir sungai harusnya berjarak 6 meter,” terangnya.
Soni menuturkan bahwa yang longsor bukan rumah warga. Tetapi, carport dari salah satu rumah di situ.
Dia mengharap pengembang jangan asal menggarap pembangunan. Pengembang harus hati-hati menggarap agar tanahnya tidak longsor.
“Untuk itu, kami mohon para developer juga hati-hati. Boleh bangun tapi harus pasang dinding penahan yang kuat. Biar nggak longsor,” harapnya.
Soni juga akan mengundang pihak pengembang ke kantornya. Namun, bila pengembang menghilang, Soni bakal melacaknya.
“Tadi masih dicari. Kalau menurut pak RT semalam, developernya rumahnya di Sukun. Akan kami lacak,” imbuhnya.
Soni ingin bertanya banyak hal kepada pengembang. Terutama tentang penanganan permanen perumahan.
Baca Juga : Warga Bunulrejo Terseret Longsor, Basarnas Turun Tangan.
Sebelumnya, tanah longsor terjadi Kelurahan Bunulrejo, Senin (18/1) sore. Satu orang pun hilang.
Korban bernama Roland Sumarna, 40, warga Griya Sulfat Inside.
Tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara, korban sedang membersihkan drainase tersumbat di depan rumahnya.
Korban jatuh terseret material longsor ke dalam Sungai Bango. Setelah pencarian, tidak ada respon dan tanda-tanda korban.
Bagian rumah korban yang mengalami longsor, hanya halaman depan. Sementara, posisi rumah korban menghadap ke arah sungai. Jarak rumah hanya lima meter dari bibir Sungai Bango.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































