Edukasi
Pidato Jokowi : UB Mampu Berkontribusi Untuk Indonesia Maju

KABARMALANG.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pidato daring di UB. Sambutannya adalah untuk memperingati Dies Natalis ke-58 UB.
Jokowi meyakini UB mampu berkontribusi besar bagi Indonesia maju.
“Indonesia menunggu IPTEK unggul produk UB. Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Jokowi melalui saluran YouTube UBTV Livestream, Selasa (5/1).
Baca juga : Dies Natalis, FKH UB Gelar Seminar Internasional
Pidato Jokowi juga mengapresiasi pengajuan paten UB. Selama pandemi covid-19, para inventor UB mengajukan 132 paten. Ini menjadi tertinggi di Indonesia dalam kategori universitas.
“Namun, saya berharap kita tidak berhenti pada jumlah paten. Dan harus berlanjut dengan jalinan kerja sama,” terangnya.
Jokowi menekankan penguatan hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi. Yakni, melalui kolaborasi universitas dan industri untuk kemajuan bangsa.
Pidato Jokowi juga mengapresiasi pendidikan tinggi. Karena, PT adalah organisasi paling sempurna sebagai rujukan reformasi.
“Inovasi adalah kata kunci. Oleh sebab itu, jangan lagi terjebak dalam rutinitas,” tandasnya.
Pidato Jokowi menekankan pengembangan cara-cara baru. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus bertumbuh.
Kreasi-kreasi baru harus mengembang dan mendapat fasilitas. Oleh karena itu, pendidikan harus berjalan dengan cara-cara baru.
“Mahasiswa harus terfasilitasi agar bisa belajar kepada siapa saja. Belajar kepada pelaku industri, bisa. Belajar kepada wirausahawan, silakan,” jelasnya.
Lalu, belajar kepada praktisi pemerintahan. Juga, pelaku-pelaku lapangan lainnya.
“Kerjasama dengan praktisi bukan hanya memberikan pengalaman kerja mahasiswa. Tetapi juga bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi,” ungkapnya.
Tujuannya, untuk research and development di dunia industri. Sekaligus pengembangan ilmu-ilmu murni.
Sebelum menutup pidato, Jokowi berpesan. Pendidikan tinggi harus membangun karakter generasi muda.
“Membangun jiwa kebangsaan yang kokoh, dengan memegang teguh Pancasila,” tuturnya.
Yakni, menghargai kebhinekaan dalam persaudaraan dan persatuan. Berintegritas tinggi dan anti korupsi. Serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi.(fat/yds)
Peristiwa13 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa11 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa8 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan7 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga3 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi15 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266























