Hukrim
Penyebar Hoax Catut Kapolresta Ditangkap

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota berhasil menangkap penyebar berita bohong, datang ke Kota Malang akan menjalani karantina 14 hari.
Pelaku adalah warga Lamongan, berinisial AC yang sudah berusia 52 tahun.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menuturkan, penangkapan pelaku berawal dari penyelidikan pasca beredarnya berita bohong.
Isinya adalah himbauan dari Kapolresta bagi warga yang masuk Kota Malang mulai 15 Desember sampai 25 Desember 2020 akan menjalani karantina selama 14 hari.
“Tersangka telah menyebarkan berita bohong, berisi warga masuk Kota Malang akan di karantina 14 hari, yang bersumber dari Bapak Kapolresta,” kata Leonardus dalam konferensi pers di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (21/12/2020).
Menurut Leonardus, tersangka ditangkap di kampung halamannya, yakni di wilayah Paciran, Kabupaten Lamongan.
Penangkapan berdasarkan hasil penyelidikan atas informasi bohong atau hoax yang disebarkan.
“Tersangka ditangkap di Paciran, Lamongan. Terindentifikasi sebagai penyebar pertama dari berita bohong itu,” tuturnya.
Penyelidikan turut mengungkap, lokasi dimana tersangka menyebarkan berita bohong yakni di sebuah warung kopi kawasan Sawojajar, Kota Malang.
Berita bohong disebarkan melalui akun Facebook pribadinya (Amar Senengan Ku), 16 Desember 2020 lalu.
“Berita bohong disebarkan lewat akun Facebook milik tersangka, pada 16 Desember 2020 lalu,” kata Leonardus.
Tersangka dijerat Pasal 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang berita bohong, subsider Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
“Tersangka dijerat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara, karena menyebarkan berita bohong,” tegas Leonardus.
Polisi juga menyita satu unit Hp dan tangkapan layar postingan berita bohong yang disebarkan. Leonardus menyebut, tersangka sebelumnya telah menghapus unggahan berita bohong itu.
“Tetapi jejak digital berhasil kita temukan, dan kami gunakan sebagai barang bukti,” ungkap Leonardus.
Kapolresta juga menghimbau kepada masyarakat agar tak menyebarkan berita bohong atau hoax, karena itu melanggar hukum.
Sementara itu, tersangka mengaku, mengunggah himbauan itu karena iseng. Himbauan berisi berita bohong itu dimiliki setelah menerima pesan WhatsApp dari orang tak dikenal.
“Saya terima dari pesan WA (WhatsApp) dari nomor tak dikenal. Kemudian saya unggah di Facebook. Tak lama kemudian saya hapus,” ujar AC saat dihadirkan dalam konferensi pers.
AC berkali-kali mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya itu. Dirinya tak menyangka, akan berhadapan dengan hukum, karena keisengannya itu.
“Saya menyesal, saya kapok. Itu hanya iseng saja. Saya minta maaf kepada Bapak Kapolresta dan seluruh masyarakat,” ucap AC. (rjs/fir)
Peristiwa22 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa20 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa17 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan16 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga11 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi1 hari agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266
Serba Serbi2 jam agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 28 Oktober 2026 Cerah Berawan Hingga Hujan Petir





























