Connect with us

Pilbup 2020

3 Paslon Tawarkan Solusi Tangani Narkotika

Diterbitkan

,

Pelaksanaan debat pamungkas paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Selasa (1/12). (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Bupati Malang punya pekerjaan rumah terkait penyalahgunaan narkoba. Data pengguna narkoba masih tinggi berdasarkan data BNN.

Inilah sub tema debat publik pamungkas Pilkada Kabupaten Malang. Selasa (1/12), tiga paslon beradu argumen soal penanganan narkoba.

Debat berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Malang. Dalam debat, muncul data soal wilayah rawan narkoba. Misalnya Singosari, Lawang, Dampit, Karangploso, Dau, dan Sumbermanjing Wetan.

Ironisnya, penyalahgunaan narkoba mayoritas dilakukan pemuda usia 21-25 tahun. Jumlahnya mencapai 986 orang di Kabupaten Malang.

Paslon nomor urut 1 pun memberi tanggapan. Sanusi dan Didik Gatot Subroto akan mengupayakan untuk bisa bersinergi dengan BNN Kabupaten Malang.

Sinergi ini merambah ranah teknis untuk menggelar operasi senyap. Tujuannya demi menekan peredaran narkoba.

“Kami akan berupaya memfasilitasi BNN agar bisa mengoptimalkan operasi senyap. Seperti transportasi dan fasilitas lainnya. Sedangkan, melalui Perbup, akan kami giatkan kegiatan masyarakat. Dalam rangka menekan peredaran narkoba,” terang Sanusi.

Sementara itu, Paslon nomor urut 2 fokus pada preventif. Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono akan melakukan pencegahan dini. Pembinaan bisa dimulai dari lingkup sekolah.

Tetapi, diimbangi pula dengan edukasi bagi masyarakat. Terutama mereka yang terjerumus ke dalam barang haram tersebut.

“Pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Sementara itu juga pencegahan sekunder. Agar pemakai yang sudah direhabilitasi tidak menjadi adiksi,” terang Lathifah.

“Dan bagi pecandu rehabilitasi tidak akan berhenti. Jangan sampai (peredaran narkoba) meluas,” imbuhnya.

Sedangkan, paslon nomor urut 3, fokus pada rehabilitasi. Heri Cahyono – Gunadi Handoko akan mengandalkan sistem rehabilitasi berkelanjutan.

“Dari pantauan dan sepengetahuan kami, BNN sepertinya bekerja sendirian. Kami akan lakukan sinergi dan komunikasi bersama BNN,” terang Heri.

Dari catatannya, pecandu belum dibina lebih lanjut paska rehabilitasi. Dan pola preventif sepertinya belum efektif.

“Untuk itu rehabilitasi akan kami upayakan berkelanjutan. Hingga yang bersangkutan selesai menjalani rehabilitasi,” tukas Heri.(im/yds)

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com