Connect with us

Hukrim

Otak Penipuan Deposito Bodong Terungkap

Diterbitkan

,

Otak Penipuan Deposito Bodong Terungkap
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar merilis kasus deposito bodong Pakis. (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COMPolres Malang membekuk YM 29. Dia Warga Desa Bunut Wetan, Pakis Kabupaten Malang. Dialah otak penipuan deposito bodong yang merugikan puluhan orang.

Sabtu (31/10), Polres Malang mengungkap motif otak penipuan. Dia berani menipu karena mantan freelance BRI Syariah Malang.

Otak penipuan ini ternyata mantan karyawan freelance tahun 2016. Setelah berhenti, dia bekerja sebagai penjual Pempek Palembang.

“Juni 2019, dia menjalankan aksinya mencari korban deposito bodong,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam rilis di Mapolres Malang.

Baca juga : Puluhan Warga Kabupaten Malang Korban Deposito Bodong

Atas ulah membuat deposito bodong, tersangka dikenakan dua pasal. Yakni, pasal 378 dan 372 tentang penipuan penggelapan.

Ancaman hukuman otak penipuan ini 4 tahun penjara.

“Itu masih sementara. Kita masih melihat perkembangan penyelidikan kasus ini,” ujar Hendri.

Menangis Saat Dirilis

YM sendiri meninggalkan dua anak. Masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun.

“Anak saya kini dirawat sudara saya di Palembang,” terang YM saat kepada Kabarmalang.com sembari sesenggukan tidak kuat menahan tangis.

Menurut pengakuan YM, uang deposito bodong dipakai sendiri. Tapi, dia juga melakukan gali lubang tutup lubang. Itu untuk menutup janji bunga kepada korban tiap bulan.

Sebagai informasi, YM ditangkap oleh Polres Malang, 27 Oktober. Dia otak kasus deposito bodong pencatut nama BRI Syariah.

Total korban ulah YM tersebut sebanyak 67 orang.

Baca juga : Cerita Korban Deposito Bodong di Kabupaten Malang

Ada beberapa program yang ditawarkan YM kepada 67 korban. Di antaranya program Simpanan Pelajar, tabungan haji, dan Simpanan FAEDAH.

Total kerugian korban mencapai Rp 1,4 miliyar.

BRI Kanwil Malang mengapresiasi prestasi Polres Malang. “BRI akan memantau proses hukumnya,” tandas Rachman Arif, Humas BRI Kanwil Malang, diwawancara sebelumnya.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sex Toys Sitaan Dimusnahkan Bea Cukai Malang, Negara Rugi 4,8 Miliar

Diterbitkan

,

Sex Toys Sitaan Dimusnahkan Bea Cukai Malang, Negara Rugi 4,8 Miliar
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Cukai Malang memusnahkan ribuan rokok beserta barang ilegal hasil penindakan yang didapat sepanjang tahun 2020. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bea Cukai Malang memusnahkan puluhan sex toys, Jumat (26/2). Pemusnahan ini berbarengan dengan ribuan barang ilegal lainnya.

Sex toys ini termasuk sitaan sepanjang tahun 2020. Selain itu, sitaan lainnya adalah tembakau berjumlah 975.028 batang. Kemudian hasil pengolahan tembakau lainnya sebanyak 96 botol.

Bea Cukai Malang memusnahkan semua barang ilegal itu. Lokasi pemusnahan di PT Alam Sinar, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Bea Cukai Malang juga menetapkan 3 orang tersangka. Itu tangkapan sepanjang tahun 2020.

“Lainnya masih dalam proses di pengadilan dan kejaksaan. Keseluruhan merupakan pelaku rokok ilegal,” ungkap Kepala KPP Bea Cukai TMC Malang, Latif Helmi usai pemusnahan barang ilegal.

Selain tembakau ilegal, ada sejumlah barang kiriman pos lainnya. Yaitu anak panah, senjata dan onderdil senjata api.

Total barang berjumlah 35 item. Bea Cukai Malang juga memusnahkan semua barang itu.

“Kerugian negara dari barang ilegal mencapai Rp 306 juta,” tuturnya. Sedangkan kerugian negara sepanjang tahun 2020 Rp 4,8 miliar.

“Selama 2020, kami telah memusnahkan 6 juta batang rokok. Kemudian 12.546 bungkus rokok. BKC HTPL sebanyak 106 botol. BKC MMEA sejumlah 12.546 liter. Kemudian barang kiriman pos sebanyak 162 item barang,” sambungnya.

Kabar Lainnya : Bea Cukai Malang Musnahkan Puluhan Sex Toys.

Puluhan sex toys sitaan Bea Cukai Malang yang dimusnahkan, Jumat (26/2).

Bea Cukai Malang berkomitmen melaksanakan fungsi community protector. Bea Cukai juga berupaya melindungi warga dari barang ilegal.

“Kami memberikan perlindungan dari barang-barang terlarang. Karena jika tidak terkendali, maka akan mengganggu kesehatan. Berbahaya juga untuk keamanan dan moralitas,” jelas Latif.

Terakhir, Latif menerangkan seluruh barang bukti berasal dari Malang. Pemesan sex toys juga berasal dari Malang.

“Kami pun tak sembarangan menetapkan tersangka. Ada tiga syarat. Yakni kepastian, kemanfaatan dan keadilan hukum terpenuhi. Maka akan kami proses,” tutup Latif.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Begal Sawojajar Malang Didor, Sempat Sabetkan Celurit Ke Polisi

Diterbitkan

,

Begal Sawojajar Malang Didor, Sempat Sabetkan Celurit Ke Polisi
Kedua begal Sawojajar Malang yang ditembak karena membacok petugas polisi. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Begal yang viral di Sawojajar Kota Malang didor. Kedua begal itu harus menaiki kursi roda.

Karena, kaki begal viral di Sawojajar Malang tercium peluru. Saat rilis Kamis (25/2), Polresta Malang Kota merinci kronologi penembakan.

Dua begal yang meresahkan Sawojajar Malang itu bernama W, 31. W berasal dari Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Sementara, pelaku kedua adalah S, 32. Dia warga Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan.

Keduanya adalah pelaku curanmor. Selasa (23/2) malam mereka sudah sempat mencuri motor.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Awalnya polisi mendapatkan laporan dari korban curanmor, AC.

Korban warga Kecamatan Kedungkandang. AC melaporkan sepeda motornya amblas 23 Februari 2021.

Peristiwa pencurian terjadi Selasa (23/2) pukul 20.30 WIB. Korban bersama dengan temannya datang ke Kani Café. Lokasi di Simpang Tiga Janti Jalan S Supriadi Kelurahan Bandungrejosari,” ujar Leo, sapaannya, kepada wartawan, di Mapolresta Malang Kota, Kamis (25/2).

Kabar Lainnya : Begal Pantat Pasar Besar Ditangkap Polisi.

Saat itu korban datang dengan sepeda motor miliknya. Kemudian dia memarkir sepeda motor di depan café dalam keadaan terkunci.

“Namun sekira pukul 23.30, korban melihat  motor miliknya hilang,” lanjutnya.

Korban mengalami kerugian senilai Rp 19 Juta. Sehingga, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota.

“Tak berselang sejak kejadian itu, anggota Resmob langsung mendatangi TKP. Serta melakukan olah TKP dan mencari saksi serta rekaman CCTV,” jelasnya.

Rabu (24/2) Unit Resmob Satreskrim menerima kring serse. Siang hari, ada warga melihat dua orang yang mencurigakan.

“Selanjutnya anggota Resmob melakukan pembuntutan terhadap pelaku. Sampai di daerah Jalan Danau Kerinci Raya Sawojajar,” tutur Leo.

Kabar Lainnya : Curi Motor, Residivis Asal Sawojajar Kembali Ditangkap Polisi.

Kemudian anggota Resmob melakukan penggeledahan terhadap dua orang.

“Namun kami tidak menyangka pelaku W  mengeluarkan sajam. Yaitu jenis clurit yang masih terbungkus sarung,” terangnya.

“Selanjutnya pelaku membacok petugas dengan celurit terbungkus itu. Pelaku membacok sebanyak dua kali,” tambahnya.

Polisi terpaksa harus membela diri. Sehingga, petugas melepaskan dua kali tembakan ke kaki pelaku.

“Masa kami ketika terancam dengan sajam pasang badan saja. Maka dari itu kami lakukan tindakan tegas terukur,” tegas Leo.

Buntutnya, salah satu polisi berpakaian preman pun terluka. Namun, lukanya tidak parah. Karena sajam tersebut masih terbungkus sarung.

Sehingga, akhirnya dua begal di Sawojajar Malang itu tertangkap. Polisi pun melakukan penggeledahan tas milik kedua pelaku.

“Kami temukan 16 mata kunci T dan 3 gagangnya. Dalam interogasi, kedua pelaku mengakui telah melakukan pencurian. Yaitu satu unit sepeda motor,” tambahnya.

Kapolresta Malang Kota dan jajarannya menunjukkan sejumlah barang bukti penangkapan curanmor yang viral di Sawojajar Malang. (foto : Fathi)

Selanjutnya, anggota Resmob melakukan pencarian sepeda motor tersebut. Polisi menemukan motor terparkir di warung tepi jalan raya. Lokasinya di daerah Purwodadi Kabupaten Pasuruan.

“Dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam kami berhasil mengamankan pelaku. Kami juga berhasil menemukan barang bukti sepeda motor,” jelas Leo.

Kemudian Polresta Malang Kota mengamankan pelaku di markas polisi. Para pelaku kini menjalani pemeriksaan dan pengembangan.

Kedua pelaku kena perkara pencurian dengan pemberatan. Yaitu Pasal 363 KUHP. Dengan ancaman hukuman selama-lamanya sembilan tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Ratusan Gram Narkoba

Diterbitkan

,

Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Ratusan Gram Narkoba
Pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COMKejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang memusnahkan barang bukti perkara kejahatan. Kamis (25/2), pemusnahan terhelat di halaman kantor Kejari Kabupaten Malang.

Kejari Kabupaten Malang, membakar barang bukti yang sudah inkrah. Atau berkekuatan hukum tetap periode Agustus 2020 sampai Januari 2021.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kabupaten Malang, Januardi Jaksha Negara membenarkan.

Kabar Lainnya : Kepanjen dan Sumawe Zona Merah Narkoba.

Dia merinci daftar pemusnahan barang bukti. Yakni daun ganja seberat total 45,78 gram. Dengan rincian 1 linting, 9 tangkai, 17 poket, dan setengah garis tanaman.

Kemudian, 348.166 gram sabu-sabu dan 13727,5 pil dobel L. Setelah itu, 127 poket sabu-sabu, dan 70 butir pil extasi.

“Barang bukti itu dari 258 perkara kejahatan di Kabupaten Malang,” ungkap Januardi.

Jenis perkaranya bervariasi. Yakni penyalahgunaan narkoba, penipuan, dan tindak kejahatan dengan kekerasan.

“Namun yang paling dominan adalah kasus penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Kejaksaan juga mengestimasi nilai total barang bukti narkoba. Perputaran uang narkoba mencapai ratusan juta rupiah di Kabupaten Malang.

“Ironisnya lagi, penyalahgunaan narkoba tersebut banyak anak usia sekolah. Bahkan anak di bawah umur,” tuturnya.

Sementara itu, Kasipidum Sobrani Binzar sepaham. Wilayah Kabupaten Malang rawan narkoba adalah Polsek urban. Yakni Kepanjen, Singosari, Lawang, dan Karangploso.

“Mungkin karena wilayah-wilayah itu adalah kawasan perlintasan. Sehingga, sangat rawan terjadinya penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Padahal, pemusnahan barang bukti hanyalah sampel pengungkapan kasus besar. Sehingga, kasus narkoba di Kabupaten Malang cukup mengkhawatirkan.

“Narkoba di atas 10 gram sudah musnah saat penyidikan. Sementara, sampel saja sudah mencapai 300 gram lebih. Kesimpulannya, kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Malang cukup tinggi,” pungkas Sobrani.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com