Connect with us

Hukrim

Mantan Kepala Desa Slamparejo Jabung Korupsi DD/ADD, Kerugian Negara Capai Rp 609 juta

Diterbitkan

||

Mantan Kepala Desa Slamparejo Jabung Korupsi DD/ADD

KABARMALANG.COM – Kasus Korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh mantan Kepala Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Gaguk Setiawan.

Pihaknya diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang setelah diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Malang pada 19 Agustus 2020 lalu.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (22/09/2020) di Mapolres Malang mengatakan, Gaguk menjabat sebagai Kades Slamparejo selama dua periode, yakni periode 2007 hingga 2018.

Gaguk diketahui menyalahgunakan DD dan ADD pada tahun 2017 serta 2018.

“Tersangka sebagai penanggungjawab menyalahgunakan wewenang. Yang mana DD dan ADD seharusnya untuk program-program yang dibuat dalam RAB desa, ternyata tidak digunakan semestinya,” katanya.

Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat itu merinci total ADD yang diembat oleh oleh Gaguk pada tahun 2017 mencapai Rp 488 juta lebih dan DD senilai Rp 829 lebih.

Sedangkan pada tahun 2018 total ADD yang disalahgunakan senilai Rp 492 lebih dan DD mencapai Rp 875 lebih.

Berdasarkan audit bersama Inspektorat Kabupaten Malang, kerugian negara yang diakibatkan dari korupsi yang dilakukan Gaguk mencapai Rp 609.342.160.

“Barang bukti yang kita amankan diantaranya 78 lembar kwitansi penerimaan uang tahun 2017, 49 lembar kwitansi penerimaan uang tahun 2018, 14 bendel laporan pertanggungjawaban ADD dan DD tahun 2017, 23 bendel LPJ ADD dan DD tahun 2018, serta 2 buah buku rekening kas desa,” terang Hendri.

Akibat perbuatannya, Gaguk harus mendekam di rumah tahanan Mapolres Malang. Dia dijerat pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 subsider pasal 8 undang-undang nomor 20 tahun 2001 atas perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Dan denda paling sedikit 200 juta, dan paling banyak 1 miliar,” pungkas Hendri. (haq/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Pencuri Sapi Poncokusumo Dibekuk Polisi

Diterbitkan

||

Pencuri Sapi Poncokusumo Dibekuk Polisi
Pelaku pencurian sapi saat dirilis oleh Kapolsek Poncokusumo, AKP Moh. Lutfi, Selasa (27/10). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Nasikin, 47 warga Desa Ketanireng, Prigen Poncokusumo, gelap mata. Dia menjadi pencuri sapi keponakannya sendiri, Ahmad Salin.

Kontan saja, Nasikin ditangkap oleh Polsek Poncokusumo.

“Nasikin ini memang terkenal ruwet. Bahkan sebelum ditangkap polisi, dia sudah terkenal,” terang Kapolsek Poncokusumo, AKP Moh. Lutfi saat konferensi pers di Mapolsek Poncokusumo, Selasa (27/10).

Dalam pemeriksaan polisi, Nasikin mengaku kepepet. Dia menjadi pencuri sapi karena tidak punya uang.

Awalnya, Nasikin konsultasi Misbakul Roji, 37. Roji warga desa Patokwicis, Kecamatan Wajak. Roji tidak lain juga keponakann Si pencuri sapi.

“Dia (Nasikin) minta tolong Misbakul Roji untuk menjualkan. Jika dia berhasil mengambil sapi tersebut,” tutur Kapolsek Poncokusumo.

Baca juga : Pemuda Poncokusumo Setubuhi Remaja di Vila Songgoriti

Misbakul Roji profesinya sebagai makelar sapi. Setelah mendatangi rumah Ahmad Salin di Poncokusumo, Nasikin bersiasat.

Dia memasuki kandang sapi, Jum’at (23/10) sekitar pukul 20.00. Dari Poncokusumo, sapi digiring ke Wajak.

Sesuai rencana awal, Nasikin memberikan sapi tersebut kepada Roji. Sapi curian dari Poncokusumo akan dijual ke pasar.

“Paginya, Sabtu (24/10), korban mengetahui sapinya hilang. Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Poncokusumo,” katanya.

Kapolsek Poncokusumo AKP M Lutfi saat menginterogasi tersangka pencuri sapi

“Setelah itu kami segera bergerak melakukan penyelidikan lebih dalam. Kurang dari 24 jam, Polsek Poncokusumo menangkap tersangka,” kata Lutfi.

“Misbakul Roji tertangkap di Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Sedangkan Nasikin berhasil diamankan di Indomart Singosari.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka dikenai pasal 363 KUHP. Ini tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Jaringan Narkotika Kota Malang Dibongkar

Diterbitkan

||

Jaringan narkotika Kota Malang Dibongkar (Foto : kabarmalang.com)
Jaringan narkotika Kota Malang Dibongkar (Foto : kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM –  Satreskoba Polresta Malang Kota membongkar jaringan narkotika Kota Malang. Enam tersangka diamankan dengan berbagai jenis barang bukti. Ganja 6,5 kilogram, sabu 1,3 ons, 524 butir inex, dan 703 ribu pil doubel L.

Jaringan dengan pasar operasi Kota Malang ini terbongkar dari penangkapan AE (38), warga Bantaran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Polisi menangkap AE di rumahnya dengan barang bukti ganja 2,5 kilogram, 524 pil inex, dan 703 ribu pil doubel L, dan sabu seberat 25,06 gram.

“Tersangka ini merupakan kurir,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dalam konferensi pers, Selasa (27/10/2020).

Dari penangkapan AE, polisi terus mengembangkan kepada tersangka lain. Yakni, AK, MAP, dan UA, yang merupakan penyuplai narkotika untuk tersangka AE.

“Tersangka AE menerima barang dari AK, MAP, dan UA. Jaringan ini melakukan transaksi dengan sistem ranjau sesuai perintah bandar,” beber Leonardus.

AK merupakan pria berusia 35 tahun beralamat di Jalan Simpang Akordion, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Selanjutnya, MAP pria kelahiran 30 November 1997 juga beralamat sama dengan AK.

Sedangkan, UA (25), buruh harian lepas beralamat di Jalan Ketangi, Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Selain keempatnya, polisi ikut mengamankan dua tersangka lain berperan sebagai kurir yaitu berinsial FA (34), warga Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Dan satu tersangka lain yaitu ADP (25), beralamat di Jalan M Yasin, Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Keenam tersangka ini dijerat Pasal 111 ayat 2 jounto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Ketiga tersangka ini juga kurir yang memperoleh narkotika dari seorang bandar. Untuk wilayah pasar adalah Kota Malang. Kita kenakan dua, undang-undang pertama tentang narkotika dan kesehatan,” tandas Leonardus.

Menurut Leonardus, pengungkapan kasus narkotika ini merupakan terbesar dalam jumlah barang bukti, selama memegang tongkat komando Polresta Malang Kota.

“Ini adalah pengungkapan terbesar selama saya berdinas disini (Polresta Malang Kota) dari jenis narkotika yang disita. Baik itu ganja, dan pil doubel L hampir sebanyak 1 juta butir,” tutur mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Leonardus menambahkan, jaringan narkotika ini awalnya menerima pengiriman ganja kering sebanyak 100 kilogram. Dari jumlah itu, 47 kilogram sudah berhasil diamankan.

Ganja didapatkan dari bandar berinisial EK kini buron, melalui tersangka LTF juga DPO. Awalnya 100 kilogram yang disebar kepada para tersangka lain melalui sistem ranjau.

Dengan rincian, tersangka AE menerima sebanyak 4 kilogram, tersangka FA 30 kilogram, dan tersangka ADP sebanyak 10 kilogram dan 2 ons sabu.

“Sisanya, sekitar 53 kilogram sudah terdistribusi. Tentu dengan pengungkapan ini, menyelamatkan generasi muda tak menjadi korban narkotika,” pungkas Leonardus. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Motif Pemukulan Ibu Tua di Pasar Mergan

Diterbitkan

||

Konferensi pers pelaku kekerasan ibu tua di Pasar Mergan (foto : Kabarmalang.com)
Konferensi pers pelaku kekerasan ibu tua di Pasar Mergan (foto : Kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM – Pelaku kekerasan ibu tua di Pasar Mergan berhasil diungkap. Dia adalah anak kandung korban sendiri. Motifnya, karena pelaku kesal terhadap korban karena tak membela saat dianiaya sepupunya.

“Kekerasan didasari karena pelaku kesal terhadap korban, yang tak membela saat dipukuli sepupu,” ungkap Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu, Senin (26/10/2020).

Pelaku disebut berinisial FA-sebelum ditulis AF yang masih berusia 24 tahun. Sementara korban berinisial N (60), yang selama dirawat oleh pelaku.

“Keduanya tinggal bersama di sebuah pondok yatim piatu di wilayah Sumpil, karena setiap hari dirawat pelaku. Membuat ibunya tidak menuntut,” imbuh Azi.

Baca juga : Pelaku Pemukulan Ibu Tua di Pasar Mergan Anak Sendiri

Kekerasan yang dialami pelaku, lanjut Azi, terjadi saat tinggal bersama ibunya di Lawang, Kabupaten Malang. Kasus kekerasan itu juga telah dilaporkan ke polisi.

Namun, kapan peristiwa itu terjadi ?. Azi tak mengungkapnya secara detil. “Setelah dipukuli, sempat melapor ke Polsek Lawang,” sambung Azi.

Diduga pasca kekerasan itu, pelaku dan korban memilih tinggal di sebuah pondok yatim piatu dan dhuafa di kawasan Sumpil, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Baca juga : Ibu Tua Viral Dipukuli Rutin Belanja di Pasar Mergan

“Pelaku dan korban tinggal di sebuah pondok yatim piatu di wilayah Sumpil, diakui sudah dua bulan tinggal disana dan pelaku adalah orang yang merawat korban,” beber Azi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu tua viral di medsos. Ibu tua ini terekam netizen sedang dipukul wanita muda. Polresta Makota sedang memburu wanita muda ini. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Debat Publik KPU Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com