Connect with us

Hukrim

Sugeng Pelaku Mutilasi Divonis Hukuman Mati

Diterbitkan

||

Sugeng Santoso, pelaku mutilasi di Pasar Besar

 

KABARMALANG.COM – Mahkamah Agung menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Sugeng Santoso (50), pelaku mutilasi di Pasar Besar. Hukuman ini lebih berat dibandingkan putusan PN Kota Malang yaitu 20 tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Kota Malang, Wahyu Hidayatullah, mengatakan, keputusan MA tertanggal pada 27 Agustus 2020 lalu. Tetapi, pihaknya baru menerima petikan keputusan itu pada 11 September 2020.

“Keputusan MA tertanggal 27 Agustus 2020, kami terima petikan pada 11 September. Mahkamah Agung, dalam putusan nomor 888/Pid./2020 tertanggal 27 Agustus 2020, dalam putusannya menolak kasasi penuntut umum dan terdakwa mengadili sendiri, sehingga mengubah hukuman menjadi hukuman mati,” kata Wahyu, Rabu (16/09/2020).

Wahyu menjelaskan, PN Kota Malang sebelumnya menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara terhadap Sugeng Santoso. Vonis yang lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu seumur hidup.

“Putusan PN Kota Malang 20 tahun, sementara kita tuntutannya seumur hidup,” tegas Wahyu.

Dalam perjalanannya, Pengadilan Tinggi juga memperkuat keputusan PN Kota Malang yakni 20 tahun penjara kepada terdakwa Sugeng Santoso. Langkah kasasi kemudian dipilih, hingga kemudian MA menjatuhkan hukuman seumur hidup.

“Keputusan PT memperkuat keputusan PN 20 tahun penjara. Kemudian sama-sama mengupayakan kasasi, dan keputusan kasasinya merubah keputusan PN menjadi hukuman mati,” beber Wahyu.

Meski telah berkekuatan hukum tetap, penuntut umum masih menunggu apakah terpidana menggunakan haknya, seperti pengajuan pengampunan atau grasi dan peninjauan kembali (PK).

“Terpidana punya hak, untuk mengajukan pengampunan, atau mengajukan PK. Kita masih menunggu, apakah terpidana langkah dilakukan oleh terpidana,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, upaya ini yang biasanya mengulur waktu apabila akan dilakukan eksekusi terhadap terpidana sesuai dengan vonis yang diberikan.

“Biasanya proses inilah yang diulur-ulur. Jadi kalau mengajukan grasi ya kita nunggu. Apakah grasinya diterima atau ditolak,” tandas Wahyu.

Sekedar diketahui, polisi akhirnya mengungkap fakta sebenarnya dari kasus mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang. Sebelum dimutilasi, wanita tanpa identitas tersebut, ternyata lebih dulu dibunuh oleh Sugeng Santoso (50).

Pembunuhan dilakukan mantan warga Jodipan, Blimbing, Kabupaten Malang, ini dengan menggunakan gunting, pada Rabu (8/5/2019), dini hari. Barang bukti yang sejak awal olah TKP ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi menjerat Sugeng dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (rjs/fir)

Hukrim

Asyik Nongkrong di Warkop, Kurir Ganja Ditangkap

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat konferensi pers

 

KABARMALANG.COM – Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap TC (32), kurir narkotika. Dari tangan tersangka disita 3,5 ons sabu-sabu dan 3,5 kilogram ganja kering.

Saat ditangkap, TC kedapatan membawa satu poket plastik berisi sabu-sabu. Kemudian dari hasil penyelidikan, polisi menemukan barang bukti lain dari tangan tersangka.

Yaitu sabu-sabu seberat 3,5 ons dan ganja kering seberat 3,5 kilogram. Kepada polisi, TC mengaku hanya sebagai kurir dengan imbalan antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

“Tersangka atas nama TC (inisial), kelahiran Kediri, dan kost di wilayah Krian, Mojosari, Mojokerto. Barang diakui berasal dari AS yang sekarang kita jadikan DPO. Tersangka ini memiliki peran sebagai kurir,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat konferensi pers, Kamis (17/09/2020).

Tersangka mengaku, masih tiga bulan menjadi kurir narkotika. Ketika ditangkap, tersangka hendak mengantarkan barang sesuai pesanan dari AS.

“Barang bukti rencananya akan dikirimkan oleh tersangka, sesuai permintaan AS. Setiap pengiriman tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp 300 sampai Rp 500 ribu,” ujar Leonardus.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukuman paling ringan lima tahun penjara,” tandas Kapolresta. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Selain Anggota, Kapolresta Leo Berikan Penghargaan Satpam yang Gagalkan Perampokan ATM

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Leonardus Simarmata memberikan penghargaan kepada satpam yang menggagalkan perampokan ATM

 

KABARMALANG.COM – Upacara pemberian piagam penghargaan kepada anggota Polresta Malang Kota yang berprestasi dipimpin Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Leonardus Simarmata, Kamis (17/09/2020) di Halaman depan Polresta Malang Kota.

“Pemberian piagam penghargaan tersebut dalam rangka untuk meningkatkan prestasi personil Polresta Malang Kota,” kata Kapolresta Malang Kota.

Leo sapaan akrabnya dipanggil mengucapkan selamat kepada 9 anggota Polsek Sukun atas mengungkap Kasus penyalahgunaan ganja, serta 2 orang PT TAG telah berhasil menggagalkan pencurian dengan kekerasan di ATM mandiri Jl. Kawi atas Kec. Klojen Kota Malang

“Hal ini pencapaian prestasi luar biasa yang mana di pandemi Covid-19, anggota masih bisa mengungkap kasus dengan mengorbankan tenaga dan pikiran,” ujarnya.

Berikut nama – nama yang menerima piagam penghargaan adalah Anggota Polresta Malang Kota: Kompol Suyoto,SH.MH, Iptu Ma’ruf, S. Ap, Aiptu Eko Setyo Budi, Aiptu Lasmono, Aipda Musa Subana,

Kemudian Bripka Bagus Utoro, S. Psi, Bripka Randy Kusuma Afandi, Brigadir Sutanto dan Indra Kurnia Wardana Satpam PT. Tunas Artha Gardatama dan Riko Yurizal manitenant PT Aryha Gardatama.

Sebelum menutup sambutan Leo juga menyampaikan beberapa penekanan yaitu :

1. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Jangan sekali sekali mencoba, mendekati dan bermain dengan narkoba

3. Tingkatkan disiplin pribadi dan kesatuan

4. Pelihara Sikap dan tingkah laku dan Jalin hubungan baik dengan rekan dan Masyarakat

5. Bangun rasa sinergitas dengan TNI dan masyarakat

6. Anggota tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, cuci tangan, olahraga, dan menjaga jarak. (tik/fir)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Bila Terbukti Lalai, Polisi Siapkan Jerat Pidana di Laka Kerja RSI Unisma

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM– Polresta Malang Kota terus mendalami insiden kecelakaan kerja di proyek RSI Unisma yang menewaskan 4 pekerja. Pihak yayasan akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut.

Selain yayasan, pelaksaan proyek juga turut akan dihadirkan. Kesemuanya dimintai keterangan sebagai saksi. “Pihak yayasan Unisma maupun kontraktor akan segera dipanggil, kemungkinan dalam minggu ini,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratasa Guspitu, Kamis (17/9/2020).

Satreskrim Polresta Malang Kota telah mengantongi identitas pelaksana proyek, yakni PT. Dwi Ponggo Seto yang disebut berdomisili di wilayah Ponorogo.

“Kontraktornya adalah PT. Dwi Ponggo Seto, domisili di Ponorogo, surat panggilan sudah kami kirimkan,” ujar Azi.

Menurut Azi, pemanggilan pihak yayasan untuk menggali keterangan seputar proyek yang dikerjakan. Mulai dari perencanaan, proses lelang, hingga sampai penunjukkan pemenang tender.”Kan yayasan yang melelang, proses tendernya bagaimana,” tuturnya.

Azi mengaku, pihaknya juga menunggu hasil olah TKP oleh Tim Labfor yang sudah digelar satu hari setelah kejadian. Labfor telah membawa sejumlah alat bukti untuk diselidiki.

“Kita juga menunggu hasil penyelidikan Labfor, saat olah TKP sejumlah barang bukti ikut dibawa. Yakni kabel seling dan rangka lift,” beber Azi.

Penyidik sendiri menyiapkan jeratan pidana, apabila dalam insiden kecelakaan kerja tersebut, ditemukan adanya kelalaian. Pasal yang dikenakan adalah 359 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. “Jika terbukti ada kelalaian, maka bisa dijerat Pasal 359 KUH Pidana,” tegas Azi.

Seperti diketahui, proyek pembangunan gedung RSI Unisma menelan korban jiwa (8/9/2020). Empat orang pekerja tewas setelah terjatuh dari lantai empat gedung yang tengah dalam pembangunan. Sementara enam orang pekerja lainnya mengalami luka berat, dan satu pekerja berhasil selamat.

Kejadian tersebut terjadi saat para pekerja akan naik ke lantai lima. Saat itu mereka menumpangi lift proyek. Namun ketika sampai di lantai empat, tiba-tiba tali sling dari lift tersebut putus sehingga menyebabkan para pekerja langsung jatuh dan menyebabkan empat pekerja tewas dan enam luka berat. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com