Connect with us

Serba Serbi

Suryadi Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Kota Malang

Diterbitkan

||

Suryad Ketua Karang Taruna Kota Malang

 

KABARMALANG.COM – Pemilihan ketua Karang Taruna Kota Malang masa bakti 2020-2025. Tahap penjaringan calon ketua ini ada dua orang yang maju pencalonan yakni Andri Basuki dari Kecamatan Blimbing dan Suryadi dari Kecamatan Sukun.

Selanjutnya, tahap pemilihan suara dilakukan kemudian dilanjutkan perhitungan suara. Dari 7 suara yang diperebutkan itu Andri Basuki mendapatkan 3 suara dan Suryadi mendapatkan 4 suara.

Dengan hasil tersebut Suryadi terpilih menjadi ketua Karang Taruna Kota Malang yang baru untuk masa bakti 2020-2025 kedepan.

“Alhamdulillah proses pemilihan karang taruna sudah selesai dan berakhir sekalipun penuh dengan dinamika dinamika yang terjadi dan hari ini Karang Taruna Kota Malang telah menunjukkan sikap kedewasaannya dalam berdemokrasi akan tetapi semuanya Alhamdulillah berakhir pula dengan penuh semarak, sejuk dan kemudian penuh dengan kebersatuan,” ujarnya usai pemilihan, Minggu (06/09/2020).

Suryadi melanjutkan, “Dengan nafas nilai-nilai ketiakawanan ini pula yang harus kita jaga dan rawat, saatnya kita merangkul bukan memukul. Pemuda sudah selayaknya titip harapan bukan titip ratapan,” tambahnya.

Kedepan, Suryadi melanjutkan bahwa karang taruna ini benar-benar menjadi rumahnya pemuda. Ini merupakan komitmen kita sebagai karang taruna untuk kedepan.

“Karang Taruna butuh dorongan-dorongan yang kuat untuk menciptakan pemuda yang tangguh, pemuda yang punya visioner kedepan,” sambungnya.

Melalui karang taruna ini, Suryadi akan menguatkan dulu kelembagaan karang taruna. Mulai tingkat bawah sampai ke atas, agar peran serta dari karang taruna nampak dan jelas.

“Kita akan menguatkan kelembagaan dari karang taruna itu sendiri dan kita akan lakukan mulai dari bawah sampai atas, agar jelas peran karang taruna ke depan,” pungkasnya. (tik/fir)

 

Serba Serbi

PSSI Hormati Keputusan Polri Soal Izin Kompetisi Sepakbola

Diterbitkan

||

Oleh

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di undur

 

KABARMALANG.COM – Apresiasi diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali terhadap keputusan Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2.

Hal itu disampaikan Menpora RI bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto di loby Kemenpora, Selasa (29/09/2020).

Pada konfrensi pers yang menerapkan protokol kesehatan tersebut. Menpora RI menyampaikan dirinya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Ketua Umum PSSI dan PT LIB serta jajaranya terkait perkembangan terhadap persepakbolaan di Tanah Air.

Pada rapat koordinasi tersebut, PSSI telah mengambil sikap dengan bijak dan arif terkait kelanjutan Liga 1 dan Liga 2.

“PSSI memutuskan menunda penyelanggaraan kompetisi 1 bulan ke depan. Bahwa apa yang dilakukan Ketum PSSI, PT LIB dan jajaran pengurus harus kita apresiasi. Kemenpora mengapresiasi sikap dari Ketua Umum PSSI dengan mengedepankan apa yang menjadi keselamatan umum, seperti yang disampaikan oleh Mabespolri,” kata Menpora dalam siaran pers yang diterima Kabarmalang.com.

Menpora RI meminta kepada semua stakeholder sepakbola Indonesia untuk memahami keputusan ini.

“Mohon kepada seluruh insan sepakbola nasional, juga bisa memahami apa yang diputuskan oleh PSSI. Kita berharap pandemi ini segera berakhir, Insyallah akan ada lanjutan kompetisi. Semoga sebulan kedepan ada tanda-tanda kondisi yang membaik untuk penyelenggaraan kompetisi, sehingga kita bisa melakukan kompetisi kembali,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan Liga 1 dan 2 yang tadinya akan berlangsung 1 Oktober dilangsungkan pertandingan antara PSS Sleman lawan Persik Kediri harus diundur sesuai arahan Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian.

“Kita ketahui bersama Mabes Polri sudah merilis yang dikeluarkan oleh Kadivhumas, bahwa sementara menunda mengeluarkan izin keramaian dengan beberapa pertimbangan,” tegas Iriawan.

Pertimbangan pertama, kata Iriawan, Polri menganggap kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Pihaknya sangat menyadari kondisi yang menjadi pertimbangan itu.

Yang kedua, Polri sudah mengeluarkan maklumat dan tidak mengeluarkan izin di semua tingkatan pada saat sekarang ini.

“Atas dua keputusan tersebut, tentunya kami federasi (PSSI) menyikapi hal ini dengan menghormati dan memahami keputusan yang belum mengizinkan atau menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 untuk diputar kembali. Sekali lagi, kami menghormati dan memahami keputusan yang diambil pihak Mabes Polri,” ungkap Iriawan.

PSSI juga mengapresiasi kepada klub yang sudah bersemangat dan berkorban untuk menyiapkan tim untuk melanjutkan kompetisi. Seperti kesiapan tim yang berada di Pulau Jawa, baik di Yogja maupun Malang.

PSSI yakin dan optimis lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada waktunya setelah situasi pandemi selesai akan secepatnya bisa bergulir kembali.

“PSSI memohon khususnya kompetisi ditunda 1 bulan, karena kalau kompetisi dimulai pada bulan November, itu akan selesai bulan Maret, itu masih ada waktu kita berkompetisi, karena kalau dimulai bulan Desember akan dipastikan mundur, karena April sudah masuk bulan Ramadan, dan Mei masuk Piala Dunia U-20 tahun 2021,” ujarnya.

“Itu harapan kami kepada pemerintah dan kepolisian, apabila kondisi memungkinkan, satu bulan kami akan gulirkan lagi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Kita tahu jika satu kompetisi ini tidak berlanjut, itu akan menghilangkan satu generasi, dan timnas tidak bisa mengikuti agenda FIFA ataupun AFC, ya mungkin dipandang tidak baik oleh FIFA dan AFC,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak mengeluarkan izin bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 karena pertimbangan masih tingginya penularan virus Corona.

“Terkait Liga Indonesia 1 dan 2 yang akan dilaksanakan mulai tgl 1 Oktober 2020, Polri tidak mengeluarkan izin Keramaian dengan pertimbangan: Pertama, situasi Pandemi COVID dimana jumlah masyarakat yang terinfeksi masih terus meningkat,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Senin (28/09/2020). (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Bencana Kebakaran 2020 Sebanyak 56 Kali, Terbesar PT Unirama Duta Niaga Karangploso

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sudah menjadi langganan. Memasuki musim kemarau angka bencana kebakaran di Kabupaten Malang mulai meningkat. Puncaknya menurut Damkar Kabupaten Malang biasanya pada bulan Oktober 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang, Goly Karyanto memaparkan sepanjang tahun 2020 sampai bulan September ini bencana kebakaran sudah sebanyak 56 kali.

“Trennya dari tahun kebakaran ini kerap terjadi dari bulan Agustus dan puncaknya pada Oktober, tapi semoga tahun ini menurun,” terangnya, Selasa (29/09/2020).

Lebih rinci, Goly mengatakan pada tahun 2019 lalu jumlah kebakaran di Kabupaten Malang mencapai 96 kejadian. Sedangkan pada tahun 2018 lalu sebanyak 86 kejadian.

“Penyebab kebakaran itu biasanya akibat kelalaian masyarakat. Seperti kompor tidak dimatikan lalu ditinggal keluar, konsleting listrik, dan akibat puntung rokok,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Goly berharap masyarakat lebih waspada lagi, agar angka kebakaran pada tahun ini dapat ditekan.

“Selama ini, kami (Damkar) sudah sering memberikan edukasi terhadap masyarakat. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang abai terhadap potensi kebakaran itu,” ujarnya.

Terakhir, Goly mengatakan bahwa selama rentang beberapa tahun terakhir ini, musibah kebakaran paling besar yang terjadi di Kabupaten Malang adalah di PT Unirama Duta Niaga yang berlokasi di Kecamatan Karangploso pada Kamis (24/09/2020) lalu.

“Pada saat itu kita butuh waktu 28 jam untuk memadamkan. Padahal kebakaran Pasar Lawang yang terjadi pada tahun 2019 lalu kita hanya butuh waktu 18 jam untuk memadamkan,” tutupnya. (haq/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

JLC Rehabilitasi 23 Lutung Jawa

Diterbitkan

||

Oleh

Foto : Lutung jawa yang dikarantina di JLC TAFIP

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 23 Ekor Lutung Jawa saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi, sebelum dilepas ke alam liar.

Perimata itu menjalani rehabilitasi di JLC TAFIP (Javan Langur Centre-The Aspinall Foundation Indonesia Program) yang terletak di Coban Talun, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Rehabilitasi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan sebelum nantinya lutung jawa dirilis ke alam liar dan dilestarikan

“ini semua kami peroleh dari hasil sitaan BKSDA serta penyetahan dari masyarakat,” ungkap Project Manager JLC Iwan Kurniawan, Selasa (29/9/2020).

Iwan menerangkan dalam JLC TAFIP ini Lutung Jawa akan diperiksa kesehatannya selama tiga bulan kemudian disosialisasi bersama koloninya.

Tak hanya itu saja, dalam kandang lutung jawa juga dipantau proses sosialisasinya. Naluri alamiah mereka dibangun sebelum dilepas liarkan secara berkelompok.

Pengenalan pakan alami dan psikomotoriknya diperhatikan.

“Apakah sudah bisa memanjat-manjat. Nanti pada pelepasannya juga akan dilakukan secara kelompok,” terangnya.

Dijelaskan sebelum masa pelepasan juga dilakukan proses adaptasi selama seminggu dan ketika berhasil maka akan diberikan tanda di ekornya untuk diawasi apakah berkembang biak atau tidak.

“Untuk proses mulai masuk hingga pelepasan di alam liar memakan waktu yang berbeda-beda untuk setia hewan. Dilihat dari segi kesahatan, psikomotorik, kognitif, dan afektif jika sudah bagus makan akan dilepaskan,” ungkapnya.

Iwan menambahkan rata-rata lutung yang telah dilepaskan sudah memiliki koloni mengingat status konservasi lutung jawa saat ini adalah rentan punah. (arl/rjs)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com