Connect with us

Hukrim

Polres Malang Ungkap Pemalsuan BLU-e Kendaraan Angkut Barang

Diterbitkan

,

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dalam konferensi pers (kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM – Satreskrim Polres Malang berhasil mengungkap tindak pidana pemalsuan dokumen Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) yang terjadi di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Dua pelaku ikut diamankan bersama sejumlah barang bukti tindak kejahatan. Para pelaku dijerat Pasal 263 KUHP dan Pasal 264 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat.

Pengungkapan kasus ini dirilis bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Kamis (27/8/2020).

Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menuturkan, terungkapnya tindak kejahatan ini berawal dari satu unit truk Mitsubishi N-9452-UA hendak melakukan uji berkala di UPPKB Singosari pada 12 Agustus 2020 lalu.

Pengemudi kemudian menyerahkan dokumen Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) yang terdiri dari 1 (satu) Kartu Uji Berkala Kendaraan Bermotor dan 1 (satu) lembar Sertifikat Kartu Uji Berkala Kendaraan Bermotor tersebut atas nama pemilik berinisial DJ yang beralamat di Jalan Simpang Tambora, Kota Malang.

Saat petugas UPPKB melakukan pengecekan, lanjut Andaru, ternyata dokumen yang diserahkan tidak tercatat dalam sistem BLU-e, yang merupakan program baru yang dimiliki Kementerian Perhubungan untuk uji berkala kendaraan angkut atau dulu dikenal sebagai buku KIR.

“Dari situ kemudian petugas menduga bahwa dokumen yang diserahkan telah dipalsu. Temuan ini, kemudian dilaporkan kepada kami, hasil penyelidikan terungkap identitas salah seorang pelaku berinisial K sebagai pembuatnya,” ujar Andaru dalam konferensi pers bersama Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan di Kota Malang, Kamis (27/8/2020).

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dalam konferensi pers (kabarmalang.com)

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dalam konferensi pers (kabarmalang.com)

Dalam melakukan kejahatan ini, pelaku K melakukan bersama pelaku berinisial AG. Petugas berhasil mengamankan AG saat mencoba menghilangkan jejak di luar kota subuh tadi.

“Pelaku K tidak sendiri, melainkan bersama pelaku berinisial AG yang berhasil kita amankan subuh tadi. Dalam aksinya, kedua pelaku berkedok jasa pengurusan buku KIR,” terang Andaru.

Dari tangan kedua pelaku, Satreskrim Polres Malang turut menyita sejumlah barang bukti, yaitu 5 paket dokumen bukti lulus uji elektronik (Blu-e) untuk berbagai jenis kendaraan angkut yang beralamat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Lampung Tengah, Provinsi DKI Jakarta, Kota Malang serta Kabupaten Malang.

Menurut Andaru, para pelaku membandrol biaya Rp 400 ribu sampai Rp 2 juta untuk mendapatkan dokumen yang dipalsukan. Dalam pengungkapan kasus ini, ditemukan lima bukti dokumen BLU-e yang telah dipalsukan.

“Dari pengakuannya, para pelaku sudah beroperasi cukup lama. Mulai saat pembuatan atau pengurusan buku KIR lama. Setiap pembuatan dokumen BLU-e, para pelaku menarik biaya mulai dari Rp 450 ribu sampai Rp 2 juta,” tutur Andaru.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengapresiasi pengungkapan kasus pemalsuan dokumen BLU-e oleh Satreskrim Polres Malang.

Pasalnya, BLU-e merupakan program baru dalam uji berkala kendaraan angkutan barang dan menyangkut penerimaan negara bukan pajak (PNPB).

“BLU-e, merupakan program yang kami terapkan untuk uji berkala kendaraan, jadwal waktunya enam bulan sekali. Kami berterima kasih dengan pengungkapan kasus ini, karena jika tidak tertangkap akan berpotensi menyebar luas dan pendapatan asli di daerah,” terang Budi juga hadir dalam konferensi pers.

Budi menambahkan, BLU-e menggantikan bukti lulus uji KIR yang dulunya berbentuk buku. Dokumen itu terdiri dari dua sertifikat tanda lulus uji, dua stiker hologram dengan QR Code yang ditempel pada kaca depan kendaraan dan satu Smart Card dengan teknologi NFC.

Data seperti identitas kendaraan, foto fisik kendaraan dari empat sisi, hingga data hasil pengujian berkala disimpan dalam format digital. Data-data tersebut dapat diakses dengan memindai QR Code pada stiker hologram.

“Digitalisasi data hasil uji KIR ini diharapkan dapat meminimalisasi praktik pemalsuan identitas kendaraan maupun hasil uji berkala yang kerap dilakukan pada kendaraan angkut.
Dengan demikian kendaraan-kendaraan angkut yang Over Dimention Over Loading (ODOL) akan semakin terbatas ruang geraknya,” tegasnya.

Budi menyebut, biaya pengurusan dokumen BLU-e hanya berkisar Rp 25 ribu dari Kementerian Perhubungan, akan tetapi pada setiap daerah akan berbeda karena berdasarkan peraturan daerah masing-masing.

“Biaya pengurusan BLU-e hanya Rp 25 ribu, tapi setiap daerah akan berbeda mengacu pada Perda masing-masing. Karena menyangkut PAD. Kasus yang pernah terungkap, pemalsuan buku KIR di Jakarta, kalau BLU-e baru kali ini dan kami sangat berterima kasih kepada Polres Malang yang sudah berhasil mengungkap tindak kejahatan ini,” pungkas Budi. (rjs/fir)

Hukrim

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris

Diterbitkan

,

Pemuda Millenial Malang Selatan Polisikan Video Sandiwara Gus Idris
Fordamas saat membuat pengaduan ke Polres Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Organisasi Forum Pemuda Millenial Malang Selatan membuat pengaduan ke Polres Malang. Jumat (5/3) siang, mereka mengadukan Gus Idris.

Karena, video penembakan Gus Idris meresahkan. Beberapa waktu lalu, Gus Idris memang mengunggah konten. Dia menampilkan diri tertembak. Ternyata, itu hanya sandiwara.

Presidium Forum Pemuda Millenial Malang Selatan, Fahmi Aziz membenarkan. Dia membuat pengaduan itu karena video Gus Idris cs meresahkan. Video itu juga mengakibatkan simpang siur di tengah masyarakat.

“Video itu kan menayangkan seolah-olah Gus Idris tertembak. Pelakunya orang tidak dikenal. Tetapi kemudian setelah klarifikasi dia mengaku video itu tidak benar. Itu kan berarti prank,” ungkapnya usai membuat pengaduan di Mapolres Malang.

Fahmi menilai pembuatan video semacam itu tidak mendidik masyarakat. Kasus video prank seperti ini memang acapkali terjadi di dunia YouTube.

Kabar Lainnya : Geger Video Gus Idris Tertembak, Eh, Ternyata Akting Konten YouTube.

“Kami berharap, kepolisian bisa menyelidiki. Jika ada unsur pidana maka supaya segera ada penindakan,” pungkasnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan adanya aduan. Dia juga sudah menerima pengaduan dari Fordamas terkait Gus Idris.

“Mereka menyatakan keberatan. Sebab, video itu sempat membuat keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Hendri mengaku akan melakukan penyelidikan. Penyidiknya sedang mencari fakta-fakta baru atas video Gus Idris.

“Kemungkinan ada orang-orang baru yang akan kami periksa. Yakni, orang-orang yang saat itu ada di tempat kejadian. Sementara ini, ada 6 orang yang kami periksa,” katanya.

 

Kabar Lainnya : Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris.

Selanjutnya Hendri memaparkan hasil penyelidikannya yang terbaru. Dalam video, Gus Idris mengeluarkan darah.

Darah itu merupakan efek kapsul. Sebelumnya syuting, Gus Idris meminum kapsul itu. Gus Idris membelinya secara online.

“Kapsul itu menimbulkan efek keluar darah dari tubuh,” jelasnya.

Polisi pun menyelidiki akun yang pertama share video Gus Idris. Polres Malang bekerja sama dengan Cyber Crime Polda Jatim.

“Yang pasti, lokasi pengambilan video di Kecamatan Pacet, Mojokerto,” tutup Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Akun Palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji Bertebaran

Diterbitkan

,

Akun Palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji Bertebaran

 

KABARMALANG.COM – Akun palsu Facebook Wali Kota Malang Sutiaji bertebaran. Ini bukan kali pertama fenomena ini terjadi.

Sutiaji pun mengamininya. Dia memastikan tidak memiliki media sosial Facebook.

Selama ini dia aktif Instagram. Sehingga, akun Facebook itu pasti palsu.

Kabar Lainnya : Palsukan FB Wali Kota Sutiaji, Mencoba Lakukan Tipu-Tipu.

“Saya sudah lama tidak menggunakan Facebook. Sudah kurang lebih tiga tahunan. Ini tiba-tiba ada yang menggunakan akun Facebook tersebut. Padahal sudah off,” ujar Sutiaji, Kamis malam (4/3).

Sutiaji menegaskan akun tersebut bukan miliknya. Sehingga, segala isi Facebook tersebut bukan darinya.

“Jelas merugikan saya pribadi, keluarga dan juga kota Malang. Karena, akunnya memberi persepsi itu adalah saya padahal bukan, “masygulnya.

Sutiaji juga meminta Diskominfo untuk klarifikasi. Serta, melakukan penegasan bahwa akun Facebook tersebut palsu.

Nurwidianto, Kadiskominfo Kota Malang membenarkan. Dia memastikan adanya pemalsuan Facebook Sutiaji.

“Belum sampai melangkah pada proses hukum. Meskipun tidak menutup ruang ke sana,” ujar Wiwid, sapaannya.

Meski demikian, Wiwid tidak langsung masuk ke ranah hukum. Dia terlebih dahulu ingin membangun kesadaran literasi medsos.

Karena, Sutiaji juga memberi pesan agar ada peningkatan awareness. Serta, kesadaran dalam berselancar di dunia maya.

Dia juga meminta netizen bijak dan berhati-hati saat bermedsos. Retas memang sudah lazim dalam dunia maya.

Tetapi, warga tidak akan pernah tahu akun seseorang kena retas. Sehingga, ada potensi oknum akan memanfaatkan naluri netizen sosmed. Sekaligus memainkan emosi warganet.

“Situasi ini-lah yang sungguh membahayakan dan berpotensi fitnah. Misalnya muncul ujaran kebencian hingga perpecahan, “urai Wiwid.

Dia mengingatkan proses hukum bisa kena siapa saja. Terutama yang berikhtikad tidak baik dengan modus pemalsuan akun.

Kabar Lainnya : Akun FB Walikota Batu Diretas, Pelaku Minta Dana Bansos.

Lebih-lebih meretas sosmed orang lain. Contohnya sudah jelas. Yakni, memakai nama Sutiaji, tetapi sebenarnya hanya akun palsu.

“Sekali lagi saya informasikan dan saya tegaskan. Ini akun palsu. Bukan juga Facebook milik Wali kota Malang Sutiaji,” imbuh pria yang merangkap Plt Kabag Humas Pemkot Malang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris

Diterbitkan

,

Polres Malang Mendalami 6 Saksi Video Akting Penembakan Gus Idris
Kapolres Malang saat mendatangi kediaman Gus Idris di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Polres Malang terus mendalami video penembakan Gus Idris. Sebelumnya, video penembakan itu sempat viral dan menggegerkan Indonesia.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan. Polres Malang terus mendalami video lewat keterangan saksi.

Total, Polres Malang sudah memeriksa 6 orang saksi. Belakangan, ketahuan video itu memang hanya sandiwara.

“Sebanyak 6 orang itu, di antaranya Gus Idris sendiri. Kemudian Ian Firdaus. Serta, saksi yang sempat upload di Gus Idris Official. Kami ambil keterangannya,” ujarnya Kamis (4/3).

Saksi akan menjadi penguat fakta dan unsur pidana. Sehingga, Hendri juga berkoordinasi dengan Subdit Siber Polda Jatim.

“Sekarang kami koordinasikan dengan Subdit Siber Polda Jatim. Sedang kami dalami lebih lanjut. Apakah ada unsur pidana ataupun pelanggaran,” tandasnya.

Menurut Hendri, fakta pemeriksaan bakal menentukan unsur pidana. Tetapi, dia juga masih menunggu para penyidiknya mengumpulkan fakta.

Tetapi, dia mengakui tindakan Gus Idris membikin gaduh. “Karena mengunggah berita yang membuat kegaduhan,” tutur Hendri.

Kabar Lainnya : Polres Malang Selidiki Video Kekerasan Anak Saat Kerjakan Tugas Sekolah.

Terakhir, Hendri menegaskan akan terbuka. Dia juga siap memberikan hasil pendalaman video Gus Idris.

“Perkembangannya nanti akan kami sampaikan ke teman-teman media,” tutup Hendri.

Seperti berita sebelumnya, video Gus Idris viral. Pendakwah asal Ngajum ini mengunggah video penembakan dirinya.

Belakangan ketahuan video itu sandiwara. Tetapi, videonya sudah kadung viral.

Sehingga, Polda Jatim sampai ikut turun tangan. Polres Malang pun mendapat mandat penyelidikan video tersebut.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com