Kabar Batu
Terkenal Di Nusantara, Tanaman Hias Kota Batu Tak Bisa Go Internasional

KABARMALANG.COM – Kota Batu terkenal dengan tanaman buah apelnya, trend tanaman hias juga menjadi salah satu hal yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Walaupun tanaman hias sangat diminati masyarakat Indonesia, petani tanaman hias di Kota Batu masih terkendala untuk merambah ke pasar internasional.
“Sangat susah untuk ekspor keluar negeri walaupun banyak permintaan dari sana. Kami masih terkendala regulasi yang ada,” ujar Galih Raka Siwi, Jumat (14/08/2020) salah satu petani tanaman hias di Giripurno ketika diwawancarai Kabarmalang.com
Ia mangaku, sering kali merasa kecewa jika tanaman miliknya diminati oleh turis karena kesulitan untuk ekspor keluar negeri.
Pria yang akrab disapa Galih ini mencontohkan, harga bonsai dengan kualitas tinggi miliknya rata-rata dibeli dengan kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta didalam negeri sedangkan untuk harga penawaran diluar negeri bonsai miliknya memiliki harga minimal 250 USD atau setara dengan Rp 3,5 Juta.
Ia menambahkan, kendala yang selalu ditemui oleh petani tanaman hias di Kota Batu termasuk dirinya sendiri yakni sertifikat Phytosanitary.
Oleh sebab itu, ketika petani tanaman hias Kota Batu cukup mengalami kesulitan jika hendak melakukan pengiriman luar negeri. Menurutnya, bahkan paling jauh petani tanaman hias hanya menjadi supplier untuk petani tanaman hias di Kota Bandung karena Kota Kembang tersebut memiliki akses mobilitas yang tinggi untuk melakukan pengiriman ke luar negeri walaupun faktanya tanaman hias Bandung banyak diisi dari Kota Batu.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Sugeng Pramono menjelaskan sertifikat phytosanitary memang merupakan sarat mutlak. Sehingga, masyarakat yang memiliki sertifikat tersebut baru bisa melakukan perdagangan tanaman di pasar internasional.
“Sebenarnya masalah ini bukan hanya di Kota Batu saja, namun juga menjadi masalah di seluruh daerah,” ucapnya.
Dari data yang dihimpun, ratusan petani tanaman hias di Kota Batu yang memiliki sertifikat phytosanitary tercatat hanya 10 petani.
“Oleh sebab itu saat ini kami sedang koordinasi untuk meminta bantuan pemprov Jatim agar bisa mempermudah regulasi yang ada. Kami akan tetap berupaya untuk masyarakat Kota Batu,” tandas Sugeng. (arl/fir)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara




































