Kabar Batu
Terkendala Pandemi Covid-19, Kuota PTSL Tahun 2020 Menurun

KABARMALANG.COM – Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) milik BPN (Badan Pertanahan Nasional) mengalami penyesuaian baik untuk PPBT (Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah) serta SHAT (Sertifikat Hak Atas Tanah).
Hal tersebut diungkapkan secara langsung Kasi Infrastruktur Pertanahan BPN Kota Batu, Budiyono pada Minggu (19/07/2020).
“Sebelumnya untuk Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah ditargetka 10 ribu selesai pada tahun 2020. Namun akibat pandemi Covid-29 ditarget hanya 3 ribu bidang tanah,” ungkapnya. Sedangkan untuk SHAT semula 8.500 menjadi 2.555 SHAT.
Dijelaskan lebih jauh, penyesuaian target tersebut merupakan akibat dari pandemi Covid-19 Kota Batu sehingga harus dilakukan pergeseran anggaran dari Pemerintah Pusat.
Sedangkan untuk tahun ini sebenarnya target pemetaan bidang tanah tahun ini ada 10 ribu bidang tanah Akibat Covid-19 disesuaikan menjadi 3 ribu bidang tanah terbagi menjadi dua desa yakni Giripurno dan Mojorejo.
“Untuk Desa Giripurno sebayak 2 ribu bidang tanah untuk dilakukan pemetaan dan pengukuruan. Kemudian Mojorejo sebanyak seribu bidang tanah,” imbuhnya.
Sementara untuk SHAT yang semula 8.500 menjadi 2.555 dengan rincian Desa Giripurno 1.555 sertifikat dan yang sudah terbit sebanyak 46 sedangkan untuk Desa Mojorejo sebanyak 1.000 sertifikat dan yang sudah terbit sebanyak 61 sertifikat.
Meski begitu, lanjut dia, sertifikat tanah yang telah diterbitkan belum bisa didistribusikan akibat pandemi Covid-19 yang melarangan masyarakat berkerumun Terlebih untuk Desa Giripurno saat ini dilakukan karantina lokal pada tiga dusun sehingga hal tersebut juga membuat proses pengukuran dan pemetaan lahan tertunda.
Untuk saat ini, diketahui dari data BPN Kota Batu bahwa keseluruhan lahan di Kota Batu berjumlah 90.225 bidang. Dengan 42.482 bidang atau 47 persen telah terdaftar. Sedangkan yang belum terdaftar sebanyak 47.773 bidang atau 53 persen dari total bidang tanah.
Terpisah, Hartoyo salah satu pendaftar program PTSL asal Desa Giripurno menerangkan bahwa pihaknya bisa memaklumi jika SHAT miliknya masih belum bisa diberikan karena memang keadaan dari pandemi Covid-19 sangat tidak memungkinkan bagi siapapun.
“Walaupun sebenarnya saya andalkan sertifikat itu untuk bisa difungsikan. Tapi bagaimana lagi kalau keadaanya seperti ini,” tukasnya. (arl/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari





































