Connect with us

Kabar Batu

Lewati Semester Awal, DPRD Selesaikan 8 Raperda

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Target penyelesaian 24 Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) oleh DPRD Kota Batu yang sebelumnya telah dimasukkan dalam Propemperda tahun 2020 nampak masih mengalami kendala.

Pasalnya, hingga saat ini pihak DPRD masih mampu menyelesaikan 8 Perda dan menyisakan 16 Raperda lagi.

“Insyaallah masih bisa tepat waktu. Akan kami siasati dengan menggarap 3 Raperda dalam satu bulan,” ungkap Nurochman Wakil I DPRD Kota Batu, Jumat (17/07/2020).

Oleh sebab itu, menurutnya dengan asumsi tersebut maka sisa 5 bulan kedepan setidaknya DPRD Kota Batu masih bisa menyelesaikan 15 Perda.

Disinggung terkait kendala, Nurochman membeberkan bahwa masa pandemi yang berjalan selama 3 sampai 4 bulan sebelumnya cukup menghambat kinerja anggota DPRD.

Bahkan, Nurochman mengakui bahwa sempat satu bulan mengalami off total, namun untuk progres masih dapat dikatakan bagus.

Terpisah, Ketua Propemperda DPRD Kota Batu, Syaifudin menambahkan dari 8 perda yang ada, 3 diantaranya sudah disahkan. Seperti PSU (Perda Sarana, Prasarana, dan Utilitas), Perubahan Perda Retribusi Pasar, dan Perubahan Perda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Sedangkan yang sudah dibahas dan belum ditetapkan meliputi Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok), Perda Penyelenggaraan Perpustakaan, dan Perda Perubahan Perda SOPD.

“Kemudian dua Perda wajib yang tengah dibahas saat ini dan akan ditetapkan adalah Perda Pertanggungjawaban APBD 2019. Serta Perda wajib berikutnya perubahan APBD,” terang politisi PKS ini.

Untuk bulan Agustus sendiri, pihaknya bakal menggeber dengan menggarap tiga Raperda lagi yakni Perda Fasilitasi Pesantren, Desa Wisata, dan CSR.

“Kami berharap masuk masa adaptasi kehidupan baru ini semua bisa kembali dikerjakan. Dengan normal. Mengikuti aturan atau protokol kesehatan,” tukasnya. (arl/fir)

 

Kabar Batu

Tipu Korban Rp. 50 Juta, Oknum Wartawan Diciduk Polisi

Diterbitkan

||

Oleh

Kuasa hukum Sulianto Ketua LPBH dan Heri Sukamto Tersangka Penipuan

 

KABARMALANG.COM – Heri Sukamto, warga desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat penegak hukum, setelah berhasil menggarong uang Sujarman, warga RT 25 RW 6, Dusun Biyan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Tak tanggung-tanggung, uang yang berhasil di ambil memiliki nominal sebesar Rp. 50 juta dengan janji akan mengurusi akta tanah hibah yang tengah dijaminkan di Bank BRI.

“Ya sudah dapat info dari pihak Polres Batu dan tersangka sudah diamankan. Kami sangat mengapresiasi kinerja dan langkah tegas kepolisian mengamankan pelaku. Ini merupakan wujud kerja nyata kepolisian melindungi warganya,” tegas Ketua LPBH (Lembaga Perlindungan Bantuan Hukum) MPC Pemuda Pancasila Kota Batu Sulianto.

Suli juga menerangkan pihaknya sempat bersama kliennya melaporkan Heri Sukamto ke Polres sempa sesuai laporan polisi nomor LP/B/108/X/2019/JATIM/POLRESBATU pada 16 Oktober 2019.

Lebih lanjut, Suli menerangkan kronologi berawal pada 30 September 2019 korban memberikan uang Rp 50 juta kepada Heri yang mengaku sebagai wartawan dan pengacara yang memiliki relasi cukup dekat pihak Polsek Pujon, Polres Batu, dan pejabat-pejabat sehingga membuat korban yakin menyerahkan uangnya.

Setelah menerima uang dari korban, Heri pun berjanji bakal menyelesaikan permasalahan akte hibah yang ada di Bank BRI dan menyerahkannya ke korban. Tapi beberapa hari kemudian, Heri hanya membawa foto kopi akte pada korban, bukan akte asli sesuai janjinya. Korban pun sempat curiga. Terlebih ketika dihubungi kembali tidak ada respon dari Heri.

“Ketika kami telusuri ke Bank BRI, ternyata akta tanah itu sudah diambil oleh Heri dengan menebus Rp. 5,5 juta saja dan tak kunjung diserahkan ke korban,” imbuhnya.

Dari dasar itulah, Suli melaporkan Heri atas dasar penipuan dan penggelapan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus membenarkan adanya penangkapan tersangka bernama Heri Sukamto pada 23 September 2020 lalu.

“Tersangka sudah kita amankan pada 23 September 2020 kemarin. Tujuan diamankan agar tersangka tidak mengulangi perbuatan, tidak melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti,” pungkasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

TKD Tak Boleh Dihibahkan, Pembangunan Puskesmas Bumiaji 2 Terancam Mundur

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana rapat wacana pembangunan Puskesmas Bumiaji 2

 

KABARMALANG.COM – Wacana Pemkot Batu yang akan membangun Puskesmas Bumiaji 2 terancam mundur dari target karena terbentur dengan aturan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) nomor 1 tahun 2016 tentang pelarangan pengelolaan TKD (Tanah Khas Desa).

Oleh sebab itu pembangunan yang ditargetkan akan rampung pada tahun 2021 akan mundur 2022 sampai pemkot menemukan solusinya.

“Tidak mungkin memaksakan kehendak, malah nanti bisa melanggar aturan. Solusinya yaitu membeli lahan di sekitaran Desa Tulungrejo,” ungkap Ketua Komisi C Khamim Tohari pada Senin siang (28/09/2020).

Khamim juga menambahkan, Bapelitbangda (Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah) tidak memiliki opsi memindah bangunan puskesmas Bumiaji 2 dari desa Tulungrejo karena di desa tersebut memiliki aset tanah seluas 2000 meter persegi.

Terpisah, Kepala Bapelitbangda Kota Batu Susetya Herawan menerangkan bahwa pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu, mengingat prosesnya butuh waktu panjang mulai dari studi kelayakan dan disampaikan ke Pemprov.

Setelah itu akan ada kegiatan inventarisasi dan identifikasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, penilaian, musyawarah, dan pemberian ganti kerugian.

“Baru setelah dikaji paling tidak akan bisa dianggarkan dalam P-APBD 2021. Jika saat ini telah memasuki pembahasan R-APBD 2021, maka anggaran pengadaan tanah untuk Puskesmas Bumiaji II tidak mungkin serta merta bisa dimasukkan,” tukasnya. (arl/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Karantina Santri Al Izzah Batu Dibagi 3 Ruangan

Diterbitkan

||

Oleh

Foto : Konferensi pers melalui media sosial youtube oleh Ponpes Al Izzah

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 31 santri Ponpes Al Izzah Internasional Boarding School dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun harus menjalani karantina selama 14 hari. Ponpes mengatur menjadi tiga ruangan berbeda.

Model karantina itu disampaikan langsung oleh Ponpes Al Izzah melalui Youtube. Dalam keterangannya, Koordinator Satgas Covid-19 Al Izzah,Azis Effendy mereview kesehatan para santri. Seluruhnya disampaikan dalam kondisi normal.

“Sudah melakukan fase karantina selama 14 hari dan alhamdulillah dari proses karantina ananda semua kondisinya dalam batas normal, terkondisikan, dan sangat kita kendalikan,” ungkapnya.

Azis menerangkan dalam masa karantina pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan tim konsultan dr. Mulyadi Subarjo.

Sementara dr. Mulyadi Subarjo membeberkan bahwa saat ini Al Izzah telah memberikan kategori tempat karantina untuk santri, yakni kategori abu-abu, hijau, dan merah.

Untuk kategori hijau, ditempati oleh santri yang memiliki kontak erat dengan santri yang dinyatakan positif covid-19,namun hasil swabnya negatif.

“Lalu untuk zona merah ditempati oleh santri yang terkonfirmasi Covid-19 dan kita pantau secara erat, bagaimana yang awalnya tidak bergejala dipantau supaya tidak sampai timbul gejala, dan untuk gejala ringan agar tidak sampai masuk dalam gejala yang berat,” beber dr Mulyadi.

Sedangkan untuk zona abu-abu ditempati oleh santri yang sekiranya dicurigai mengalami keluhan atau gejala yang mengarah ke Covid-19.

Dan selanjutnya akan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Hingga berita ini diturunkan, Satgas Covid-19 Kota Batu belum dapat dikonfirmasi soal perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Ponpes Al Izzah. (arl/rjs)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com