Pemerintahan
Ridwan Kamil Ajak Ulama Jabar Tangkal Hoaks

KAB. PURWAKARTA — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengajak kiai dan ulama untuk ikut serta menangkal berita bohong atau hoaks soal COVID-19 yang kerap meresahkan masyarakat.
“Saya titip kepada para kiai kita —dalam ceramah-ceramahnya misalnya— agar mengimbau masyarakat untuk selalu menjadi masyarakat yang tabayyun, tidak menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya,” kata Kang Emil —sapaan Ridwan Kamil— saat Shalat Subuh Berjamaah Keliling (Subling) di Masjid Agung Baing Yusuf, Kabupaten Purwakarta, Minggu (8/03/2020).
“Maka saya minta jauhi berita bohong, jangan langsung share informasi yang belum terkonfirmasi,” imbuhnya.
Sebagai langkah preventif, Kang Emil meminta masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.
“Perkuat kesehatan kita, tidur cukup, makan makanan yang bergizi dan minum vitamin, terus rajin berolahraga,” ucapnya.
Kang Emil menambahkan, dalam rangka penanganan COVID-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar membentuk Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar).
Pikobar, yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat itu, akan memberikan informasi pencegahan dan penanganan COVID-19 kepada masyarakat melalui nomor Hotline COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 0811-2093-306 dan Emergency Kesehatan: 119.
“Saya melihat dampak virus korona ini terhadap ekonomi. Nah, salah satu syaratnya agar ekonomi ini tetap terjaga caranya belanja pemerintah daerah harus dipercepat, harus dilakukan belanja di awal tahun jangan di akhir tahun,” katanya.
“Jadi, saya imbau agar kabupaten/kota ini bisa belanja di awal tahun secepatnya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan bahwa Masjid Agung Baing Yusuf, yang berlokasi dekat dengan Alun Alun Purwakarta, menjadi pusat peradaban umat Islam di Purwakarta dan memberikan dampak ekonomi masyarakat sekitar masjid.
Anne mengatakan, banyak peziarah yang datang ke makam Syekh Baing Yusuf, yang merupakan pendiri Masjid Baing Yusuf. Dengan begitu, banyak pelaku ekonomi, salah satunya perajin Sinping (kudapan khas Purwakarta), yang meningkat pendapatannya.
“Masjid ini mempunyai nilai yang sangat mendalam bukan hanya pusat kegiatan dan informasi umat. Masjid ini membawa dampak yang sangat besar untuk bidang ekonomi bagi kurang lebih 120 perajin Sinping di sekitaran masjid ini,” kata Anne.
Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta berkomitmen untuk terus menata kawasan Masjid Baing Yusuf, sebagai bagian dari penataan pariwisata Purwakarta berbasis religi.
“Dan kami berkomitmen untuk terus menata sebaik mungkin masjid ini khususnya untuk penataan pariwisata berbasis religi,” ujar Anne mengakhiri. (Hum)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari





































