Connect with us

Peristiwa

Geger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku

Published

on

IMG 20260704 181918
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang bersama Polsek Bululawang tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas orang tua pembuang jasad bayi laki-laki (istimewa)

KABARMALANG.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang bersama Polsek Bululawang tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas orang tua pembuang jasad bayi laki-laki yang ditemukan warga di saluran irigasi persawahan Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Peristiwa yang menggegerkan masyarakat agraris tersebut bermula pada Kamis, 2 Juli 2026, ketika seorang saksi mencium bau menyengat di area persawahan dan mendapati sesosok jasad bayi malang mengapung dengan kondisi tali pusar yang masih menempel utuh.

Langkah evakuasi yudisial dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) segera digelar oleh petugas gabungan demi mengumpulkan alat bukti petunjuk, melacak rekam medis persalinan di fasilitas kesehatan terdekat.

Serta menyeret pelaku pembuangan ke jalur hukum atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap nyawa anak.

Kronologi Evakuasi Penemuan Jasad Bayi di Sukonolo

​Berdasarkan data penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara oleh tim Polres Malang, berikut adalah garis waktu (timeline) pengungkapan di lapangan:

​Pencarian Sumber Bau Menyengat: Kamis (2/7/2026), seorang petani setempat yang sedang beraktivitas di area persawahan Desa Sukonolo mencium aroma tidak sedap yang tajam dari arah saluran air.

​Temuan di Aliran Air: Saat ditelusuri, saksi terkejut mendapati sesosok jasad bayi dalam posisi mengapung di saluran irigasi.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Bululawang.

​Identifikasi dan Olah TKP: Personel Polsek Bululawang, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Malang, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Bululawang langsung mengamankan lokasi untuk mencari barang bukti petunjuk.

​Autopsi Medikolegal: Jasad bayi dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk menjalani pemeriksaan medis forensik demi mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Hasil Identifikasi Awal dan Status Penyelidikan Polisi

​Untuk mempermudah pembaca memahami parameter fisik temuan dan langkah penegakan hukum yang sedang berjalan, berikut tabel informasinya:

Parameter Identifikasi Forensik

Detail Hasil Pemeriksaan Medis Awal

Langkah Tindak Lanjut Penyidik Polres Malang

Jenis Kelamin Korban

Laki-laki

Mengumpulkan data kelahiran bayi di bidan dan puskesmas terdekat.

Estimasi Panjang Tubuh

Kurang lebih 25 sentimeter

Mendalami perkiraan usia kandungan saat bayi dilahirkan.

Kondisi Fisik Spesifik

Tali pusar masih menempel utuh

Menelusuri dugaan persalinan ilegal tanpa bantuan medis.

Lokasi Rumah Sakit Rujukan

RSUD Kanjuruhan, Kepanjen

Menunggu hasil visum resmi/autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Fokus Operasional Reskrim

Pemeriksaan Sakit & Pendalaman TKP

Melacak keberadaan orang tua kandung atau pelaku pembuangan.

Parameter Identifikasi Forensik

Detail Hasil Pemeriksaan Medis Awal

Langkah Tindak Lanjut Penyidik Polres Malang

Jenis Kelamin Korban

Laki-laki

Mengumpulkan data kelahiran bayi di bidan dan puskesmas terdekat.

Estimasi Panjang Tubuh

Kurang lebih 25 sentimeter

Mendalami perkiraan usia kandungan saat bayi dilahirkan.

Kondisi Fisik Spesifik

Tali pusar masih menempel utuh

Menelusuri dugaan persalinan ilegal tanpa bantuan medis.

Lokasi Rumah Sakit Rujukan

RSUD Kanjuruhan, Kepanjen

Menunggu hasil visum resmi/autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Fokus Operasional Reskrim

Pemeriksaan Sakit & Pendalaman TKP

Melacak keberadaan orang tua kandung atau pelaku pembuangan.

“Saksi menemukan sesosok bayi laki-laki mengapung di saluran irigasi dan langsung melaporkan peristiwa itu kepada perangkat desa untuk diteruskan ke polsek. Hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 25 sentimeter dan tali pusar masih menempel.”

“Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, melakukan pendalaman di sekitar lokasi penemuan, serta menunggu hasil pemeriksaan medis.”

“Semua temuan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.” kata AKP M. Budiono, Kasihumas Polres Malang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Advertisement

Terpopuler