Connect with us

Peristiwa

Update Harga BBM Mei 2026: Pertalite Tetap Rp10.000, Harga Solar Nonsubsidi Melonjak Tajam

Published

on

IMG 20260515 102129
Pemerintah dan badan usaha penyedia BBM resmi memberlakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak di seluruh SPBU Indonesia mulai Mei 2026 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Pemerintah dan badan usaha penyedia BBM resmi memberlakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak di seluruh SPBU Indonesia mulai Mei 2026, di mana harga BBM subsidi seperti Pertalite dan BioSolar terpantau stabil meski jenis solar nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan.

Kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah global yang memicu lonjakan harga pada varian Diesel di berbagai operator seperti Pertamina, Shell, hingga Vivo.

Bagi masyarakat di wilayah Jawa dan Bali, pengecekan tarif secara berkala menjadi sangat krusial mengingat adanya perbedaan selisih harga pada produk RON 92 ke atas serta keterbatasan stok pada beberapa varian bensin premium di SPBU swasta tertentu.

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru (Wilayah Jawa & Bali)

​Pertamina Patra Niaga mempertahankan harga subsidi namun melakukan penyesuaian pada lini produk unggulan mereka:

​Pertalite (RON 90): Rp10.000 (Tetap)

​BioSolar Subsidi: Rp6.800 (Tetap)

​Pertamax (RON 92): Rp12.300

​Pertamax Green 95: Rp12.900

​Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.900

​Dexlite (Diesel): Rp26.000

​Pertamina Dex: Rp27.900.

Komparasi Harga di SPBU Swasta (Vivo, BP-AKR, Shell)

​Persaingan harga di sektor nonsubsidi menunjukkan angka yang bervariasi, terutama pada kategori high-performance dan diesel:

Jenis BBM

BP-AKR (Rp)

Vivo (Rp)

Shell (Rp)

RON 90

12.090 (Revvo 90)

RON 92

12.390 (BP 92)

12.390 (Revvo 92)

RON 95

12.930 (Ultimate)

12.930 (Revvo 95)

Diesel

29.890

30.890

30.890

Catatan Penting: Pasokan untuk varian bensin seperti Shell Super dan Shell V-Power dilaporkan mengalami keterbatasan stok di beberapa titik pengisian.

Konsumen disarankan untuk memastikan ketersediaan melalui aplikasi resmi masing-masing operator.

Faktor Penyebab Perubahan Harga

​Harga Minyak Dunia: Kenaikan harga minyak mentah global berdampak langsung pada biaya produksi dan impor BBM nonsubsidi.

​Pajak Daerah (PBBKB): Harga di luar Jawa-Bali mungkin lebih tinggi karena perbedaan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di masing-masing provinsi.

​Kurs Rupiah: Nilai tukar mata uang terhadap Dollar AS turut memengaruhi penetapan harga jual eceran di tingkat nasional.

Advertisement

Terpopuler