Connect with us

Pemerintahan

Kendalikan Inflasi, Wali Kota Malang Sidak Rantai Distribusi dan Panen Cabai di Buring

Published

on

IMG 20260418 210810
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin langsung upaya stabilitas harga pangan dengan melakukan peninjauan alur distribusi sekaligus panen cabai bersama Kelompok Tani Sido Makmur 1 di Kelurahan Buring (istimewa)

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin langsung upaya stabilitas harga pangan dengan melakukan peninjauan alur distribusi sekaligus panen cabai bersama Kelompok Tani Sido Makmur 1 di Kelurahan Buring, Kedungkandang, pada Kamis, 16 April 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan disparitas harga cabai yang melonjak drastis dari tingkat petani ke pasar.

Dengan memantau langsung lahan pertanian perkotaan seluas 7.000 meter persegi tersebut, Pemkot Malang berupaya memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

Serta melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga komoditas strategis di tengah dinamika ekonomi nasional.

​Analisis Disparitas Harga dan Pengawasan TPID

​Pemerintah Kota Malang menyoroti perbedaan harga yang cukup tajam yang merugikan konsumen akhir:

​Harga Tingkat Petani: Berkisar antara Rp40.000,- hingga Rp50.000,- per kilogram.

​Harga Pasar: Terpantau melonjak hingga di atas Rp100.000,- per kilogram.

​Tindakan TPID: Melakukan penelusuran rantai distribusi guna memastikan mekanisme pasar berjalan efisien dan margin keuntungan tetap proporsional.

​Data Potensi Pertanian Perkotaan Kota Malang

 

Komoditas

Lokasi Unggulan

Luas Lahan Contoh

Estimasi Hasil Panen

Cabai Rawit

Kelurahan Buring

7.000 m²

6 Ton / Siklus

Padi & Jagung

Kedungkandang

Terintegrasi

Penunjang Stok Lokal

 

Strategi Penguatan Ketahanan Pangan

​Wali Kota Wahyu Hidayat menekankan dua jalur utama dalam menjaga kedaulatan pangan di wilayah perkotaan:

​Distribusi Efisien: Memperpendek rantai pasok agar harga di tingkat masyarakat tetap terjangkau tanpa merugikan petani.

​Bantuan Saprodi: Menyalurkan sarana produksi pertanian kepada 12 kelompok tani di Kota Malang untuk mendongkrak produktivitas lahan.

​Sinergi Program MBG: Mengkaji potensi penyerapan hasil tani secara langsung melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memberikan harga kompetitif bagi petani lokal.

​”Meskipun berstatus kota, Malang memiliki potensi pertanian yang produktif. Kami ingin memastikan harga di masyarakat tetap terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” tegas Wahyu Hidayat.

 

Advertisement

Terpopuler