Pemerintahan
Transformasi Digital: Pemkot Malang dan BNI ’46 Resmi Lakukan Penjenamaan Pasar Sawojajar

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Bank Negara Indonesia (BNI) ’46 secara resmi meluncurkan program penjenamaan (branding) dan digitalisasi di Pasar Sawojajar, Kota Malang, pada Kamis, 16 April 2026.
Langkah strategis ini diambil oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, guna memperkuat daya saing 26 pasar tradisional di wilayahnya agar lebih modern, tertata, dan mampu menjawab kebutuhan transaksi masyarakat di era digital.
Melalui sinergi bersama BNI Wilayah 18, transformasi ini diwujudkan lewat penerapan sistem pembayaran nontunai (QRIS), penyediaan fasilitas stasiun pengisian air minum (SPAM) gratis.
Hingga hibah sarana belanja untuk menciptakan ekosistem pasar yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan bagi seluruh warga bumi Arema.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-112 Kota Malang yang mengusung semangat adaptif dan berdampak langsung pada ekonomi rakyat:
Implementasi Cashless: Edukasi dan aktivasi QRIS BNI bagi para pedagang untuk mempermudah transaksi yang lebih cepat, aman, dan transparan.
Fasilitas Publik Modern: Peresmian SPAM sebagai upaya Pemkot Malang menyediakan air minum higienis sekaligus menekan penggunaan sampah plastik di lingkungan pasar.
Dukungan Operasional: Pemberian bantuan fasilitas berupa troli dan keranjang belanja untuk meningkatkan kenyamanan pengalaman berbelanja pembeli.
Detail Kerjasama Pemkot Malang & BNI ’46
Komponen Kerjasama | Instansi Pelaksana | Manfaat Bagi Masyarakat |
|---|---|---|
Digitalisasi Ekonomi | BNI Wilayah 18 | Transaksi nontunai merata di sektor UMKM |
Layanan Perbankan | Diskopindag Kota Malang | Efisiensi operasional dan retribusi pasar |
Lingkungan Hidup | Pemkot Malang | Pengurangan sampah botol plastik sekali pakai |
Komitmen Pemerintah dan Perbankan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pasar tradisional harus “naik kelas” agar tetap relevan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Ini merupakan langkah konkret agar pasar tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berdaya saing tinggi melalui pelayanan yang lebih baik,” ujar Wahyu.
Senada dengan hal tersebut, Regional CEO BNI Wilayah 18, Susetyo Priharyanto, menambahkan bahwa komitmen BNI adalah mendukung digitalisasi yang digaungkan Bank Indonesia.
Pihaknya menargetkan seluruh pelaku UMKM di Kota Malang dapat segera beralih menggunakan transaksi cashless untuk keamanan finansial yang lebih baik.
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Berikan Pembekalan Bagi Guru dan Orang Tua Cegah Kekerasan Anak
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar




































