Connect with us

Serba Serbi

Panduan Niat Puasa Qadha Ramadhan: Bacaan Lengkap Arab-Latin dan Ketentuan Bayar Utang Puasa Hari Ini

Diterbitkan

,

Panduan Niat Puasa Qadha Ramadhan: Bacaan Lengkap Arab-Latin dan Ketentuan Bayar Utang Puasa Hari Ini
Umat Muslim di seluruh Indonesia yang memiliki tanggungan utang puasa kini mulai melaksanakan puasa Qadha Ramadhan pada hari ini, Selasa, 24 Maret 2026 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Umat Muslim di seluruh Indonesia yang memiliki tanggungan utang puasa kini mulai melaksanakan puasa Qadha Ramadhan pada hari ini, Selasa, 24 Maret 2026, guna memenuhi kewajiban yang sempat tertinggal di tahun sebelumnya.

Pelaksanaan puasa ganti ini dilakukan secara mandiri oleh setiap individu yang berhalangan puasa (uzur syar’i) dengan cara membacakan niat pada malam hari sebelum waktu subuh tiba.

Mengingat pentingnya melunasi hutang puasa sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya, para ulama melalui panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan NU Online menekankan.

Agar umat Islam segera menyegerakan puasa Qadha ini pada hari-hari yang diperbolehkan demi menjaga kesempurnaan ibadah wajib dan ketaatan kepada Allah SWT.

Bacaan Niat Puasa Qadha (Bayar Utang)

​Berikut adalah lafal niat yang wajib dibaca pada malam hari atau saat makan sahur:

​Lafal Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

​Lafal Latin: Nawaitu shouma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

​Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Ketentuan Penting Pelaksanaan Puasa Qadha

​Memahami aturan teknis sangat penting agar puasa ganti Anda sah secara syariat:

​Waktu Niat (Wajib Tabyit): Niat puasa Qadha harus dilakukan pada malam hari (setelah maghrib) hingga sebelum terbit fajar (subuh).

Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa wajib tidak sah jika baru diucapkan setelah subuh.

​Hari Pelaksanaan: Dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari yang diharamkan (Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah).

​Menggabungkan Niat (Tasyrik): Diperbolehkan menggabungkan niat puasa Qadha dengan puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau Syawal), namun niat utama harus tetap puasa Qadha agar kewajiban hutang puasa gugur.

​Batas Waktu: Sangat dianjurkan untuk melunasi utang sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun berikutnya untuk menghindari kewajiban membayar Fidyah (denda).

 

Iklan

Terpopuler