Pemerintahan
Pembahasan Peta Zona Drainase dan Sumur Injeksi untuk Kesuksesan GASS

KABARMALANG.COM – Program GASS (Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen) perlu ditindaklanjuti secara teknis untuk membumikannya. Hari ini, Senin (20/01/2019) Pemerintah Kota Malang menyelenggarakan acara Pembahasan Peta Zona Drainase dan Sumur Injeksi.
Nantinya, setiap kelurahan di Kota Malang akan memiliki Peta Zona Drainase dan Sumur Injeksi dan yang dipresentasikan hari ini untuk Kelurahan Penanggungan dan peta ini sudah siap untuk seluruh wilayah Kecamatan Klojen.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan mengenai pembuatan saluran drainase dan sumur injeksi agar dapat menangani masalah banjir di Kota Malang. Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan bahwa program ini merupakan program kerja sama pemerintah dan masyarakat yang harus benar-benar serius dalam pengerjaanya.
“Kita perlu betul-betul serius menangani masalah banjir ini, diawali dari yang terkecil yaitu ditingkat kelurahan bergerak ke tingkat kecamatan,” ujarnya.
Tidak lupa, Wakil Walikota Malang menegaskan pentingnya kerjasama untuk mensukseskan kegiatan ini. “Kolaborasi pentahelix ini adalah satu bentuk riil bagaimana pemerintah bersama masyarakat yang sering disebut dengan komunitas juga dengan kalangan pelaku usaha, akademisi dan media, sehingga jika gerakan ini betul-betul masif, direncanakan dengan baik, diorganisir dengan baik, dan tak kalah penting pelaksanaannya. Itulah yang menentukan keberhasilan suatu program yang dicanangkan (red. GASS),” pungkas Bung Edi.
Sementara itu, M. Bisri MS. yang menjadi narasumber menyampaikan beberapa masalah yang mengakibatkan banjir di kota Malang, diantaranya kurang pintu masuknya air masuk ke saluran (inlek) dan saluran penangkapan air (grill).
“Kelemahan kita adalah kurang inlek, kurang pintu masuk, kedua grill nya kurang banyak, di depan gang saya banyak yang peyok-peyok dan tertutup sampah jadi airnya gak bisa masuk, saya yakin kok malang ini sebetulnya gak begitu banjir kalau itu bisa lancar,” pungkasnya.
Menurutnya, secara konsep saluran drainase dengan saluran irigasi tidak bisa digabung. Hal ini lantaran saluran irigasi merupakan saluran pembawa air dari besar menjadi kecil sedangkan saluran drainase idealnya dari saluran pengumpul air dari kecil menjadi besar. Akan tetapi, kenyataannya di lapangan tidak demikian.
Ia pun membahas mengenai peta drainase dan sumur injeksi dari kelurahan Penanggungan. Ia mengkritisi peta tersebut dengan detail serta memberikan arahan untuk membagi saluran menjadi 3, yaitu saluran primer, tersier dan sekunder serta mendata titik saluran sumur injeksinya. (ary/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan





































