Connect with us

Serba Serbi

Solusi Dinsos-P3AP2KB Mengatasi Anjal dan Gepeng di Kota Malang

Published

on

IMG 20230529 191323
Satpol PP Kota Malang saat menjaring pengemis di Pertigaan Sabilillah (pertigaan Jalan Ahmad Yani - Jalan Borobudur)

 

KABARMALANG.COM – Solusi Dinsos-P3AP2KB (Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) mengatasi permasalahan anjal dan gepeng di Kota Malang.

Terkait hal tersebut, masih saja sering ditemui anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali ke jalanan.

Padahal, Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, terus berusaha mengatasi permasalahan terkait Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tersebut.

Plt Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, di tahun 2022 lalu terdapat 57 gepeng yang terjaring. Dan mayoritas, mereka berasal dari luar kota.

“Anjal (dan lainnya) yang terjaring itu jumlahnya 57 orang. Sebagian besar mereka berasal dari luar daerah, sehingga di pulangkan dan di kembalikan ke keluarganya,” ujarnya, Kamis (18/5/2023).

Dari jumlah itu, gepeng yang terjaring dari Kota Malang sebanyak 8 orang.

“Termasuk yang dari Kota Malang, kami juga kembalikan ke keluarganya. Ketika kami melihat keluarganya tidak mampu, maka kami membuat pelatihan untuk support,” ungkapnya.

“Sehingga, mereka bisa mandiri dan tidak menjadi anjal lagi,” sambung Ida Ayu.

Pihaknya juga telah memberikan pelatihan keterampilan usaha kepada para PMKS, seperti produksi pembuatan makanan keripik.

Namun, diantara dari mereka ada yang tetap memilih untuk kembali lagi ke jalanan.

Ida Ayu mengungkapkan, tidak semua PMKS itu memiliki karakter untuk berjuang mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Merasa lebih enak meminta-minta di jalan dan kembali lagi. Seperti membuat keripik di Kampung Topeng itu, sudah pernah dilakukan tetapi ternyata mereka kembali lagi,” terangnya.

Kini, pihaknya akan melakukan penguatan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menangani para PMKS. Untuk mengkaji kembali dan mencari solusi terbaik.

“Nanti, akan kami rumuskan bersama teman-teman dinas yang lain. Karena tidak bisa hanya kami saja, tetapi juga antar OPD,” pungkas Ida Ayu. (carep01/fir)

 

Advertisement

Terpopuler