Pemerintahan
Tidak Layak Huni, Dinsos-P3AP2KB Usulkan 72 Rumah ke Pemprov Jatim

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mengusulkan sebanyak 72 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penny Indriani, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, mengatakan bahwa usulan data RTLH tersebut merupakan permintaan Pemprov Jatim.
“Dari provinsi itu didata rumah yang ditempati orang tua dan tidak layak huni itu didata saja, belum ada realisasinya,” kata Penny.
Pihak Dinsos-P3AP2KB mengaku bahwa puluhan RTLH di lima kecamatan di Kota Malang telah didata oleh Pemprov Jatim.
Kriteria RTLH yang masuk dalam pendataan tim dari Pemprov Jatim hanya satu yakni sebuah rumah yang tidak layak huni dan hanya ditempati oleh orang tua yang tinggal sendiri sebatangkara di rumah tersebut.
“Jadi orang tua tunggal yang tinggal di rumah, sebatangkara dan rumahnya sudah tidak layak huni, sudah itu saja,” jelas Penny.
Jika mengaku pada kriteria tersebut, terdapat 72 RTLH yang terdata dan diusulkan oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang kepada pihak Pemprov Jatim.
“Rata-rata di Sukun dan Kedungkandang yang tinggi, kalau Blimbing, Klojen itu kan rumahnya rata-rata sudah tengah kota,” tutur Penny.
Jumlah rincinya di masing-masing kecamatan, Penny tidak dapat menyebutkan secara rinci. Namun dirinya mengaku rata-rata jumlah RTLH paling banyak ada di Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang.
Penny tidak mengetahui untuk anggaran pembenahan pada masing-masing RTLH yang akan dibenahi. Pihaknya hanya diminta data jumlah RTLH di Kota Malang oleh Pemprov Jatim.
“Kalau tahun lalu nggak ada yang diusulkan, jadi baru tahun ini diusulkan. Makanya kita sempatkan apakah karena pandemi apa nggak kita juga bingung ya, pokoknya usul saja,” terang Penny.
Realisasi pembenahan RTLH di Kota Malang tersebut, Penny mengaku tidak mengetahui akan dibenahi pada tahun 2022 atau tahun kapan.
“Pokoknya kita diminta data ya kita kasih, mumpung ada kesempatan ya kita kasih data, harapannya ya harus terealisasi, malu kalau didata saja,” Penny mengakhiri. (carep-03/fir)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri




































