Pemerintahan
Strategi Dinsos Kota Malang Pastikan Bansos Tepat Sasaran: Pakai Data DTSEN hingga Musykel

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos).
Langkah utamanya adalah melakukan pemutakhiran data masyarakat miskin secara rutin guna meminimalisir salah sasaran.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko, menjelaskan bahwa seluruh acuan data berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh pemerintah pusat.
1. Tantangan Data “Given” dari Pusat
Donny mengakui bahwa data yang di terima daerah seringkali bersifat given (diberikan langsung) dari pusat, sehingga potensi ketidaktepatan sasaran tetap ada.
Beberapa faktor penyebab data tidak akurat di antaranya:
Penerima manfaat telah pindah rumah.
Kondisi ekonomi keluarga membaik (misalnya, anak dari penerima bansos sudah sukses).
Perubahan status kependudukan lainnya.
”Makanya, untuk mengantisipasi bantuan yang tidak tepat sasaran, kami rutin mengadakan Musyawarah Kelurahan (Musykel) untuk pemutakhiran data,” tutur Donny.
2. Alur Verifikasi Ketat: Dari SIKS-NG hingga Cek OJK
Proses penetapan penerima bansos ternyata melalui tahapan yang sangat panjang dan berlapis.
Berikut adalah alur verifikasinya:
Pengusulan: Data diusulkan dan dimasukkan ke aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).
Verifikasi Kemensos & OJK: Kementerian Sosial bekerja sama dengan OJK dan kementerian lain untuk mengecek riwayat penerima.
Screening Ketat: Dilakukan pengecekan apakah calon penerima terlibat pinjaman ilegal hingga judi online.
Ground Checking: Jika data sudah “clear” di pusat, Dinsos Kota Malang melakukan pengecekan lapangan (ground checking) langsung ke rumah warga.
Finalisasi: Data hasil lapangan di bawa ke Musykel, di tetapkan, dan dikirim kembali ke Kemensos untuk disinkronisasi dengan data BPS.
3. Komitmen untuk Masyarakat Miskin Kota Malang
Dengan sistem yang lebih transparan ini, di harapkan bantuan sosial benar-benar jatuh ke tangan warga yang masuk dalam kategori desil terbawah.
Penilaian kelayakan masyarakat kini tidak hanya berdasarkan dokumen administratif, tapi juga fakta riil di lapangan.
Donny berharap masyarakat juga proaktif dalam proses pemutakhiran data ini agar bantuan sosial di Kota Malang semakin berkualitas dan adil. (Adv)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































