Connect with us

Pemerintahan

Strategi Dinsos Kota Malang Pastikan Bansos Tepat Sasaran: Pakai Data DTSEN hingga Musykel

Published

on

IMG 20251125 195532
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko (istimewa)

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Langkah utamanya adalah melakukan pemutakhiran data masyarakat miskin secara rutin guna meminimalisir salah sasaran.

​Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko, menjelaskan bahwa seluruh acuan data berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh pemerintah pusat.

1. Tantangan Data “Given” dari Pusat

​Donny mengakui bahwa data yang di terima daerah seringkali bersifat given (diberikan langsung) dari pusat, sehingga potensi ketidaktepatan sasaran tetap ada.

​Beberapa faktor penyebab data tidak akurat di antaranya:

​Penerima manfaat telah pindah rumah.

​Kondisi ekonomi keluarga membaik (misalnya, anak dari penerima bansos sudah sukses).

Perubahan status kependudukan lainnya.

​”Makanya, untuk mengantisipasi bantuan yang tidak tepat sasaran, kami rutin mengadakan Musyawarah Kelurahan (Musykel) untuk pemutakhiran data,” tutur Donny.

2. Alur Verifikasi Ketat: Dari SIKS-NG hingga Cek OJK

​Proses penetapan penerima bansos ternyata melalui tahapan yang sangat panjang dan berlapis.

Berikut adalah alur verifikasinya:

​Pengusulan: Data diusulkan dan dimasukkan ke aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

​Verifikasi Kemensos & OJK: Kementerian Sosial bekerja sama dengan OJK dan kementerian lain untuk mengecek riwayat penerima.

​Screening Ketat: Dilakukan pengecekan apakah calon penerima terlibat pinjaman ilegal hingga judi online.

​Ground Checking: Jika data sudah “clear” di pusat, Dinsos Kota Malang melakukan pengecekan lapangan (ground checking) langsung ke rumah warga.

Finalisasi: Data hasil lapangan di bawa ke Musykel, di tetapkan, dan dikirim kembali ke Kemensos untuk disinkronisasi dengan data BPS.

3. Komitmen untuk Masyarakat Miskin Kota Malang

​Dengan sistem yang lebih transparan ini, di harapkan bantuan sosial benar-benar jatuh ke tangan warga yang masuk dalam kategori desil terbawah.

Penilaian kelayakan masyarakat kini tidak hanya berdasarkan dokumen administratif, tapi juga fakta riil di lapangan.

​Donny berharap masyarakat juga proaktif dalam proses pemutakhiran data ini agar bantuan sosial di Kota Malang semakin berkualitas dan adil. (Adv)

Advertisement

Terpopuler