Hukrim
Penyiksaan Bayi Di Kota Batu, Ini Kondisi Terakhir Menurut Wali Kota

KABARMALANG.COM – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko turun tangan begitu melihat mirisnya kasus penyiksaan bayi di wilayahnya.
Dinas Sosial sudah turun juga mendukung bayi korban penyiksaan inisial N, 2, yang kini sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kota Batu.
Dari pemantauan Pemkot Batu, sampai hari ini, Rabu, 27 Oktober 2021, kondisi bayi tersebut semakin stabil dan membaik.
Dewanti mengabarkan, pemerintah kota bakal mendampingi proses pemulihan bayi tersebut. Pemkot Batu juga juga bakal mendampingi wanita berinisial C, 19, ibu dari bayi tersebut.
Dewanti telah mengerahkan Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk pendampingan.
“Kabar dari dr Wahyu (Direktur RS Bhayangkara), si bayi membaik. Akhirnya saya malah banyak komunikasi dengan ibu bayi,” kata Dewanti kepada wartawan, Selasa (26/10).
Kabar Terkait : Penyiksaan Bayi Di Kota Batu, Wajah Hancur, Kepala Disundut Rokok.
Menurut Dewanti, korban dalam kasus kekerasan ini bukan hanya bayi tersebut. Tetapi, juga ibu kandung yang juga calon istri dari tersangka penyiksaan, W, 25, kuli bangunan asal Junrejo.
“Ibunya ini juga harus kita tolong. Kita dampingi agar bisa hidup mandiri dan bisa menjaga anaknya,” tambahnya.
Meski demikian, Dewanti mengaku cukup kesulitan berkomunikasi dengan ibu dari bayi korban penyiksaan tersebut.
Menurut Dewanti, si ibu lebih banyak diam. “Mungkin masih trauma, biar nanti tim yang mendalami,” tuturnya.
Sementara itu, keterangan terakhir dari RS Bhayangkara Kota Batu, bayi tersebut tidak sekali ini saja mengalami penyiksaan. Sebab, si bayi memiliki luka lama dan luka baru.
Tetapi, Direktur RS Bhayangkara Kota Batu, drg Wahyu Ari Prananto MARS, kepada wartawan menyebut bayi tersebut semakin membaik.
“Luka mulai kering dan sembuh. Bayi tersebut juga sudah sehat, sudah mau makan, bisa ketawa juga. Jauh lebih sehat ketimbang kali pertama masuk IGD,” tandasnya.
Kali pertama masuk IGD sekitar 4 hari lalu, tim dokter melihat ada luka bakar di lutut, punggung dan bagian perut. Dokter juga memastikan ada bekas sundutan rokok dan infeksi.
Namun demikian, tim dokter menyebut tidak ada luka yang bisa membuat bayi itu cacat total. Sehingga, dia masih bisa pulih dan normal secara fisik.
Biaya pengobatan sendiri sudah masuk dalam BPJS Kesehatan. RS Bhayangkara Kota Batu juga siap menanggung biaya tersebut.
Sebelum ini, publik Malang Raya dibuat marah oleh ulah W, 25, pelaku penyiksaan bayi N di Kota Batu.
Karena, W yang merupakan calon bapak tiri, melampiaskan emosinya kepada bayi yang menurutnya rewel.
Alhasil, kini W mendekam di sel tahanan Polres Batu, dan siap-siap menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































