Hukrim
Penyiksaan Bayi Di Batu, Ini Keterangan Resmi Kapolres

KABARMALANG.COM – Penyiksaan bayi di Kota Batu telah terungkap sepenuhnya. Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan merilis tersangka di Mapolres Batu, Rabu (27/10) kemarin sore.
Lewat Unit PPA, Satreskrim Polres Batu berhasil mengungkap kasus dugaan penyiksaan terhadap bayi yang terjadi di Junrejo, Kota Batu, Selasa (26/10).
Yogi mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Satreskrim langsung melakukan penyelidikan.
Akhirnya dalam kurun waktu 1×24 jam, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan berinisial WK alias Katok.
Korban sendiri merupakan anak dari pacarnya yang berinisial NS.
“Korban adalah balita berusia dua tahun yang merupakan calon anak dari pacarnya berinisial CR,” ujar Yogi.
Kabar Terkait : Penyiksaan Bayi Di Kota Batu, Wajah Hancur, Kepala Disundut Rokok.
WK menyiksa anak pacarnya lantaran kesal dengan CR. Ia melampiaskan emosi dan kekesalan terhadap CR dengan cara menyiram air panas ke tubuh korban. Saat itu, tersangka hendak memandikan korban.
Tidak hanya itu, kata Yogi, saat korban sedang rewel, tersangka membakar hampir sekujur tubuh korban dengan api rokok.
WK juga sering menggigit kuku jari korban dengan dalih agar diam dan tidak menangis.
Pada hari Sabtu (23/10), YN, 37, yang merupakan paman korban mengetahui kondisi korban yang memprihatinkan. Dia kemudian secara langsung melarikan korban ke RS terdekat untuk perawatan.
“Setelah tiba di rumah CR, YN sontak melihat luka memar dan luka bakar. Dia segera membawa korban ke Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan,” terang Yogi.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yaitu berupa satu gayung berwarna hijau, satu buah panci stainless steel dengan gagang kayu dan satu buah bak mandi plastik warna biru.
Atas perbuatannya tersangka melanggar Pasal 80 ayat (2) Jo 76C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 perubahan kedua UU RI No.17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.
“Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak seratus juta rupiah,” tegasnya.
“Mari kita doakan supaya korban segera pulih dan dapat bermain lagi seperti sedia kala,” pungkas Yogi.(fir/yds)
Hukrim4 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi4 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi4 minggu yang laluHarga Emas Antam Hari Ini Melonjak di Level Rp2.690.000 per Gram
Hukrim3 minggu yang laluKecelakaan Maut di Kromengan Malang Pengemudi Pikap Jadi Tersangka Diduga Alami Microsleep
Serba Serbi3 minggu yang laluLaman dtsen-form.bps.go.id Menjadi Portal Resmi Pengecekan Desil Kesejahteraan BPS
Pemerintahan3 minggu yang laluPeringatan Hari Veteran Nasional LVRI Kota Malang Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Suropati































