Peristiwa
Penyiksaan Bayi Di Kota Batu, Wajah Hancur, Kepala Disundut Rokok

KABARMALANG.COM – Malang nian nasib N, 2, bayi di Kota Batu yang menjadi sasaran penyiksaan pacar dari ibu kandungnya.
N, 2, merupakan bayi dari C, 19, janda yang tinggal di Kota Batu. Dia menjalin hubungan asmara dengan W, 25, warga Desa Beji, Junrejo.
W, sangat sadis dalam menganiaya bayi N. Pasalnya, dampak penyiksaan itu terlihat secara kasat mata.
Sebagian wajahnya hancur. Kemudian, bibirnya juga sobek dan sekujur tubuhnya pun lebam.
Bahkan, W juga menyiramkan minyak panas ke tubuh bayi N. Serta, menyundutkan rokok ke kepalanya. Alhasil, sekujur tubuhnya pun melepuh.
Kabar Terkait : Penyiksaan Bayi Di Kota Batu, Ini Kondisi Terakhir Menurut Wali Kota.
Tindakan penyiksaan W terhadap bayi asal Batu tersebut termasuk mencabut kuku si bayi, serta menjambak rambutnya.
Saat ini, bayi tersebut sudah berada dalam perawatan RSU Karsa Husada Batu.
Polres Batu sudah turun lapangan dalam kasus penyiksaan bayi di kota wisata ini.
Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yugi Hermawan lewat Kasatreskrim Iptu Yussi Purwanto mengabarkan, W sudah tertangkap.
“Kami sudah mengamankan pelaku. Kami sedang memproses dia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Yussi kepada wartawan, Selasa (26/10).
Menurut Yussi, tersangka ini harus bersiap menghadapi sejumlah pasal perlindungan anak.
Antara lain Pasal 44 UU RI nomor 23 tahun 2004, atau pasal 80 UU RI 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.
“Ancaman hukuman pelaku minimal 3 tahun penjara,” kata Yusssi.
Dia kemudian menyebut alasan utama W tega melakukan penyiksaan terhadap bayi calon istrinya tersebut.
“Pelaku mengaku kesal terhadap N yang menurutnya rewel. Dia mengaku capek bekerja sebagai kuli bangunan,” tambahnya.
Kabar Lainnya : Pembuangan Bayi Di Pakis Malang, Tenggelam Di Kali Sumber Gentong.
Selain itu, W juga mengaku tidak siap menafkahi calon keluarga barunya.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Batu turun tangan untuk menangani pengobatan dari bayi yang mengalami penyiksaan tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririk Masyhuri sudah melakukan visitasi kepada bayi dan ibunya.
“Kami bersama Polres Batu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengakomodir segala kebutuhan korban,” ujar Ririk.
Saat ini, Dinas Sosial mengupayakan pengurusan NIK untuk si bayi, agar bisa terlindungi BPJS untuk biaya perawatan kesehatan dan asesmen psikologis.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































