Connect with us

Pemerintahan

Hadapi Dinamika Covid-19, Waspada Tanpa Takut Berlebihan

Published

on

Hadapi Dinamika Covid-19, Waspada Tanpa Takut Berlebihan
Prof Wiku saat paparan soal perkembangan covid-19, Jumat malam (10/9). (foto : tangkapan layar)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah terus memantau perkembangan covid-19 di seluruh wilayah di tanah air dan mengevaluasi penanganannya.

Hingga saat ini, pulau Jawa dan Bali masih menjadi wilayah terbesar penyebaran virus, baik kasus positif, kematian maupun kasus aktif.

Namun begitu tingkat kesembuhan di wilayah ini, juga mengalami peningkatan.

Demikian paparan Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Dia menerangkan ini dalam Keterangan Pers secara virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Jumat (10/9).

Dari jumlah kasus positif, wilayah Jawa Bali menyumbang 67,76 persen dari total kasus nasional.

Menyusul pada urutan berikutnya adalah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.

Sementara, Nusa Tenggara dan Maluku-Papua di urutan terakhir dalam hal jumlah kasus positif.

“Artinya, persentase kasus positif sejalan dengan persentase kasus meninggal pada pulau-pulau di Indonesia,” ujar Prof Wiku.

Menurutnya, tingginya porsi kasus positif di Pulau Jawa Bali karena wilayah tersebut mendominasi populasi di Indonesia. Juga terdapat ibukota negara di dalamnya.

Sehingga aktivitas sosial ekonominya cenderung lebih padat. Meski begitu ketimbang kasus positif pada bulan sebelumnya, maka kasus positif di Pulau Jawa Bali secara umum telah mengalami penurunan sebesar 74 persen.

Kabar Lainnya : Dies Natalis, FKH UB Gelar Seminar Internasional.

Prof Wiku mengimbau kepada setiap daerah di Indonesia untuk segera melakukan sinkronisasi data agar perkembangan covid-19 di daerah terpantau lebih akurat.

Khususnya kepada daerah-daerah yang menyumbang kasus tertinggi.

Pengawasan kepatuhan protokol kesehatan utamanya pada fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui Satgas Posko Fasilitas Publik harus meningkat.

Selain itu perlu adanya penguatan Satgas Posko di tingkat desa kelurahan untuk memastikan pencegahan covid-19 sudah bergulir dari tingkatan terkecil.

Kewaspadaan harus selalu terjaga, mengingat perkembangan virus covid-19 masih cukup dinamis.

Covid-19, menurut Prof. Wiku, seperti halnya semua virus, memiliki sifat alami untuk mengalami perubahan terus-menerus.

Virus akan terus bermutasi selama virus masih ada di tengah masyarakat, baik pada skala lokal maupun global.

Dalam hal ini, pemerintah melalui berbagai kebijakan menyeluruh, senantiasa berusaha menekan angka kasus.

“Semakin rendah penularan yang terjadi, semakin kecil pula kemungkinan virus mengalami perubahan menjadi varian baru,” ungkap Prof Wiku.

Karena itu, pemerintah mengharapkan masyarakat terus menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terpapar virus covid-19.

Dengan cara disiplin mengenakan masker, melakukan vaksinasi, juga menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Wilayah geografis Indonesia yang luas dalam profil kepulauan, menuntut strategi pengendalian beserta kolaborasi dan sinergi kuat dari berbagai pihak.

Dengan partisipasi tiap individu, dampak pandemi akan lebih terkendali. Dalam masa kedaruratan ini, Prof Wiku mengajak masyarakat untuk menanggapi dinamika seperti ini dengan cermat.

Yaitu dengan meningkatkan kewaspadaan, tanpa terlalu takut berlebihan, serta melakukan pembelajaran dan perbaikan tiada henti.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler