Connect with us

Pemerintahan

Warga Bareng Tolak Hotel Jadi Safe House, Ini Penjelasan Wali Kota Malang

Published

on

IMG 20210725 112850
Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) saat diwawancarai media di Balaikota Malang (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji menanggapi penolakan warga RW 04 Kelurahan Bareng Kota Malang terkait rencana Syariah Radho Suites Hotel menjadi safe house Covid-19.

Hotel yang terletak di Jalan Simpang Kawi itu berdekatan dengan permukiman warga RW 04 Kelurahan Bareng. Sehingga warga menolak rencana Pemkot Malang tersebut.

Rencananya safe house di Radho Hotel itu sebagai tempat recovery bagi pasien Covid-19 yang telah negatif dan sudah menjalani karantina selama 10 hari di Safe House BPSDM Jalan Kawi.

Sutiaji menjelaskan dengan adanya Safe House di Syariah Radho Suites Hotel, nantinya bisa mengurangi penumpukan pasien atau bed di Safe House BPSDM Jalan Kawi.

“Jadi kalau ada yang menolak, terus ini kan ya lucu. Ini sudah darurat, darurat sekali. Bagaimana kita berbagi, ya menyadarkan kita semua lah,” ujar Sutiaji, Minggu (25/7).

Dia menerangkan alasan pemilihan Syariah Radho Suites Hotel, karena aksesnya yang berdekatan dengan Safe House BPSDM Jalan Kawi.

“Dari rumah isolasi Kawi, mereka yang sudah tidak punya gejala klinis sudah di tidak apa-apa jadi tinggal menunggu saja. Selama dua sampai empat hari kita geser ke sana (Radho Syariah Suites),” tuturnya.

“Dan itu (pasien yang pindah ke Syariah Radho Suites)  kesembuhannya kan 100 persen. Tidak ada penularan dan semuanya, dan dari segi kajiannya kan sudah ada,” sambungnya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menuturkan kapasitas di Radho Syariah Suites Hotel akan tersedia 80 bed.

“Inggih (iya) kita usahakan (Safe House di Radho Syariah Suites Hotel). Ya saya mohon lah masyarakat memaklumi. Masa ada saudaranya meninggal dunia dia menyelematkan dirinya sendiri,” harapnya.

Sutiaji juga menambahkan, Pemkot Malang memang sedang berupaya untuk mendirikan safe house atau isolasi terpadu di tiap kecamatan untuk bisa lebih tanggap menangani pasien Covid-19.

“Makanya tadi diminta per kecamatan ada. Kalau bisa ya per kelurahan, monggo. Tapi per kecamatan saja kan susah. Tapi ada di kelurahan-kelurahan kan sudah terbangun dengan baik,” tutupnya. (fat/fir)

Advertisement

Terpopuler