Connect with us

Pemerintahan

Perpanjangan PPKM Darurat Di Malang, Ini Hasil Rapat Dengan Jokowi

Published

on

Perpanjangan PPKM Darurat Di Malang, Ini Hasil Rapat Dengan Jokowi
Sanusi, Bupati Malang saat rapat virtual bersama Jokowi untuk penentuan nasib perpanjangan PPKM Darurat Jawa Bali. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Nasib perpanjangan PPKM Darurat di Malang Raya dan Jawa Bali akan terungkap pada hari ini, Selasa (20/7).

Sejak siang, pemerintah daerah, termasuk di Malang Raya sedang menggelar Rapat Koordinasi dengan Presiden RI Joko Widodo secara virtual.

Forkopimda Kabupaten Malang misalnya, hadir dalam rapat virtual ini. Bupati Malang Sanusi bersama Sekretaris Daerah Wahyu Hidayat rapat dari Pendopo Kabupaten Malang.

Perpanjangan PPKM Darurat di wilayah Malang Raya, masih dalam pembahasan. Tetapi, hasil evaluasi sementara, Malang menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Memang kita bukan zona hitam, saat ini Kabupaten Malang zona merah,” ujar Wahyu, Selasa (20/7).

Tetapi, Wahyu menyebut perkembangan signifikan dalam penanganan covid-19 bukan berarti membuat Pemkab Malang lengah.

“Penggunaan masker jangan sampai kendor. Sosialisasi prokes tetap jalan dan percepatan program vaksinasi juga,” tuturnya.

Selain itu, Wahyu juga menyinggung terkait nama dari ‘PPKM Darurat’ yang akan berubah. Ini sesuai masukan dari beberapa pemimpin daerah usai rakor virtual dengan Presiden RI.

“Istilah PPKM Darurat atau PPKM Mikro nantinya akan hilang. Akan ganti nama, berdasarkan level yang terpapar covid di wilayah masing masing,” ujar Wahyu.

“Karena, menurut beberapa pemimpin daerah, kalau menggunakan sebutan ‘PPKM Darurat’, itu seolah-olah keadaannya gawat sekali,” beber Wahyu.

Sementara, untuk Kabupaten Malang, akan ada penyampaian informasi terbaru dalam beberapa hari ke depan.

Terutama, terkait berada di level mana tingkat bahaya penyebaran covid-19.

Menurut Wahyu, Kabupaten Malang tidak sendiri nantinya menjalani masa paska PPKM Darurat. Karena, ada dua wilayah lain, yaitu Kota Malang dan Kota Batu.

“Kabupaten Malang ini tidak sendiri, karena berdampingan dengan Kota Malang dan Kota Batu. Kita masuk wilayah aglomerasi,” ringkasnya.

“Karena itu perlu ada pemantauan secara menyeluruh. Sehingga pemerintah pusat akan menyampaikan penetapan level (Malang Raya) dalam 1 atau 2 hari ke depan,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler