Pemerintahan
Perpanjangan PPKM Darurat Sampai 31 Juli 2021, Ini Tanggapan Wali Kota Malang

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji menanggapi wacana dari pemerintah pusat yang akan perpanjangan durasi PPKM Darurat hingga 31 Juli 2021 nanti.
“Bahwa apapun kondisinya, ada model PPKM Darurat beberapa kali, tapi ketika perilaku masyarakat dan mobilitas orang belum bisa terpantau dengan baik, ya tetap (kondisi pandemi Covid-19),” ujar Sutiaji, Minggu (18/7).
Sutiaji mengusulkan harus ada penguatan pola pemantauan seperti di PPKM Mikro, dalam lingkup terkecil masyarakat di tingkat RT/RW Kota Malang.
Dia juga menyarankan agar para dermawan turut bersinergi bersama pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak selama PPKM Darurat.
“Ketika masyarakat tidak boleh mobilitas dalam sekian waktu, maka jaminan masyarakat untuk makan itu tersedia, lantas siapa yang menyediakan ?,” katanya.
“Saya kira negara dalam hal ini mempunyai nilai tekan kepada orang-orang yang punya kemampuan (finansial), bahwa bela negara itu bukan mengangkat senjata, tapi juga penguatan nilai patriotisme, dengan mau berbagi,” sambungnya.
Sehingga, lanjut Sutiaji, masyarakat yang berkecukupan lebih dalam hal finansial bisa ikut berbagi meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Darurat.
Dalam konteks ini, menurutnya masyarakat yang mendapat bantuan bukan hanya yang sedang menjalani isolasi mandiri. Tetapi orang yang tidak boleh keluar rumah andai perpanjangan PPKM Darurat benar terjadi.
Kabar Lainnya : Dukung Mobilitas TP PKK Kota Malang, Bank Jatim Serahkan CSR.
“Kalau bansos ya kita seberapapun akan habis.Dulu ada kampung dan RW tangguh, pembagian bantuan bukan hanya untuk isoman, tapi yang tidak mampu, dan seterusnya. Ini yang harus kita perhatikan,” ungkapnya.
Dari situ Sutiaji akan mendesain pola yang pas untuk memantau mobilitas masyarakat di setiap RT/RW di Kota Malang.
“Tapi kalau keluar (rumah), dia (warga) tidak mendapatkan bantuan. Lagi kami (Pemkot Malang) cari pola bagaimana pemantauannya, mungkin di tingkat RW itu,” jelas Sutiaji.
Menyinggung soal evaluasi dan catatan PPKM Darurat di Kota Malang hingga hari ini (18/7). Sutiaji belum bisa berkomentar banyak.
“Belum bisa (evaluasi), jadi yang namanya hasil itu, akan kita ketahui setelah pelaksanaan (PPKM Darurat). Paling tidak akan tahu saat 5 hingga 7 hari setelah PPKM Darurat,” tuturnya.
“Nanti bisa kita ketahui peningkatan kasusnya (Covid-19) apa. Karena apa ?, saat ini yang ramai justru klaster-klaster keluarga, nah bagaimana kita bisa menekan itu,” tutupnya. (fat/fir)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026





































