Edukasi
UB Kukuhkan Profesor Ilmu Kimia Analitik dan Ilmu Ekologi Tanaman

KABARMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) kukuhkan dua profesor baru, Rabu (30/6). Yakni Prof Dr Ani Mulyasuryani MS dan Prof Dr Ir Nurul Aini MS.
UB kukuhkan Prof Dr Ani Mulyasuryani MS menjadi profesor bidang Ilmu Kimia Analitik. Dia juga profesor aktif ke-24 Fakultas MIPA.
Prof Ani adalah profesor aktif ke-197 UB, dan ke-281 dari seluruh profesor UB.
Sedangkan, UB kukuhkan Prof Dr Ir Nurul Aini MS menjadi profesor bidang Ilmu Ekologi Tanaman. Dia merupakan profesor aktif ke-42 dari Fakultas Pertanian.
Dia pun profesor aktif ke-198 UB, serta ke-282 dari seluruh profesor UB.
Prof Dr Ani Mulyasuryani MS : Sensor Elektrokimia untuk Deteksi Residu Pestisida pada Sayur dan Buah.
Penggunaan pestisida secara berlebihan, tidak tepat, bahkan ilegal masih terjadi. Beberapa peneliti bahkan menemukan kadar residu pestisida pada teh komersial.
Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan kontrol secara berkelanjutan. Untuk itu perlu suatu alat atau metoda untuk mendeteksi kadar pestisida dalam pangan.
Saat ini sudah ada metode rekomendasi SNI untuk penentuan kadar residu pestisida. Namun memerlukan preparasi sampel yang cukup panjang sehingga akan terjadi penumpukan sampel.
Selain itu perlu seorang operator yang mempunyai kompetensi khusus. Dengan metode elektrokimia, bisa jadi pertimbangan sebagai solusi untuk deteksi residu pestisida.
Karena sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi instrumen yang portable untuk mengontrol keamanan pangan.
“Aplikasi sensor elektrokimia dapat mendeteksi kadar residu pestisida klorpirifos dalam sampel buah-buahan dan sayuran,” terang Prof Ani dalam pidato ilmiahnya di gedung Widyaloka UB, Rabu (30/6).
Kabar Lainnya : Server Ujian Down, Mahasiswa UT Sambat.
Sensor elektrokimia untuk deteksi klorpirifos terdiri dari tiga jenis. Pertama sensor klorpirifos berbasis enzim.
Sensor ini menggunakan screen printed electrode tunggal, dengan sinyal luaran konduktivitas listrik yang berbading lurus dengan konsentrasi.
Kedua adalah sensor klorpirifos berbasis MMIP. Sensor ini menggunakan screen printed electrode dua elektroda yaitu indikator dan refenrensi.
Sinyal yang terukur adalah potensial listrik, hubungan kuantitif dengan konsentrasi merupakan persamaan logaritma.
Ketiga adalah sensor klorpirifos berbasis komposit nanopartikel. Sensor ini menggunakan screen printed electrode tiga elektroda. Yaitu elektroda kerja, referensi dan elektroda counter.
Sinyal luaran adalah arus listrik yang berbanding lurus dengan konsentrasi. Batas deteksi sensor klorpirifos lebih kecil dari 1 ppm. Dengan aplikasi pada sampel buah-buahan dan sayuran pada kondisi pH kerja yang berbeda.
Untuk mencapai miniaturisasi sistem analisis kimia pengembangan sensor elektrokimia, perlu ada integrasi dengan metoda preprasi. Seperti liquid phase microextraction (LPME) dan magnetic solid phase microextraction (MSPE).
Kemudian, untuk mengembangkan sensor elektrokimia sebagai instrumen analisis, perlu kerjasama dengan berbagai bidang.
Di antaranya biokimia, nanomaterial, sintesis organik maupun anorganik, serta teknik elektronika sensor, transduser, dan aktuator.
Prof Dr Ir Nurul Aini MS : Strategi Pengelolaan Produksi Tanaman untuk Peningkatan Produktivitas Lahan Salin.
Salinitas tanah merupakan salah satu ancaman bagi keberlanjutan pertanian hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia.
Salinitas tanah adalah proses meningkatnya kadar garam mudah larut di dalam tanah sehingga mengakibatkan terbentuknya tanah salin.
Kemudian, salinitas pada tanah di Indonesia umumnya terjadi di lahan pertanian dekat pantai. Ini terjadi karena intrusi air laut sebagai akibat meningkatnya permukaan air laut karena perubahan iklim.
Pencemaran limbah, dan eksploitasi air tanah juga merupakan penyebab terjadinya salinitas tanah. Kebanyakan tanaman yang mengalami cekaman salinitas menunjukkan penurunan pertumbuhan dan hasil.
Hal ini karena kadar garam tinggi dan turunnya potensial air tanah. Sehingga menghambat penyerapan air dan unsur hara oleh akar tanaman.
“Karena itu perlu upaya peningkatan hasil per satuan luas lahan. Yaitu dengan meningkatkan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL), melalui pengaturan pola tanam yang tepat,” kata Prof Nurul.
Lahan yang mengalami salinitas harus termanfaatkan untuk produksi tanaman dengan hasil tinggi. Sehingga, perlu penanganan secara simultan baik dari sisi pendekatan tanaman atau pendekatan modifikasi lingkungan.
Upaya penanggulangan secara terpadu yang dapat teraplikasi pada lahan salin, meliputi:
- Pengembangan varietas tanaman yang relatif toleran yang mampu tumbuh dan berproduksi tinggi pada lahan salin.
- Pemanfaatan bakteri endemik salin yang dapat membantu meningkatkan toleransi tanaman.
- Perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, melalui aplikasi amelioran baik berupa mineral maupun bahan organik.
- Pengaturan pola tanam, untuk meningkatkan produktivitas lahan salin per satuan melalui peningkatan nilai NKL.
Harapan pengembangan penelitian ke depan adalah bagaimana peningkatan produktivitas lahan sub-optimal. Yaitu dengan teknik-teknik secara multidisiplin, antara lain :
- Di bidang Pemuliaan Tanaman melalui pemilihan dan perakitan varietas tanaman yang toleran.
- Bidang Bioteknologi dan Molekuler dengan aplikasi mikroorganisme toleran salin. Ini untuk meningkatkan ketahanan tanaman pada kondisi stres salin.
- Kemudian, di bidang Ilmu Tanah dengan penggunaan amelioran organik dan anorganik serta bioremediasi.
- Selanjutnya, pemetaan lahan dan modeling menggunakan Geographic Information System (GIS). Untuk mengetahui ditribusi lahan salin.
- Terakhir, di bidang Ilmu Sosial Budaya, dengan meningkatkan kedasaran petani dan mempertimbangkan aspek sosial budaya petani setempat.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































