Peristiwa
Temuan Berbeda Dengan BP2MI Saat Sidak PT CKS, Ini Klarifikasi Sutiaji

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan klarifikasi terkait temuan berbeda antara pihaknya dengan BP2MI dan Polisi saat sidak di PT CKS, pada Sabtu (12/6) kemarin.
Sutiaji sebelumnya mendatangi langsung PT CKS usai munculnya kasus kaburnya 5 calon TKW dari lantai 4 Gedung BLK LN PT CKS yang terjadi pada Rabu (9/6) lalu.
Sutiaji saat itu datang bersama Disnaker-PMPTSP untuk sidak terkait fasiltas, pelatihan, dan legal formal perizinan PT CKS yang terletak di Kelurahan Bumiayu Kota Malang itu.
”Saya di sana waktu itu klarifikasi soal perizinannya, SOP, manajemen, fasilitas hingga objeknya yakni calon PMI. Terlepas dari ada beda temuan dengan tim penyidik, itu kan urusan lain,” ujar Sutiaji kepada wartawan, Senin (14/6).
Kabar Lainnya : Petugas Lapangan Se-Malang Raya Tuntut Kepala BP2MI Minta Maaf.
Sutiaji dengan tenang menanggapi temuan yang berbeda dengan BP2MI tersebut. Sebab menurutnya untuk penanganan kasus tindak pidana itu domainnya kepolisian, bukan Pemkot Malang.
”Apa benar dia (PT CKS) terindikasi melakukan tindak pidana perdagangan manusia atau tidak. Jelas, kalau nanti sudah ikrah, pasti akan kita tutup. Kita cabut izinnya,” tegasnya.
Sutiaji juga menambahkan bahwa dalam kasus ini pihak Disnaker Provinsi Jatim juga turun tangan untuk melakukan penyelidikan kasus calon TKW ini.
”Hasilnya ya gak mungkin saya tanya, kan investigasi,” imbuhnya.
Terakhir, Sutiaji berpesan agar munculnya kasus-kasus seperti itu tidak menjadikan stigma yang buruk bagi perusahaan penyedia calon TKW. Terutama bagi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) lainnya di luar sana.
“Jangan satu kasus terus P3MI semua jelek. Karena ini juga membantu bagaimana memberikan didikan dan keterampilan bagi calon PMI,” akhirnya.
Kabar Lainnya : 5 TKW Di PT CKS Kabur Karena Merasa Tertekan Selama Pelatihan.
Sebelumnya Kabarmalang.comÂ
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Kelima calon PMI itu berusaha kabur melalui lantai 4 Gedung BLK menggunakan alat bantu selimut yang terikat.
Tiga dari kelima calon TKW itu terluka akibat terjatuh saat kabur tersebut. Mereka saat ini  menjalani perawatan di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Polresta Malang Kota juga telah menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga, besar kemungkinan kasus akan mengarah kepada tersangka.
Karena, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata juga telah menerima hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh Satreskrim.
Dari hasil pemeriksaan, dia mengendus adanya dugaan praktik perdagangan orang.(fat/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































