Connect with us

Peristiwa

5 TKW Di PT CKS Kabur Karena Merasa Tertekan Selama Pelatihan

Diterbitkan

,

5 TKW Di PT CKS Kabur Karena Merasa Tertekan Selama Pelatihan
Koordinator UPT BP2MI Malang, M Kholid Habibi saat konferensi pers di Kantor UPT BP2MI Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang turut serta mendalami kasus kaburnya 5 calon TKW di PT CKS Kota Malang.

5 calon TKW itu kabur dari lantai empat Balai Latihan Kerja (BLK) Luar Negeri Central Karya Semesta (CKS).

Koordinator UPT BP2MI Malang, M Kholid Habibi mengatakan bahwa salah satu alasan kelima  TKW kabur karena mereka merasa tertekan selama pelatihan di BLK.

Keterangan tersebut Habibi dapatkan usai berkomunikasi dengan tiga dari lima calon TKW yang sedang menjalani perawatan karena luka-luka akibat terjatuh saat proses kabur tersebut.

“Jadi memang menurut keterangan korban, selama pelatihan tidak ada kekerasan fisik. Lebih kepada tertekan dan merasa jenuh selama pelatihan,” ujar Habibi kepada wartawan di Kantor UPT BP2MI Malang, Senin (14/6).

Kabar Lainnya : Tertekan Pinjaman Online, Warga Blimbing Lakukan Percobaan Bunuh Diri.

“Sampai-sampai dia (korban) berupaya keluar dari penampungan. Dengan cara melompat dari lantai 4 gedung pelatihan,” sambungnya.

Habibi menuturkan salah satu hal yang membuat korban merasa tertekan selama pelatihan adalah jam belajar dari BLK yang cukup melelahkan bagi mereka.

“Memang korban merasa tertekan, saya simpulkan dari keterangan ketiga korban, saat mereka mengikuti pelatihan ini,” ucap Habibi.

Dia menambahkan dari kelima calon TKW itu, masing-masing telah menjalani durasi pelatihan yang berbeda-beda di BLK PT CKS.

“Kelima orang itu ada yang baru satu bulan pelatihan, ada yabg dua bulan, tiga bulan, sampai ada yang empat bulan,” akhirnya.

Sebelumnya Kabarmalang.com memberitakan ada lima wanita calon TKW berusaha kabur dari gedung BLK Luar Negeri Central Karya Semesta.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Kelima calon PMI itu berusaha kabur melalui lantai 4 Gedung BLK menggunakan alat bantu selimut yang terikat.

Tiga dari kelima calon TKW itu terluka akibat terjatuh saat kabur tersebut. Mereka saat ini  menjalani perawatan di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Polresta Malang Kota juga telah menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga, besar kemungkinan kasus akan mengarah kepada tersangka.

Karena, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata juga telah menerima hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh Satreskrim.

Dari hasil pemeriksaan, dia mengendus adanya dugaan praktik perdagangan orang.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler