Connect with us

Peristiwa

Tertabrak Kereta Api, Pengendara Motor Asal Kotalama Malang Meninggal

Published

on

IMG 20210613 145516
Situasi TKP di persimpangan rel KA tanpa palang pintu di Kotalama, Kota Malang yang menewaskan 1 orang pengendara (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang pria pengendara motor berinisial E, 61, warga Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang tewas seketika saat tertabrak kereta api, Minggu (13/6) pagi.

Kejadian nahas itu terjadi di persimpangan rel kereta api tanpa palang pintu di antara Jalan Martadinata, Gang Madiun dan Jalan Zaenal Zakse, Kebalen pada pukul 09.30 WIB.

Menurut himpunan informasi Kabarmalang.com. Korban datang melintas dengan sepeda motor bermerk Honda Supra dari arah barat yakni Gang Madiun menuju ke timur yaitu Jalan Zaenal Zakse.

Sementara, Kereta Api Matarmaja tujuan Malang-Blitar tersebut datang dari arah utara yakni Stasiun Kota Baru menuju ke arah selatan.

”Itu kereta sebenarnya sudah lewat. Tapi bapak (korban) ini kecepetan masuk sebelum gerbong terakhir bener-bener lewat” ujar Ardi, 32, warga sekitar, kepada wartawan di TKP, Minggu (13/6).

“Nah di situ dia (korban) kayaknya setirnya keseret gerbong kereta,” tambah Ardi.

Sementara itu, Kapolsek Kedungkandang Kota Malang, Kompol Yusuf Suryadi membenarkan. Dia mengatakan korban terpental sejauh 10 meter saat tertabrak kereta api hingga tewas.

”Korban meninggal di tempat. Usai mengetahui hal ini, saya koordinasi dengan Unit Laka, Tim Inafis dan Rumah Sakit untuk mengevakuasi korban. Kami bawa ke RSSA Malang,” kata Yusuf, Minggu (13/6).

Terpisah, Anam Namli, Ketua RW 01 Kotalama, Kota Malang turut berduka cita atas meninggalnya korban. Korban itu termasuk tetangga rumahnya.

Anam pun mengaku heran korban yang dia kenal sehari-hari itu biasanya melintasi jalan lain, bukan melintasi persimpangan tanpa palang pintu itu.

”Mungkin saat pas lagi terburu-buru terus lewat jalan sini. Padahal, sebelumnya sudah ada warga yang mengingatkan kalau ada kereta api lewat,” terang Anam kepada wartawan, Minggu (13/6).

”Memang, sehari-hari dia selalu antar istri kalau jam segini. Tapi biasanya lewat muter lewat pasar, jarang-jarang lewat sini. Mungkin sudah takdirnya,” sambungnya.

Anam menambahkan bahwa korban juga belum lama ini resmi menjadi Ketua RT 09 RW 1 di Kotalama Kota Malang. (fat/fir)

Advertisement

Terpopuler