Connect with us

Pemerintahan

Dusun Sumber Nanas Druju Kekeringan Saat Musim Penghujan

Published

on

IMG 20210106 WA0026
Kondisi sumur bor yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk mengatasi kekeringan di Sumber Nanas. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga Desa Druju Sumbermanjing Wetan geleng-geleng. Saat musim hujan, kawasannya malah kekeringan. 70 KK RT 42 RW 8 Dusun Sumber Nanas, terdampak.

Di sisi lain, sumur bor swadaya belum membuahkan hasil. Alhasil, mereka terpaksa menampung air hujan.

Supaya, mereka mendapatkan air bersih di musim penghujan. Kondisi tersebut viral di media sosial Facebook, Rabu (6/1).

Salah satu warga Dusun Sumber Nanas, Widi membenarkan. Saat musim hujan, warga dusun itu masih mendapatkan air.

“Saat musim kemarau panjang, kami membeli air bersih. Harganya Rp 110 ribu per 5000 liter,” ujarnya.

Untuk menampung air hujan, mereka menyediakan kolam. Kemudian, warga mengambil air dari kolam tersebut secara bergantian. Ini untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sebenarnya ada kolam dengan kedalaman kurang lebih 3 meteran. Air dari kolam itu kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Bantuan air bersih memang selalu turun saat musim kemarau. Hanya saja, menurut Widi, jumlahnya sangat terbatas.

“Ada bantuan 5000 liter tangki air untuk 1 RT. Kadang ada yang kebagian ada yang tidak. Karena berebut untuk mendapatkannya,” urainya.

Sebenarnya, kata dia, ada pembangunan sumur bor. Masyarakat juga swadaya untuk membangun sumur itu. Namun, warga kesulitan dana untuk menyukseskan sumur bor.

“Pembangunan sumur bor sudah sejak  Agustus 2020. Hingga kini juga belum mengeluarkan mata air. Proyeknya terpaksa berhenti karena tidak ada dana. Kira-kira dana yang dibutuhkan sebesar Rp 200 juta,” bebernya gamblang.

Baca Juga : Antisipasi Kekeringan, PDAM Kabupaten Malang Akan…

Dia berharap mendapat bantuan pembangunan untuk sumur bor tersebut. Dia juga ingin mengatasi sulitnya mendapatkan air bersih.(im/yds)

 

Advertisement

Terpopuler