Politik
Sujud Pribadi Dipecat, Loyalisnya Tinggalkan Sandi

KABARMALANG.COM – Loyalis mantan Bupati Malang, Sujud Pribadi menyatakan sikapnya. Mereka tidak lagi mendukung paslon Sandi.
Yaitu, Sanusi-Didik Gatot Subroto, paslon nomor urut 1. Para loyalis Sujud sekaligus menanggalkan atribut Sandi sebagai simbol.
Ada puluhan loyalis Sujud yang menanggalkan atribut Sandi. Penanggalan atribut ditandai dengan pelepasan kaos bertuliskan Malang Makmur.
Itu adalah buntut pemecatan Sujud Pribadi sebagai kader PDIP. Sebelumnya, Sujud memang tidak mendukung Sandi. Sebaliknya, dia condong ke Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono.
Pelepasan atribut dilakukan di kediaman Sujianto, kader asal Ngajum. Para loyalis mengaku kecewa Sujud dipecat dari PDIP.
“Kami kader Pak Sujud yang mendampingi beliau di desa-desa. Kami menanggalkan atribut Malang Makmur. Kami juga tidak lagi mendukung Sandi. DPP PDIP didorong DPC Kabupaten Malang memecat Pak Sujud,” kata salah satu loyalis Sujud Pribadi, Hari Priyanto, Jumat (4/12).
Hari menambahkan, keputusan loyalis murni bentuk kesetiaan pada Sujud. Mereka mengaku tidak diintervensi siapapun.
Menurutnya, Sujud malah belum tahu atas keputusan para loyalisnya. Puluhan loyalis itu selanjutnya akan mendukung Sujud.
Siapa yang didukung Sujud, itu juga yang didukung loyalisnya. Menurut mereka, Sujud tidak bisa membohongi hati nuraninya.
“Pak Sujud ingin mencari orang yang benar-benar amanah. Sehingga berseberangan dengan partai dan mendukung Latifah Shohib. Kemungkinan kami juga akan mengarahkan dukungan ke sana,” tegasnya.
Mereka siap menerima segala konsekuensi keputusan tersebut. Jika ada hukuman partai, para loyalis Sujud tidak mempermasalahkan.
Sejak awal, mereka pun tak pernah diajak konsolidasi. Menurut mereka, partai politik tidak lagi seperti dulu.
“Partai sekarang tidak seperti dulu. Terutama PDI Perjuangan. Dulu berangkat dari arus bawah. Sekarang berputar balik. Seakan-akan partai berangkat dari atas. Kami siap apapun konsekuensinya,” ungkap Hari.
Didukung Sujud, Lathifah : Sudah Lama
Lathifah Shohib, cabup Ladub ikut menanggapi dukungan Sujud. Menurutnya, loyalis Sujud sudah lama bergerak mendukung Ladub.
“Kalau loyalis Pak Sujud sebenarnya sudah lama sebetulnya. Sebelum saya resmi daftar ke KPU. Sejak saya menerima rekom, Pak Sujud sudah berkenan merapat,” kata Lathifah, kepada wartawan, di Sumberpucung, Jumat (4/12).
Menurutnya, Sujud bersama loyalisnya sudah bergerilya memenangkan Ladub.
“Komponen loyalis Pak Sujud alhamdulillah sudah bersama kita. Sama-sama ingin membangun Kabupaten Malang,” terangnya.
Menurut Lathifah, dukungan dari tokoh adalah bukti simpati. Dia menyebut program Ladub dianggap lebih realistis untuk Kabupaten Malang.
Sementara itu, Sandi tidak mempermasalahkan lepasnya loyalis Sujud. Elektabilitas Sandi diklaim tidak akan terpengaruh.
Sebaliknya, pencopotan atribut Malang Makmur dianggap manuver Ladub.
“Soal atribut dan kartu anggota PDIP bisa saja dibuat. Sekarang apa sih yang tidak bisa dibuat,” tegas Media Officer Sandi, Zulham Mubarak dikonfirmasi Kabarmalang.com.(im/carep-04/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri































