Connect with us

Pemerintahan

PPNS BPH Migas Dibekali Senjata Api

Diterbitkan

,

IMG 20201116 WA0097 e1605523437681
MoU BPH Migas dan PT Pindad Persero untuk pengadaan senpi PPNS. (Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas bakal bersenjata api. Yaitu, para Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas.

Ini karena petugas BPH Migas acapkali mendapat ancaman kejahatan. Suplai senjata api didatangkan dari PT Pindad Persero.

MoU pun disepakati antar kedua institusi, Senin (16/11). Namun tidak semua personel dibekali dengan senpi.

“Hanya penyidik yang diperbolehkan. Personel PPNS harus mengikuti sertifikasi penyidik dan pendidikan lainnya,” ungkap Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa usai MoU dengan PT Pindad, Kecamatan Turen.

Pembekalan senpi kepada PPNS sesuai dengan peraturan. Yaitu, peraturan Kapolri nomor 11 tahun 2017.

PPNS dapat dibekali dengan senjata anorganik. BPH Migas tetap mematuhi aturan jumlah senjatanya. Yakni sepertiga dari jumlah PPNS-nya.

“Misalnya, PPNS ada 30 orang. Senjata yang boleh dimiliki berjumlah 10 pucuk,” imbuh dia.

PT Pindad juga siap mendukung kebutuhan BPH Migas. Dukungan PT Pindad antara lain produk senjata api.

Lalu, munisi, tabung gas, tempat pengisian bahan bakar mini. Serta, produksi hilir minyak dan gas bumi.

“Ini langkah awal hubungan strategis bagi kedua belah pihak. Yaitu PT Pindad dan BPH Migas,” ujar Direktur Utama PT Pindad Persero, Abraham Mose.

Anggota Komisi VII DPR RI, Moreno Soeprapto menyambut baik. Aktivitas BPH Migas kerap dihadapkan dengan oknum kejahatan.

“Bukan hanya wacana dan cerita. Pada 2013, BPH Migas pernah berhadapan dengan mafia bersenjata,” kata Moreno.

“Ini untuk mengawasi pendistribusian BBM dan Gas bumi. Rencana ini perlu disambut baik,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Namun, Moreno menekankan aparat harus tetap hadir dalam pengamanan. Serta, pendistribusian BBM dan Gas Bumi.(im/yds)

Iklan

Terpopuler