Connect with us

COVID-19

Tiap Hari, 8 Warga Kota Malang Terinfeksi Covid-19

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM– Jumlah warga Kota Malang terinfeksi virus Covid-19 belum juga menurun. Setidaknya 8 warga dinyatakan terkonfirmasi virus Covid-19 dalam satu hari. Kini, total warga positif Covid-19 sebanyak 2167 orang.

Penambahan jumlah 8 orang warga terkonfirmasi terekam dalam data Satgas Covid-19 Kota Malang. Mulai dari 11 November 2020 lalu, 8 warga dinyatakan terkonfirmasi positif Corona.

Dua hari kemudian, jumlahnya justru bertambah satu orang menjadi 9 orang. Pasien meninggal juga bertambah, dari sebelumnya 215 orang menjadi 217 orang.

Ditengah penambahan pasien terkonfirmasi dan meninggal, karena terkonfirmasi Covid-19. Dalam dua hari itu, jumlah pasien sembuh ikut meningkat. Dari 1899 orang di 11 November 2020 menjadi 1915 orang di 13 November 2020.

Sementara data Satgas Covid-19 Kota Malang pada 14 November 2020, jumlah warga terkonfirmasi kembali bertambah 8 orang, totalnya mencapai 2151 orang.

Pasien meninggal bertambah satu orang, menjadi 218 orang. Sementara yang dinyatakan sembuh sebanyak 1923 orang. Sehari berikutnya, penambahan pasien terkonfirmasi Covid-19 kembali berulang 8 orang.

Sehingga total warga Kota Malang terjangkit Covid-19 sebanyak 2159 orang, meninggal dunia 219 orang, dan sembuh 1931 orang. Hari ini, 8 orang dinyatakan terkonfirmasi, sehingga total warga terinfeksi kembali bertambah menjadi 2167 orang.

Sementara pasien meninggal 220 orang atau bertambah satu orang. Warga yang berhasil sembuh dari Covid-19 juga meningkat menjadi 1938 atau bertambah 7 orang. (rjs/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Kesadaran Pengelolaan Limbah Infeksius Masih Rendah

Diterbitkan

||

Ilustrasi pengelolaan sampah. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COMPandemi Covid-19 memunculkan masalah baru di Kabupaten Malang. Limbah masker alat pelindung diri bercampur dengan sampah lainnya.

Tidak ada pemisahan. Kesadaran pengelolaan limbah infeksius masih rendah. Padahal, sampah medis harus dipisahkan dengan sampah rumah tangga.

Petugas sampah Kabupaten Malang riskan tertular Covid-19. Masker-masker bekas itu masih berpotensi droplet.

“Biasanya yang tercampur itu masker sekali pakai warga. Kalau dari safe house dan rumah sakit rujukan sudah kami dipisahkan,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Kabupaten Malang, Renung Rubiyartadji saat dikonfirmasi, Senin (23/11).

Petugas kerap menemukan sampah masker dan sampah biasa bercampur. Petugas setiap hari selalu memisahkan sampah medis itu.

Masker bekas ditanam ke tanah sedalam 60 sentimeter. Tujuannya untuk keamanan di sekitar TPA.

“Tapi mereka APD-nya sangat minim. Masker dan sarung tangan saja. Kan bahaya. Dan kami hanya bisa mewanti-wanti saja agar hati-hati,” kata Renung.

“Belum bisa memberikan APD seperti pakaian hazmat lengkap. Karena keterbatasan dana dan tidak ada bantuan,” sambungnya.

“Untungnya, walau terbatas APD, belum ada paparan. Tapi harapannya adalah bantuan APD lengkap. Karena mereka ini berkontak langsung dengan sumber virus,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Lalai Pemakaman Covid, 16 Warga Tlekung Positif

Diterbitkan

||

Ilustrasi Pemulasara Covid-19 (Foto : arl)

KABARMALANG.COM – Desa Tlekung Kecamatan Junrejo menjadi sorotan Pemkot Batu. Karena kenaikan angka positif Covid-19 signifikan.

Sejumlah masyarakat tidak percaya dengan adanya Covid-19. Sehingga, warga lalai dalam aktivitas pemakaman.

“Semuanya berawal dari pemakaman 40 hari lalu di Dusun Gangsiran. Keluarga tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Kades Tlekung Mardi, Senin (23/11).

Akhirnya, ada orang meninggal dari keluarga itu setelah pemakaman. Yakni, remaja berusia 15 tahun. Dia cucu warga yang meninggal tersebut.

Rentetan warga meninggal terus bergulir. Pada 19 November, ada 3 orang meninggal dalam sehari. Warga akhirnya mulai resah. Banyak warga melakukan test swab pada 20 November.

“Hasilnya 14 positif dari 78 orang yang di swab. Tanggal 21 November kembali di test swab. 2 orang ditemukan positif,” imbuh Mardi.

Sejumlah 16 orang positif diisolasi. Sebanyak 14 orang diisolasi di Hotel Mutiara. Sementara, 2 orang lainnya di RS Baptis.

Terkait Pembatasan Sosial Berskala Lokal, Mardi sedang berkoordinasi. “Kami tidak mau tergesa-gesa dahulu dalam mengambil keputusan,” imbuhnya.

Jubir Satgas Pencegahan covid-19 Kota Batu M Chori mengamini. Dia telah menyorot kasus Desa Tlekung.

“Kami rapatkan dulu. Jika dirasa membahayakan, maka ke depannya ada langkah preventif,” tandasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Sampah Medis Kota Batu Capai 18,4 Ton

Diterbitkan

||

Petugas saat mengangkuti sampah. Sampah medis Kota Batu mencapai 18 ton. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM Pandemi covid-19 meningkatkan sampah medis secara drastis. Sepanjang tahun, jumlah sampah infeksius Kota Batu melonjak.

Terhitung, Kota Batu telah menumpuk 18,4 ton sampah infeksius. Ini dihitung dari April, sebulan pertama setelah pandemi.

“Yang dominan masker. Face shield ada tapi jarang. Perhitungan sampah medis dilakukan setiap triwulan,” ungkap Kasi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Bambang Harnowo, Senin (23/11).

Sampah medis Kota Batu mencapai 100 kilo per harinya. Tiga hari sekali, DLH mengirimkan sampah medis ke Mojokerto.

Di Mojokerto, sampah medis itu dimusnahkan. Untuk mengangkuti sampah medis, 12 armada khusus pengangkut disiapkan.

Armada khusus ini, mengambil sampah di desa-desa. Serta, rumah sakit di Kota Batu.

Hermanto, salah satu petugas sampah medis membenarkan. Pemilahan sampah terdiri dari sampah biasa dan medis.

“Sampah medis tersebut dibungkus plastik lalu kami kirimkan. DLH mau menambah boks sampah medis. Letaknya di Alun-alun Kota Batu yang akan dibuka,” beber pria 45 tahun ini.

Dia pun menjalankan tugasnya sosialisasi pula. Setiap masker yang dibuang, harus dirusak dulu. Supaya, tidak bisa didaur ulang.

Sampah medis dibedakan menjadi tiga item. Yakni item safety box, item kuning, dan item hitam.

“Untuk safety box diisi sampah medis tajam. Seperti bekas jarum suntik, bekas jarum infus, dan lainnya,” kata Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti.

Item kuning berisi bekas infus, sarung tangan dan masker. Sedangkan, item hitam untuk sampah biasa.

Seperti bungkus makanan, plastik, dan sampah. Termasuk, sampah yang tidak berkaitan dengan cairan tubuh pasien.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com