Connect with us

Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Mantapkan Pencegahan Stunting

Published

on

IMG 20201114 072038
Pertemuan pemantapan tatalaksana gizi buruk dan stunting pada balita, oleh Dinkes Kota Malang. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Malang semakin gencar memerangi stunting. Salah satu langkahnya, pemantapan tatalaksana gizi buruk. Ini demi menghentikan stunting balita Kota Malang.

“Peserta terkualifikasi, akan melaksanakan penatalaksaan gizi buruk ini,” kata Dyah Inarsih, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang, kepada wartawan, di Hotel Grand Cakra, Jumat (13/11).

Pemantapan ini mendatangkan ahli dari RSSA Malang. Dokter, bidan dan nutrisionis puskesmas adalah pesertanya.

Dyah menuturkan penatalaksana gizi buruk dan stunting harus dibedakan. Tiap kelompok usia bayi ada caranya masing-masing. Sehingga perlu diadakan pertemuan ini.

“Begitu juga untuk gizi buruk sekali, bagaimana cara penatalaksanaannya. Lalu mana yang boleh di puskesmas. Mana yang harus di rumah sakit,” paparnya.

Contohnya, pencegahan stunting  perempuan bisa dimulai sejak remaja. Caranya, perbaiki pola makan dan makan makanan bergizi.

“Harapannya bisa menurunkan angka stunting Kota Malang,” terangnya.

IMG 20201111 104743 scaled e1605147005768

Dyah Inarsih, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang

Peran Media Dalam Mencegah Stunting

Media berperan dalam menginformasikan apa stunting itu.

“Apa bahayanya. Bahwa stunting itu merugikan keluarga dan negara nantinya,” terang Dyah.

Menurut Dyah, media perlu menginformasikan bahaya stunting. Karena, stunting bisa menyerang siapa saja.

Dia mencontohkan, bayi stunting itu mengalami kurang gizi berkepanjangan. Mulai di kandungan sampai setelah lahir.

Akhirnya ada defisit perkembangan otak. Sehingga, tumbuh kembang intelejensinya juga terhambat.

Dyah media berperan serta. Sosialisasi pencegahan stunting penting bagi masa depan bangsa.

 

Sosialisasi Stunting di Masyarakat

Dinkes bakal sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan sunting. Kader posyandu akan dilibatkan.

“Posyandu ada pendampingan-pendampingan ibu hamil. Posyandu juga mendampingi bayi kurang gizi,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun.

Dinkes juga meningkatkan kerjasama dengan OPD terkait. Peran serta masyarakat juga diangkat untuk mengatasi stunting.

IMG 20201031 133614 scaled e1604137897918

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun.

“Kita libatkan semua OPD. Dinas Ketahanan Pangan. Dinas Sosial. DPUPR. Diskominfo. Serta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Itu terkait erat dengan penanganan stunting,” tutup Hanun.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler