Pemerintahan
Dinkes Kota Malang Mantapkan Pencegahan Stunting

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Malang semakin gencar memerangi stunting. Salah satu langkahnya, pemantapan tatalaksana gizi buruk. Ini demi menghentikan stunting balita Kota Malang.
“Peserta terkualifikasi, akan melaksanakan penatalaksaan gizi buruk ini,” kata Dyah Inarsih, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang, kepada wartawan, di Hotel Grand Cakra, Jumat (13/11).
Pemantapan ini mendatangkan ahli dari RSSA Malang. Dokter, bidan dan nutrisionis puskesmas adalah pesertanya.
Dyah menuturkan penatalaksana gizi buruk dan stunting harus dibedakan. Tiap kelompok usia bayi ada caranya masing-masing. Sehingga perlu diadakan pertemuan ini.
“Begitu juga untuk gizi buruk sekali, bagaimana cara penatalaksanaannya. Lalu mana yang boleh di puskesmas. Mana yang harus di rumah sakit,” paparnya.
Contohnya, pencegahan stunting perempuan bisa dimulai sejak remaja. Caranya, perbaiki pola makan dan makan makanan bergizi.
“Harapannya bisa menurunkan angka stunting Kota Malang,” terangnya.

Dyah Inarsih, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang
Peran Media Dalam Mencegah Stunting
Media berperan dalam menginformasikan apa stunting itu.
“Apa bahayanya. Bahwa stunting itu merugikan keluarga dan negara nantinya,” terang Dyah.
Menurut Dyah, media perlu menginformasikan bahaya stunting. Karena, stunting bisa menyerang siapa saja.
Dia mencontohkan, bayi stunting itu mengalami kurang gizi berkepanjangan. Mulai di kandungan sampai setelah lahir.
Akhirnya ada defisit perkembangan otak. Sehingga, tumbuh kembang intelejensinya juga terhambat.
Dyah media berperan serta. Sosialisasi pencegahan stunting penting bagi masa depan bangsa.
Sosialisasi Stunting di Masyarakat
Dinkes bakal sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan sunting. Kader posyandu akan dilibatkan.
“Posyandu ada pendampingan-pendampingan ibu hamil. Posyandu juga mendampingi bayi kurang gizi,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun.
Dinkes juga meningkatkan kerjasama dengan OPD terkait. Peran serta masyarakat juga diangkat untuk mengatasi stunting.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun.
“Kita libatkan semua OPD. Dinas Ketahanan Pangan. Dinas Sosial. DPUPR. Diskominfo. Serta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Itu terkait erat dengan penanganan stunting,” tutup Hanun.(fat/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































