Connect with us

Kabar Batu

La Nina Ancam Seperempat Lahan Kota Batu

Published

on

IMG 20201111 124331 e1605078911724
Petugas siaga bencana saat menangani kongsor Kota Batu. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Potensi dampak La Nina di Kota Batu adalah tanah longsor. La Nina disinyalir mengancam seperempat total luas lahan Kota Batu.

Atau sekitar 4.720 hektar dari total luas 20 ribu hektar. Ini adalah data perhitungan BPBD Kota Batu. Karena, BPBD memetakan zona merah rawan bencana. Tiga besar di antaranya, Tulungrejo, Sumberbrantas, dan Gunungsari.

“Desa Tulungrejo berpotensi bencana sekitar 2.793 hektar. Desa Sumberbrantas berpotensi sekitar 1.055 hektar. Desa Gunungsari berpotensi sekitar 523 hektar,” terang Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu siang (11/11).

Agung yang ditemui di Balaikota Among Tani, waspada. Karena, total zona merah terdampak La Nina ada 10 daerah.

Selain tiga besar zona merah, ada tujuh kawasan rawan lainnya. Misalnya, Songgokerto berpotensi 288 hektar yang terancam.

Lalu, Desa Punten yang berpotensi bencana seluas 24 hektar. Desa Sumberejo terancam 22 hektar. Serta, Desa Sumbergondo terancam 13 hektar.

“Tiga zona merah terendah juga ada. Yakni Kelurahan Temas berpotensi 0,77 hektar. Desa Oro-oro Ombo berpotensi 0,47 hektar. Desa Giripurno sekitar 0,06 hektar,” imbuh Agung.

Dia menjelaskan, pendataan zona merah didasari historis. BPBD mendata kejadian bencana tanah longsor 3 tahun terakhir.

Agung telah menyiapkan alat detektor tanah longsor. Alat itu disebar di empat titik.

“Ada juga 10 personil yang bertugas 24 jam. Ini untuk antisipasi laporan warga. Begitu melihat kejadian menonjol, langsung laporan Pusdalops, TRC,” tandasnya. (arl/yds)

Advertisement

Terpopuler