Edukasi
ITN Tawarkan Triple Helix Pembangunan Nasional

KABARMALANG.COM – ITN Malang menawarkan Triple Helix untuk pembangunan nasional. Konsep ini menyandingkan teknologi-ekologi-ekonomi dalam nation building.
ITN menawarkan konsep ini untuk menyambut bonus demografi 2040. ITN tidak ingin generasi penerus diwarisi teknologi yang bermasalah.
“Teknologi tanpa menyentuh ekologi, tidak memberi solusi. Hanya menyisakan masalah. Mungkin persoalan bisa selesai sekarang. Tapi ternyata nantinya muncul lagi persoalan,” ujar Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT kepada wartawan di sela Semsina ITN Malang, Sabtu (24/10).
Semsina adalah Seminar Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan. Dalam semnas ini, dibahas gamblang persoalan teknologi tak berkelanjutan.
Teknologi tanpa ekologi, akan menghambat ekonomi. Tanpa ekonomi, masyarakat sulit bergerak membangun Indonesia.
“Bonus demografi 2040, tidak akan jadi bonus tanpa ekonomi. Itu malah akan jadi beban negara,” ujar Kustamar.
Dia meyakini, Triple Helix bakal menyelamatkan generasi masa depan. Penerus bangsa akan diwarisi teknologi yang berkelanjutan.
“Kalau teknologi digandengkan ekologi, pembangunan akan berkelanjutan. Kalau ekologi baik, ekonomi akan meningkat,” tandasnya.

Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT
Ekonomi ibarat bensin penggerak mesin bernama bonus demografi. Dengan ekonomi, bonus demografi 2040 akan termanfaatkan dengan baik.
Untuk merangkai Triple Helix, Semsina menghadirkan ahli dan praktisi. Misalnya, Dr Ir Agus Justianto MSc. Dia kepala Badan Litbang Inovasi Kementerian LHK.
Lalu, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, akademisi lingkungan. Setelah itu, Dr Ir Ibnu Sasongko MT. Dia adalah akademisi dan planer nasional.
Sementara, praktisi yang dihadirkan tak kalah mentereng. Yakni, penggagas Kampung 3G, Ir Bambang Irianto.
Bambang sukses menggagas kampung yang menyentuh konsep Triple Helix. Kampung yang digagasnya adalah cikal bakal teknologi-ekologi-ekonomi.
Semua narasumber tersebut mengupas bersama konsep Triple Helix.
“Untuk Semsina 2020, kami menghadirkan kearifan lokal Kota Malang. Ada kampung 3G. Dan, kampung-kampung yang lain. Ini adalah Semsina ketiga sejak 2018,” ujar Dr Evy Hendriarianti ST MMT, Ketua Pelaksana Semsina.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































