Peristiwa
Demo Jilid 2 Bergerak Dari Kayutangan

KABARMALANG.COM – Demonstran Omnibus Law Jilid 2, memulai aksinya di Malang. Selasa (20/10), tampak massa berkerumun di perempatan Kayutangan.
Massa Aliansi Malang Melawan long march ke DPRD. Teriakan dan pekikan mahasiswa terdengar sepanjang jalan.
“Hidup mahasiswa. Hidup buruh. Hidup rakyat.”
Itulah seruan massa yang menggema di jalan siang ini.
Massa aksi saling bergandengan. Mereka membentuk barisan agar tidak tercerai berai. Serta agar tidak dimasuki penyusup.
Kerumunan aksi terlihat begitu bersemangat. Mereka melantunkan lagu-lagu perjuangan. Seperti lagu darah juang dan buruh tani.
Satu persatu mahasiswa bergantian melakukan orasi. Mereka melantangkan penolakan omnibus law.
Mereka juga mempersoalkan kebijakan Presiden RI dalam setahun kepempinannya.
Poster-poster sentilan politik juga dibawa beberapa demonstran. Seperti yang betuliskan, buta yang terburuk adalah buta politik.
Pihak keamanan pun bersiaga di beberapa sisi aksi masa. Dalam pantauan Kabarmalang.com, demonstrasi masih terkondisikan lancar.(fat/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































