Connect with us

Peristiwa

Demonstran Belum Tiba, Akses Tugu Masih Dibuka

Diterbitkan

||

Massa aksi belum tiba di depan Gedung DPRD, akses Lalu Lintas di kawasan Tugu Malang masih dibuka. (foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Aksi demo Omnibus Law dikabarkan akan terjadi Selasa (20/10) di kawasan Tugu Malang. Hingga pukul 11, terpantau belum terlihat massa aksi yang datang.

Tampak arus lalu lintas di sekitar Gedung DPRD masih dibuka. Kendaraan-kendaran masih leluasa melintasi kawasan Tugu Malang.

Pengamanan masih menunggu di ruas-ruas jalan sekitar Gedung DPRD Kota Malang.

Dalam aksi demo Omnibus Law jilid 2, awak media diberikan 60  rompi khusus oleh Kapolresta Kota Malang. Ini sebagai garansi keamanan saat meliput aksi demo.

“Itu jadi penanda teman-teman media, yang sifatnya ketika meliput aksi massa. Karena itu salah satunya sebagai pelindung wartawan agar tidak terkena kekerasan salah sasaran,”  ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Malang, Ariful Huda kepada Kabarmalang.com.

Ketua PWI Malang yang akrab disapa King ini mengungkapkan dengan adanya rompi khusus tersebut untuk antisipasi ketika terjadi chaos. Bisa lebih mengenali identitas wartawan.(fat/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Temuan Mayat Gemparkan Warga Letjen Parman

Diterbitkan

||

Petugas saat mengevakuasi temuan jenazah di Jalan Letjen S Parman 3, Purwantoro Blimbing. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga Jalan Letjen S Parman III, Purwantoro Blimbing, gempar. Jumat subuh (4/12), warganya meninggal mendadak.

Korban bernama Dwi Prihantono, 47. Dia asli warga S Parman gang III. Dia ditemukan tidak bernyawa sekitar jam 04.30 WIB.

Pedagang itu ditemukan tewas kali pertama oleh tetangganya. Korban sudah tak terlihat di kampung sejak Kamis (3/12).

Akhirnya, mertua korban, Yuliati memberitahu tetangganya, Buntoro Wibowo, 42. Si tetangga mendatangi rumah korban Jumat subuh.

Dia datang bersama Erni Maria, tetangga korban. Saat pintu rumah diketuk, tidak ada respon.

Karena khawatir, pintu rumah kamar korban dicongkel. Saksi pun kaget ketika melihat korban tergeletak.

Dia sudah meninggal dunia. Tangan kirinya juga telah terlihat membiru. Namun, belum ada bau busuk keluar dari jenazahnya.

Warga sekitar langsung dimintai tolong oleh saksi. Masyarakat, langsung menghubungi Polsek Blimbing.

Jajarannya Polsek Blimbing serta Inafis Polresta Makota merapat. Pun, PSC 119 Kota Malang ikut dikontak.

Jenazah korban langsung diamankan. Lalu, polisi mengolah TKP dan mencari keterangan saksi.

Setelah tindakan polisi finish, jenazah korban dilarikan ke RSSA. Hasil visum, tubuhnya tidak terdapat tanda kekerasan.

“Benar, kami menerima laporan itu. Dan langsung menindaklanjuti. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolsek Blimbing, Kompol Heri Widodo kepada wartawan, Jumat (4/12).

Polsek Blimbing lalu mendalami keterangan keluarga korban. Menurutnya, korban acapkali mengeluh nyeri di kakinya.

“Dugaan korban meninggal karena sakit,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor

Diterbitkan

||

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor
Fahrezal Anwar, tersangka penggelapan uang perusahaan modus faktur fiktif. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM Seorang sales memalsukan faktur pembelian secara kredit. Akibatnya, perusahaannya merugi karena uang tidak masuk rekening kantor.

Sales itu bernama Fahrezal Anwar, 25. Dia warga Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang.

Sampai Jumat (4/12), dia masih mendekam di Polsek Turen. Dia dilaporkan oleh perusahaannya, PT Indomarco Adi Prima Malang.

“Tersangka telah menggelapkan beberapa barang milik perusahaan. Bukti penggelapan dalam jabatan yang dilakukannya cukup kuat,” ujar Kapolsek Turen Kompol Zainul Arifin, Jumat (4/12)

Tersangka adalah salesman canvas perusahaan. Dia kesehariannya beroperasi di Desa Pagedangan, Kecamatan Turen.

Selama menjalani pekerjaan, Sang sales kerap melakukan penggelapan. Dia memanipulasi data hasil penjualan canvas sejak November.

Sehingga perusahaan mengalami kerugian cukup besar. Dia memanipulasi data pembelian kredit, supaya terbit faktur fiktif.

“Padahal, barang-barang dijual secara tunai tanpa sepengetahuan perusahaan. Uang hasil penjualan barang dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelas Zainul.

Ulah tersangka terendus perusahaan yang melakukan audit. Setelah audit, ditemukan selisih pemasukan dan barang yang keluar.

Setelah dicek, banyak uang tidak masuk dari faktur kredit. Kecurigaan akhirnya mengarah pada tersangka Fahresal.

Perusahaan itu melaporkan sales ini ke Polsek Turen. Fahresal ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

Misalnya, dua lembar surat perjanjian kerja. Tiga lembar hasil audit kerugian perusahaan. Serta, 88 lembar faktur penjualan kredit.

Si sales dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Polisi masih menghitung kerugian yang dialami pelapor. Meski demikian, ditaksir kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Kasus penggelapan ini masih terus kami dalami. Jumlah kerugiannya saat ini masih dihitung,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar

Diterbitkan

||

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar
Ungkap Kasus Narkoba Hasil Penangkapan Polres Batu Dalam Kurun 2 Bulan (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Polres Batu mampu membongkar jaringan narkotika dua bulan terakhir. 13 tersangka pun diamankan.

Beberapa barang bukti juga disita. Misalnya, daun ganja, sabu dan pil koplo. Polres Batu, juga mengamankan barang bukti penting.

Yaitu, 20 gram bibit ganja. Jika ditanam, maka bibit bisa dipakai 1 hektar lahan.

“Misalnya per bijinya ditanam beberapa centimeter. Setidaknya tanah seluas satu hektar bisa penuh,” ungkap Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo di Polres Batu, Kamis siang (3/12).

Pengungkapan bibit ganja ini membuat polisi waspada. Untungnya, bibit ganja tidak lolos dari pengungkapan.

Karena, bibit-bibit ganja ini berpotensi mengancam generasi. Catur masih akan mendalami penggunaan bibit ganja tersebut.

Selain itu, total rampasan ganja barang bukti berjumlah 2 ons. Bibit dan ganja kering dirampas dari dua tersangka.

Yaitu inisial YS, 22, dan W, 23. Keduanya merupakan warga Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu.

Keduanya adalah residivis narkotika. Mereka tertangkap saat akan transaksi. Tepatnya, 24 November, tersangka hendak mengirim pocket ganja.

Namun, mereka dibekuk oleh Satresnarkoba Polres Batu. Mereka digiring ke Mapolres Batu untuk penyidikan.

“Barang bukti lainnya berupa sabu 15,74 gram. Pil koplo sebanyak 11.000 butir,” jelasnya.

YS dan W termasuk 13 tersangka tangkapan Polres Batu. Tersangka terdiri dari 5 pengedar dan 8 pengguna.

Barang bukti sitaan setidaknya bernilai Rp 40 juta rupiah. Sejumlah 3700 orang diselamatkan dari bahaya narkoba.

“13 tersangka terbukti telah menyalahi UU Narkotika,” ujar Catur. Mereka terancam hukuman kurungan 5-15 tahun.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com