Connect with us

Kabar Batu

Belum Ada Izin, Pelaku Seni Batu akan Gelar Long March

Diterbitkan

||

Dewanti Rumpoko Walikota Batu

 

KABARMALANG.COM – Pelaku Seni Batu Bersatu (PSBB) menggelar long march. Hal ini mereka lakukan karena selama lima bulan belum adanya izin keramaian untuk menggelar kegiatan.

Menurut Eko Utomo, koordinator PSBB mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih belum mendapatkan kepastian dan jawaban setelah melakukan hiring ke Komisi B DPRD Kota Batu.

“Rencananya kami akan menggelar long march pekan depan. Untuk harinya belum pasti, mungkin Selasa atau Rabu. Saat ini masih kami matangkan,” ujarnya, Rabu (26/08/2020) kepada Kabarmalang.com.

Dalam aksi damai tersebut, Eko menyampaikan bahwa pihaknya tetap akan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga akan memberikan wawasan terkait adaptasi kehidupan baru bagi pekerja seni yang ikut turun aksi.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa rute long march nanti akan diawali dari Alun-alun Kota Batu hingga menuju Balaikota Among Tani. Aksi damai ini, sambung Eko, agar pihak eksekutif bisa kembali mengkaji kebijakan karena PSBB tidak memiliki pekerjaan.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa sampai saat ini kegiatan yang berhubungan dengan keramaian masih dilarang. Apalagi saat ini telah berlaku Inpres No 6 Tahun 2020 tentang penerapan hingga sanksi protokol kesehatan.

“Jadi untuk ijin keramain masih tidak boleh. Memang ada hal-hal yang kita gelar. Sehingga harus mencari jalan lain,” ujarnya.

Karena itu, Dewanti meminta kepada Disparta untuk membuat satu pertunjukan di gedung kesenian atau di Balai Kota Among Tani Batu. Kemudian dalam setiap penampilan akan ditanyangkan melalui media sosial dan media massa.

“Nanti akan bekerja sama degan ATV, Humas, dan Kominfo. Kemudian disebarkan di youtube dan Disparta akan membayar pekerja seni. Saya sudah minta Disparta melakukan hal itu dan telah berjalan,” tukas wanita yang akrab disapa Bude tersebut. (arl/fir)

 

Kabar Batu

Geram Jadi Incaran Maling, Pencuri Kotak Amal Dilaporkan Polisi

Diterbitkan

||

Oleh

Yono menunjukkan kotak amal yang telah dibobol pencuri

 

KABARMALANG.COM – Geram tempat ibadahnya sering disatroni maling, Warga Mushala Nurul Islam, Dusun Jeding, Kecamatan Junrejo Batu memilih melaporkan ke pihak kepolisian.

Kemarahan ini memuncak ketika pada Jumat kemarin (25/09/2020) kamera CCTV kembali menangkap pelaku pencurian kotak amal di mushala tersebut.

“Jadi saat mushala sepi. Aksinya sebentar hanya 3 menit, mencongkel dan membawa kabur uang kotak amal,” terang salah satu warga sekitar, Adi Wiyono pada Senin pagi (28/09/2020) ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com.

Padahal, lanjut Adi Wiyono, sebelumnya mushala tersebut digunakan untuk salat Jumat. Ketika dirasa aman, pelaku langsung menggasak kotak amal. Tindak pencurian itu dilakukan saat pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Menurut pria yang akrab disapa Yono tersebut, ia menceritakan dari rekaman CCTV, terlihat pria tersebut memarkir kendaraannya di depan mushala. Saat turun, pelaku tampak mondar mandir mengawasi situasi sekitar.

Yono menambahkan, tak membutuhkan waktu yang lama pelaku itu menguras seluruh uang di dalam kotak amal dengan cara mencongkel gembok. Pelaku masuk ke mushala sekitar pukul 11.54 WIB dan keluar pukul 11.58 WIB. Agar tak diketahui warga, pelaku kemudian menutup kaca dengan papan kayu.

Aksi pencurian kotak amal tersebut juga telah dilaporkan ke Satreskrim Polres Batu. Yono mengirimkan laporan tertulis melalui aplikasi perpesanan whatsapp.

“Kalau secara resmi belum. Tapi sudah dibalas sama Reskrim Polres Batu. Katanya mau ada olah TKP juga,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Karena Pandemi, Biro Umroh Merugi Rp. 140 Triliun

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana ibadah umroh di Mekkah (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dimasa pandemi Covid-19 yang bergulir sejak Maret lalu ternyata cukup mencengangkan bagi biro PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh).

Pasalnya, dari 1 juta jamaah umroh yang akan diberangkatkan pada tahun 2020 hingga saat ini hanya 30 persen yang terealisasi.

“300 ribu jamaah telah rampung dan sisanya masih belum. Kalau bicara tentang kerugian, tentu bukan hal yang sedikit buat kami,” papar Mantan Ketua DPP Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia), Joko Asmoro pada Minggu siang (27/09/2020).

Joko Asmoro mengungkapkan setidaknya untuk satu jemaah setidaknya asumsi biaya minimal sekitar Rp. 20 juta dengan pemberangkatan 80 ribu jamaah perbulannya.

Kepada Kabarmalang.com, Joko menerangkan kebijakan yang diberlakukan sejak 27 Februari lalu adalah menghentikan penularan Covid-19 dan ditambah dengan dibatalkannya pelaksanaan ibadah haji khusus semakin menambah pukulan bertubi-tubi bagi biro travel haji dan umroh.

Oleh sebab itu, menurutnya moratorium itu mempersempit perolehan margin provit yang mempengaruhi arus kas perusahaan. Tak berhenti sampai disitu, Potensi kerugian biro perjalanan semakin menganga jika memperhitungkan dampak pembatalan haji sekaligus.

Dari kuota 17.500 ribu jemaah haji khusus, terdapat 7.500 calon jemaah khusus yang berada biro perjalanan di bawah naungan Amphuri. “Semoga pandemi segera berakhir dan segera bisa memulai ibadah ke tanah suci. Dan jika ada yang lunas maka akan segera berangkat ketika ada kesempatan,” imbuh Joko. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Program Swasembada Pangan, Pemkot Batu Siapkan 7 Hektar Lahan

Diterbitkan

||

Oleh

Lahan pertanian pangan non beras

 

KABARMALANG.COM – Program pemerintah pusat tentang swasembada pangan mendapatkan dukungan penuh dari Pemkot Batu melalui Dinas Pertaniannya.

Tak tanggung-tanggung, dalam dukungan tersebut pemkot menerangkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar yang terletak di dua tempat berbeda.

“Lahannya ada di Kelurahan Songgokerto dan Kelurahan Dadaprejo. Dalam lahan tersebut kami akan menanam tanaman pangan non beras,” papar Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Hendry Suseno, Minggu siang (27/09/2020).

Hendry mengungkapkan alasan untuk menanam bahan pangan non beras dikarenakan luasan hamparan lahan padi di Kota Batu tidak seluas di Kabupaten Malang dan juga bukan menjadi daerah sentra padi.

Lebih lanjut, Hendry menambahkan tanaman yang akan ditanam diantaranya adalah umbi-umbian seperti ubi jalar dan ubi kayu ditambah dengan adanya inovasi tersebut diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu.

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu agar inovasi yang dibuat bisa lebih maksimal.

“Harapannya bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu, sehingga tidak perlu mengambil dari luar lagi. Nanti kedepan kami juga akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan agar bisa saling bersinergi untuk kemajuan Kota Batu,” tuturnya.

Terlebih dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak daerah maupun negara yang berlomba-lomba untuk kemandirian pangan baik untuk ketahanan pangan maupun swasembada pangan. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com