Connect with us

Ekbis

11 Tahun Tokopedia, Bersama Kita Jaga Ekonomi Mendudukkan Buatan Indonesia di Kursi Juara

Diterbitkan

||

Menteri Luar Negeri Rl, Retno Marsudi, memberikan semangat bagi masyarakat untuk tetap optimis di tengah pandemi

 

KABARMALANG.COM – Bertepatan dengan HUT ke-75 RI, Tokopedia memasuki usia ke-11. Perusahaan teknologi buatan Indonesia ini sekarang terdiri dari lebih dari 8,6 juta penjual yang 94%nya berskala ultra mikro, dikunjungi lebih dari 90 juta masyarakat per bulan dan menjangkau 98% kecamatan di Indonesia.

Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengatakan, “Merayakan usia baru, khususnya di tengah pandemi seperti ini, tentu harus disertai dengan semangat baru untuk terus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Selama 11 tahun, Tokopedia melihat dengan dekat bagaimana keberanian, kegigihan dan harapan para pegiat usaha di Indonesia dalam berkontribusi signifikan terhadap perekonomian.”

“Karena mereka, lebih dari 1% perekonomian Indonesia telah terjadi di atas Tokopedia. Kami sangat bersyukur karena walau pandemi memukul keras, seluruh mitra strategis Tokopedia, baik penjual, pembeli, pemerintah dan mitra strategis lainnya, berkolaborasi lebih gencar dalam membantu para pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, bertahan sekaligus berkontribusi memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi,” lanjut William.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para mitra strategis yang berperan dalam 11 tahun berkarya untuk Indonesia, Tokopedia menghadirkan Tokopedia Play Fest lewat kanal video streaming Tokopedia Play. Festival virtual ini terdiri dari sejumlah talk show bersama pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang.

Mulai dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, pakar teknologi, sederet pegiat usaha lokal dan lainnya.

Menteri Luar Negeri Rl, Retno Marsudi, memberikan semangat bagi masyarakat untuk tetap optimis di tengah pandemi melalui talk show ‘Leaders are Human Too’. “Situasi yang kita hadapi saat ini bukan situasi yang mudah, namun kita tidak boleh menyerah dan harus tetap optimis. Jangan pernah kendorkan optimisme dan persatuan kita sebagai bangsa. Mari bersama-sama menyebarkan energi positif dalam semangat gotong royong. Generasi muda pasti bisa,” ungkap Retno.

Di sisi lain, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mengatakan, “Dalam menghadapi kondisi pandemi, langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah tentu yang pertama di bidang kesehatan, kemudian turut melakukan bantuan sosial sekaligus memberikan banyak sekali dukungan bagi para pelaku usaha lokal di Indonesia agar mereka dapat terus bertahan dan tetap berkarya. Hal ini merupakan langkah penting yang harus terus kita upayakan demi membangkitkan sisi ekonomi sosial Indonesia dengan tetap semangat.”

Selain talk show bersama dua menteri, Tokopedia menghadirkan ‘Semangat Baru Talk Show’ dimana para pegiat UMKM berbagi kisah inspiratif menghadapi pandemi dengan teknologi. Melalui talk show ini, Tokopedia berharap semakin banyak pegiat usaha lokal yang tergerak memanfaatkan teknologi demi mempertahankan bisnis dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi, sekaligus mendorong kebanggaan masyarakat akan produk buatan Indonesia.

Selanjutnya, ada START Summit Extension bertema ‘Shift in Indonesia’s Technology Landscape, menghadirkan pakar teknologi Tokopedia yang berbagi cerita perkembangan inovasi Tokopedia sepanjang 11 tahun. Sebagai penutup Tokopedia Play Fest, masyarakat bisa menyaksikan talk show dengan narasumber sejumlah pemimpin di Tokopedia dan dilanjutkan dengan konser amal yang menampilkan penyanyi papan atas, seperti Bunga Citra Lestari, Ari Lasso dan Andmesh Kamaleng.

“Melalui Tokopedia Play Fest, Tokopedia berharap bisa menginspirasi sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia bahwa salah satu kunci menghad api pandemi adalah berinovasi dan berkolaborasi. Mari rayakan kemerdekaan dengan semangat baru dan terus bersatu lawan pandemi. Bersama-sama kita jaga ekonomi lndonesia dengan mendudukkan buatan Indonesia di kursi juara,” tutup William.

Ekbis

Latar Ijen, Bisnis Venue Wedding yang Bangkit di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Oleh

Pernikahan di Masa Pandemi Covid-19

 

KABARMALANG.COMLatar Ijen memanfaatkan tren menikah ditengah pandemi Covid-19. Hal ini mereka lakukan untuk mengantisipasi terpaan pandemi covid-19 untuk kemudian bangkit dan bertahan.

Latar Ijen ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang Food and Beverage (FnB) yang juga mencakup Coffeeshop dan persewaan venue gedung untuk meeting dan wedding.

Hafiz Alfath salah satu CEO Latar Ijen, mengungkapkan setelah aktif beroperasional pada Desember 2019, bisnisnya mulai terkena dampak pada bulan Februari 2020.

“Ketika awal beroperasi, kita sempat kewalahan karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Namun pas awal pandemi masuk Indonesia, sempat turun drastis dan kita mau tidak mau harus mengurangi karyawan dari 80 orang menjadi 60 orang yang kita pekerjakan,” terangnya.

Hafiz juga menyampaikan, untuk menangani wabah Covid-19 ini, pihak internalnya banyak melakukan perbaikan dan juga melakukan branding secara masif. Di sisi lain, komitmen Latar Ijen untuk tetap buka di tengah pandemi merupakan keputusan yang tepat.

“Bagaimana cara kita membuat masyarakat percaya dan merasa aman di masa pandemi ini. Kita tetap laksanakan protokol kesehatan dengan tepat dan ketika awal pandemi masuk kita tetap buka dengan sistem Take Away dengan Service yang bisa dibilang memuaskan customer kita,” tambahnya.

Ketika awal pandemi, omzet Latar Ijen turun drastis hingga 80 persen. Namun disisi lain, pemanfaatan venue dan branding terbilang cukup sukses hingga membawa Latar Ijen sampai saat ini mengalami kenaikan omzet hingga 70 persen.

“Bersyukur kita bisa memanfaat venue gedung dengan baik. Kita kerjasama dengan beberapa WO dan PH untuk paket wedding,” ungkapnya.

Hasilnya hingga sekarang sudah sekitar 20 lebih klien yang sudah menggunakan venue kita untuk gelaran weddingnya. Paling banyak dibulan Agustus, sekitar 11 klien dalam sebulan. (fat/fir)

 

 

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Menyulap Batu Kali Menjadi Souvenir Berseni Tinggi

Diterbitkan

||

Oleh

Produk Batu Hias Souvenir Khas Kampung Sanan

 

KABARMALANG.COM – Agung Arimbawa ketua tim pelaksana pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Malang dalam agenda Penutupan Pemberdayaan Masyarakat Sanan melalui Pelatihan Pembuatan Souvenir Khas dari Batu Hias pada Sabtu (26/09/2020).

Agung Arimbawa, mengatakan bahwa batu kali yang tidak terpakai, nilainya yang kurang, bisa diangkat menjadi karya yang inovatif dan berseni tinggi.

Pelatihan ini diikuti oleh dua puluh ibu-ibu warga Kampung Sanan, sejak tanggal 3 September 2020, selama delapan pertemuan.

“Batu kali geletak begitu saja, kalau di tangan sentuhan seni, itu kan punya nilai, yang satu rupiah bisa menjadi tiga rupiah,” ujar Agung, Sabtu (26/09/2020).

Pada agenda penutupan yang berlangsung di PRIMKOP Sanan itu, Agung menuturkan kalau hal-hal kreativitas di kampung Sanan bukan hanya tempe saja.

“Di sini termasuk desa edukatif, pengunjung yang datang ke sini bisa belajar, bukan hanya tempenya saja, di sini juga ada peternakannya, dan gas alam. Untuk mengisi ini, ada souvenirnya,” ucapnya.

Jika menyinggung soal harga, menurut Agung barang tersebut tidak ringan, nanti tergantung medianya. Prinsip souvenir secara umum itu ringan, murah, dan mudah dibawa.

Souvenir yang cukup klasik dan istimewa juga ada. Tergantung mengemas hasil produknya seperti apa. Harganya kurang lebih sepuluh ribu. Kalau ini diproduksi banyak, harganya bisa ditekan.

“Itu masih mahal karena belum diproduksi secara massal. Kalau memang harga satuan spesial, itu sentuhan seninya yang berbeda, dengan karya tangan. Kalau ini kan dilukis, ada seninya, sugesti, dan karakter,” terangnya.

Agung mengungkapkan prioritas bahan yang digunakan adalah batu kali, karena kampung Sanan juga terdapat kali.

“Harapan kami dari tim UM, mampu memperdayakan masyarakat supaya ada kegiatan lebih, untuk melayani masyarakat yang datang ke sini. Desa edukatif yang sudah terkenal, tapi belum punya souvenir yang berciri khas,” pungkasnya. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Usai Pelatihan, Batu Hias Souvenir Kampung Sanan

Diterbitkan

||

Oleh

Batu hias hasil pelatihan akan menjadi souvenir khas Kampung Sanan

 

KABARMALANG.COM – Pelatihan pembuatan batu hias oleh para dosen Universitas Negeri Malang (UM) di Kampung Sanan, Sabtu (26/09/2020). Hasil pelatihan ini akan dijadikan souvenir khas untuk para pengunjung setelah berkunjung ke kampung Sanan.

“Saat ini kami mengajak 20 ibu rumah tangga untuk mengikuti pelatihan dan pengabdian masyarakat dibimbing oleh dosen UM,” ujar Trinil selaku Ketua PKK RW 15 kampung Sanan, Sabtu (26/09/2020).

Selama bimbingan, lanjut Trinil, batunya dari bapak dosen kemudian kami yang melakukan inovasi. Dari hasil pelatihan tersebut nantinya akan menjual souvenir itu saat ada yang datang berkunjung di kampung Sanan.

“Alhamdulillah, dua puluh ibu-ibu dalam kurun delapan kali pertemuan, bisa menciptakan banyak karya untuk dipamerkan. Ini masih sebagian kecil,” ucapnya.

Menurut Trinil, ini akan diteruskan ke dasa wisma. Di kampung ini ada 10 RT, seandainya di setiap RT itu saja mengajak 10 orang, paling tidak akan ada 100 orang yang ikut membuat souvenir.

“Disini ada 10 RT, seandainya setiap RT mengajak 10 orang akan ada 100 yang ikut membuat souvenir, nanti akan kita diteruskan ke dasa wisma,” tambahnya.

Untuk penjualannya, Trinil mengatakan akan dijual oleh paguyuban-paguyuban di kampung Sanan, juga bisa dibeli di toko oleh-oleh. Terkait harganya masih di kisaran harga sepuluh ribu, tergantung dari berapa banyak produksinya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com