Connect with us

Peristiwa

Hujan Angin Melanda Kolam Pemancingan Tasikmadu

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah, Minggu (16/8/2020), siang. Seperti Karangploso dan sebagian wilayah Tasikmadu, Kota Malang.

Angin kencang dan hujan deras yang terjadi begitu dahsyat. Hal itu tergambar dari unggahan video Andi Kurniawan dalam laman Facebook-nya.

Andi menyebut, lokasi tengah dilanda angin kencang serta hujan deras adalah KP (kolam pancing) Betoro Agung di Jalan Golf, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Minggu siang.

“Angin Puting Beliung Memporak porandakan pemancing di KP. Betoro Agung Tasikmadu. Semoga tidak ada korban dan kami turut prihatin kpd Segenap Pengelola & panitia crew KM. Betoro Agung.
Mohon doa nya lur. — di Kampus 2 ITN MALANG,” tulis Andi dalam postingannya satu jam yang lalu.

Dalam video berdurasi 2 menit 5 detik itu, memperlihatkan bagaimana angin kencang dan hujan deras terjadi. Para pemancing yang berada dibawah atap berbatang bambu berusaha menyelamatkan diri. Dalam sekejap, bagian atap di pinggir kolam ‘lenyap’ tersapu angin.

Belum diketahui pasti, apakah ada korban dalam peristiwa tersebut. Dan termasuk jumlah kerugian yang dialami pengelola pemancingan.

Angin kencang disertai hujan deras juga melanda wilayah Karangploso, Kabupaten Malang. Beberapa netizen menggunggah video bagaimana dahsyatnya angin kencang terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tengah melakukan pendataan dampak kerusakan yang diakibatkan oleh angin kencang di wilayah Kecamatan Karangploso. (rjs/fir)

 

Peristiwa

Kandang Ayam Warga Giripurno Batu Hangus Terbakar

Diterbitkan

||

Oleh

Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api (Foto : Arul Kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM – Warga kawasan Dusun Sumbersari Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, digegerkan dengan kebakaran yang menghanguskan bangunan semi permanen milik Nasik (35), yang merupakan warga Rt77/RW 12.

Dua mobil pemadam kebakaran diluncurkan oleh DPK (Dinas Penanggulangan Kebakaran) Kota Batu dan berhasil memadamkan api sekitar 30 menit pasca kebakaran dilaporkan.

“Yang terbakar ada dilantai dua bangunan semi permanen. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkap Fauzan Kepala Danru Brahma DPK Kota Batu.

Fauzan menerangkan, kebakaran mengakibatkan ternak ayam milik korban mati terbakar.

Sementara itu Nasik menerangkan bahwa sebelumnya dia memang tengah memasak pakan ternak sekaligus membuat perapian untuk menghangatkan tubuh.

Ia mengaku bahwa api tersebut juga telah dipadamkan sebelum akhirnya keluar meninggalkan rumahnya.

“Tidak ada setengah jam saya tinggal. Mungkin bara api masih afa dan tertiup angin sampai akhirnya terbakar ini,” ujarnya kepada kabarmalang.com.

Ia juga menambahkan dari 30 ayam yang ia miliki, hanya 2 ayam yang tersisa. “Sekitar Rp. 30 Juta kerugiannya, estimasi harga ayam bangkok per ekornya sekitar Rp. 1 juta,” tandasnya. (arl/rjs)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Perahu Oleng, Dua Penjala Tewas Tenggelam

Diterbitkan

||

Oleh

Petugas SAR saat mengevakuasi korban tenggelam di Bendungan Sutami

 

KABARMALANG.COM – Warga di sekitar Bendungan Sutami, Dusun Cungkal, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2020) siang geger, saat melihat kejadian perahu milik salah seorang warga setempat oleng lalu terbalik di bendungan Sutami.

Tak ayal, dua orang pemuda yang menunggangi perahu tersebut, yakni Muhammad Syahrul Affandi (20) dan Tomas Hadi Prayitno (16) tenggelam, hingga keduanya tewas ditempat.

“Mereka berdua saat itu sedang menjala ikan di Bendungan Sutami. Namun, saat melempar jala, perahu yang ditunggangi kedua pemuda itu oleng lalu terbalik. Otomatis kedua pemuda itupun tenggelam ke dalam bendungan,” ungkap Kapolsek Kalipare, Iptu Soleh Mas’udi saat dikonfirmasi, Minggu (20/09/2020).

Lebih lanjut, Mantan Kanit Reskrim Polsek Turen itu menceritakan, saat tenggelam itu, Syahrul berusaha memegangi perahunya agar tidak terbawa arus air.

“Sedangkan Tomas berusaha mengejar ember ikan hasil tangkapan mereka. Namun sayang, usaha Tomas itu justru mencelakakannya, ia tidak mampu meraih embernya. Sebaliknya ia justru tidak kuat bernafas di dalam air lalu berteriak minta tolong,” terang Soleh.

Mendengar teriakan Tomas, lanjut Soleh, Syahrul mencoba mendekati temannya itu untuk mencoba menolong. Namun, sayang ia tidak mampu menyelamatkan, sehingga keduanya pun tenggelam.

“Saat kejadian itu, warga sekitar melaporkan insiden tersebut ke petugas, namun kami pun sudah terlambat menyelamatkan nyawa mereka. Begitupun saksi-saksi yang berada di tepi sungai juga tidak bisa menyelamatkan nyawa dua pemuda malang itu, karena perahu yang bisa digunakan untuk kendaraan saat itu juga tidak ada,” tukasnya.

Alhasil, petugas baru bisa mengevakuasi kedua korban tersebut ketika mereka sudah meregang nyawa. Tomas berhasil dievakuasi pada pukul 11.00, sedangkan Syahrul baru bisa dievakuasi pada pukul 14.50. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Tertekan Pinjaman Online, Warga Blimbing Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Diterbitkan

||

Oleh

Nuraini, ibu korban dari AW

 

KABARAMALANG.COM – Warga Jalan Laksda Adi Sucipto Gang 13 A Kelurahan Blimbing Kecamatan Blimbing, AW mencoba melakukan bunuh diri lantaran tertekan akibat pinjaman online.

“Tahunya itu saya mau sholat malam,” ujar Nuraini, ibu korban pada Minggu malam (20/09/2020).

Nuraini mengetahui bahwa anaknya berniat mengakhiri hidupnya pada Rabu (16/09/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Nuraini mencium adanya bau anyir darah dari lantai dua rumahnya.

Setelah itu, dilakukan pengecekan dan ternyata diketahui anaknya sudah dalam kondisi luka leher dan dua sayatan di kedua tanganya hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Setelah ditangani oleh pihak RSSA Malang, nyawa anaknya pun bisa tertolong. Akan tetapi, masalah baru yang timbul adalah Nuraini harus melunasi biaya perawatan sebesar Rp 70 jutaan. Namun hanya mampu terbayar Rp 18 juta.

Untuk itu, Nuraini meminta kebijakan pihak RSSA untuk memberikan kelonggaran terkait pelunasan karena kondisi Covid-19 saat ini.

“Saya nggak mungkin lari dan saya gak ada apa apa. Kalau waktunya mepet nggak bisa, anehnya BPJS katanya nggak bisa mengcover karena anak saya melukai dirinya sendiri. Aneh, saya tidak tau harus melapor kemana,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya baru diperbolehkan membawa anaknya pulang asalkan dapat melunasi sisa biaya rumah sakit sekitar Rp 52 jutaan. Pihaknya berharap, ada kepedulian dari Walikota Malang dan warga Malang Raya atas musibah ini yang menimpa.

“Saya berharap Pak Walikota memberikan solusi bagi kami rakyat kecil, semoga ini menjadi yang terakhir dan bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua,” tutupnya. (tik/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com