Connect with us

Pilbup 2020

Jargon Malang Bangkit, PKB Usung Latifah-Didik di Pilbup Malang 2020

Diterbitkan

||

Bakal pasangan Cabup-Cawabup dari PKB Latifah Shohib dan Didik Budi Muljono

KABARMALANG.COM– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengumumkan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung pada Pilbup Malang 2020 nanti. Mereka adalah Latifah Latifah Shohib sebagai bakal calon bupati yang berpasangan dengan Didik Budi Muljono mantan Sekretaris Daerah Pemkab Malang.

Surat rekomendasi bernomor 3348/DPP/01/VIII/2020 tersebut, kemudian diserahkan DPP kepada kedua pasangan calon yang diusung melalui Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad di kantor DPC PKB Kabupaten Malang di Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen, Jumat (15/8/2020).

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad mengatakan, dalam keputusan merekom Latifah Shohib berpasangan dengan Didik Budi Muljono sudah melalui pertimbangan yang matang DPP PKB. Baik dari segi elektabilitas maupun basis massa.

Apalagi, Latifah Shobih disebut sebagai pemenangan perolehan suara kedua setelah Krisdayanti di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu. “Memang kita boleh dikatakan tertinggal, tetapi DPP menunggu reaksi masyarakat yang ternyata ingin calon perempuan. Bu Nyai Latifah adalah sosok yang berpengalaman. Demikian pula dengan wakil yakni Bapak Didik Budi Muljono merupakan mantan Sekda. Ini sudah klop,” terang pria akrab disapa Gus Ali itu.

Dalam kesempatan itu, Ali Ahmad menegaskan, jika semua kader siap mengawal dan memenangkan Latifah Shohib-Didik Budi Muljono di Pilbup Malang 2020 mendatang. “Ini adalah pertarungan marwah PKB di Kabupaten Malang. Kami seluruh kader siap memenangkan pasangan Ladub dengan kepanjangan Latifah-Didik menang di Pilbup Malang 2020,” tandas Ali juga anggota DPR RI Komisi XI ini.

Terpisah, Latifah mengaku sebagai kader partai dirinya siap mengemban amanah. Dan ini merupakan tugas luar yang diamanatkan kepadanya. “Ini tugas luar biasa bagi saya, terus terang saya dredek (grogi). Tetapi karena ini tugas partai saya harus sami’na wa atho’na (kami Mendengar dan kami taat),” ujar anggota DPR RI Komisi X ini.

Dengan direkomnya bakal pasangan Cabup-Cawabup Latifah-Didik oleh PKB, maka sudah ada tiga bakal pasangan Cabup-Cawabup yang meramaikan kontestasi Pilbup Malang 2020.

Dua pasangan adalah Sanusi-Didik Gatot Subroto yang diusung PDIP serta tiga partai koalisi yaitu Demokrat, PPP, serta Gerindra. Dan satu pasangan dari jalur independen yaitu Heri Cahyono berpasangan dengan Gunadi Handoko. Untuk pasangan ini, tengah menjalani proses verifikasi faktual dukungan suara. (rjs/fir)

Pilbup 2020

Bawaslu Undang Paslon Klarifikasi Dugaan Pelanggaran

Diterbitkan

||

Komisioner Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Bawaslu Kabupaten Malang bakal mengklarifikasi dua paslon Pilkada. Yaitu, Lathifah Shohib dan Sanusi.

Keduanya sudah sempat diundang Bawaslu. Mereka harusnya diminta klarifikasi soal dugaan pelanggaran kampanye.

Pasalnya, tim dari keduanya saling lapor dugaan pelanggaran kampanye.

Sanusi diundang atas laporan soal ziarah Wali Lima. Sementara Lathifah diundang soal dugaan money politic kampanye Desa Pujiharjo Tirtoyudo

“Sehingga, Pak Sanusi dan Bu Lathifah dipanggil untuk klarifikasi,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11).

Hanya saja, keduanya tidak memenuhi undangan tersebut. Padahal, George menilai undangan tersebut penting untuk klarifikasi.

“Klarifikasi keduanya ini penting bagi Gakumdu untuk pemberian sanksi. Kalau tidak datang ya kerugian terlapor (Sanusi dan Lathifah),” paparnya.

Dua laporan dugaan pelanggaran kampanye sudah memasuki pembahasan. Hasil pembahasan akan diputuskan Senin (30/11).

“Dua laporan sudah memenuhi syarat formil dan materil. Ada bukti-bukti pelanggaran. Sekarang pembahasan tahap kedua. Tinggal menunggu keterangan dari pihak terlapor,” katanya.

Namun, Bawaslu masih memberi kesempatan kedua calon tersebut hadir. Bawaslu membuka kantornya besok, Minggu (29/11).

” Kalau tidak datang Sabtu (28/11), ada kesempatan besok (Minggu (29/11)). Kalau masih tidak datang ya sudah,” tuturnya.

“Kami menentukan keputusan uji pasalnya berdasarkan data kami. Tanpa adanya klarifikasi terlapor,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Coblosan Pilkada Pakai Protokol Pandemi

Diterbitkan

||

Simulasi penyemprotan disinfektan di area TPS, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jum'at (28/11). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Mekanisme coblosan Pilkada 9 Desember bakal berbeda dengan sebelumnya. Karena, saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Ketua KPUD Kabupaten Malang, Anis Suhartini membenarkan. Setiap pemilih diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat coblosan.

Prokes meliputi penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. “Jika lupa membawa masker, nanti akan disediakan di TPS,” ungkap Anis saat ditemui Sabtu (28/11).

TPS juga akan menyediakan tempat cuci tangan. Setiap orang yang datang pun akan dicek suhu tubuhnya.

Tidak menutup kemungkinan, akan ada pemilih bersuhu tubuh tinggi. Jika suhunya 37 derajat lebih, pemilih diberi bilik khusus.

Anis mengatakan pemilih tersebut tidak akan disuruh pulang. “Akan disediakan bilik khusus. Sehingga hak suaranya tetap tersalurkan,” tuturnya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar siap menegakkan prokes TPS. Petugas penyemprotan disinfektan bakal standby.

“Setelah 3 pemilih coblosan, area TPS disemprot disinfektan nantinya,” tukas Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Polres Malang Petakan 14 TPS Rawan di Pilbup Malang 2020

Diterbitkan

||

Simulasi pengamanan coblosan
Simulasi pelaksaan pencoblosan Pilkada Kabupaten Malang di Stadion Kanjuruhan, Jum'at (27/11/2020). (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Hari pencoblosan Pilbup Malang 2020 sudah hitungan jari.

Tidak kurang dari 17 hari atau 9 Desember mendatang, warga Kabupaten Malang akan menentukan siapa bupati dan wakil bupati Malang.

Polres Malang telah menentukan sejumlah titik rawan, khususnya kerawanan keterlambatan logistik di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, ada 14 TPS yang berpotensi rawan untuk mengalami keterlambatan pengiriman logistik di TPS.

Logistik tersebut terdiri dari surat suara, kotak surat suara, Alat Pelindung Diri (APD).

Dan sejumlah kelengkapan petugas Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) seperti masker, face shield dan juga sarung tangan.

“TPS itu rawan karena faktor geografis. Karena jalur menuju TPS yang susah dilalui kendaraan,” tutur Hendri sesuai Apel Pasukan Pengamanan dan Simulasi Pemungutan Suara, Jumat (27/11) sore.

Menurut Hendri, wilayah masuk radar TPS rawan adalah di Kecamatan Ampelgading. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Licin.

Ada juga di Kecamatan Tirtoyudo, serta di wilayah barat adalah Kecamatan Kasembon. “Semua wilayah itu, sangat susah dijangkau,” tegas Hendri.

Untuk itu, kata Hendri, pengiriman logistik di wilayah rawan akan dilaksanakan lebih awal, daripada TPS lainnya.

“Jika TPS lainnya itu malam satu hari sebelum 9 Desember. Nanti di TPS yang rawan itu akan kami dahulukan di H-2. Sebelum pencoblosan oleh personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas di deda terdekat,” tutupnya.

Sebagai informasi, TPS sementara ini yang tercatat sekitar 4999 TPS. Setiap TPS nantinya akan dibatasi tidak lebih dari 500 Daftar Pemilih Tetap (DPT). (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com